
Danar yang gelisah segera menemui sahabatnya di lihatnya dari dalam ruangan Riko tengah berdiri dengan raut wajah yang kesal
Riko...ada apa kau menemui ku kemari ,
Jika hanya masalah pekerjaan kau kan bisa menelpon ku Rik....
.Oceh Danar pada sahabat sekaligus bawahan nya itu
Menelpon...? berapa puluh kali aku menelepon mu Danar .
Sudahlah aku tidak ingin membahas itu ,aku datang kemari ingin memberikan kabar kepadamu ,
Kabar apa Rik...?
Huch .. Riko menghembuskan nafasnya kasar
Zahra putrimu sekarang sedang kritis di rumah sakit , dia kecelakaan..anakmu membutuhkan Donor darah darimu Danar , secepatnya.
Jelas Riko...
Danar yang hanya mematung setengah tak percaya
Danar ... suara Riko menyadarkan nya
Riko apa benar yang kau katakan kau tidak sedang mempermainkan ku kan
Hah...kau pikir aku sanggup bercanda tentang ini padamu ..
Seketika tubuh Danar lunglai dan terlihat begitu sangat pucat seperti darahnya berhenti mengalir di tubuhnya
Ayo ..Danar kita berangkat sekarang putrimu membutuhkan mu
Tanpa berlama-lama Riko pun segera mengendarai mobilnya dengan sangat cepat menuju ke rumah sakit tempat Zahra di rawat
Mengapa Cinta tidak mengabari ku Riko..
Kau tanya pada dirimu sendiri bukan kah istrimu berkali-kali menelpon mu kau tidak mengangkat nya Danar, malah parahnya lagi kau justru menonaktifkan ponsel mu, sungguh terlalu kau Danar .
Kau bukan seperti Danar yang ku kenal dahulu,
Oceh Riko yang sudah sangat kesal terhadap Danar.
Danar yang menyadari kesalahan nya memukul - mukul kepalanya dengan kedua tangan nya
Ayah seperti apa aku ini Riko..
Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika terjadi sesuatu kepada putriku
Riko yang melihat penyesalan sahabatnya pun
ikut terharu di buatnya
Sabar Danar masih banyak waktu untuk mu berubah,
berdoa saja agar tidak terjadi apa-apa dengan putrimu
Trimakasih.. kau selama ini sudah banyak membantu ku
Riko hanya melirik ke arah Danar lalu ia fokus kembali menyetir
**
Sesampainya di rumah sakit Cinta tidak melihat keberadaan Mang Udin di sana
Kemana Mang Udin apa Zahra telah di pindah ke ruang rawat
Saat Cinta akan melangkah masuk ke ruangan IGD tiba - tiba
ibu.. panggil seorang Dokter yang menangani putrinya
__ADS_1
Dok, an..anak. Cinta belum sempat melanjutkan perkataannya
Maafkan saya buk saya tidak bisa melakukan lebih banyak lagi
Anak ibu telah meninggal setengah jam yang lalu sekarang ada di ruang jenazah
A..a ..pa ..Dok..
Yang sabar ya buk ..saya permisi dulu...
Zahra ...tidak...Cinta berlari ke ruang yang di sebut Dokter itu , dengan perlahan dia membuka pintunya dia masih berharap ini hanya mimpi kejadian ini seperti Dejavu baginya
Dia pernah mengalami ini saat kepergian kedua orangtuanya secara mendadak pula
Akan kah ini terulang ..ya Tuhan aku tidak sanggup aku benar-benar tidak sanggup, berilah aku kekuatan Tuhan ..
dengan membulatkan tekad nya Cinta membuka pintunya matanya terbelalak mulutnya menganga di lihatnya sosok Mang Udin sedang duduk sambil menangis di samping tubuh kecil yang tertutup kain tipis
Non....Neng Zahra..Non..hi..hi..kenapa bukan Mamang saja Mamang ikhlas jika harus mengganti kan Neng Zahra Non ..
ha ..teriakan Cinta memenuhi ruangan ..Tubuh Cinta lunglai bersimpuh di lantai
Maaf kan Mama Zahra ..Mama sudah gagal
Mama tidak pantas menjadi seorang ibu Maaf kan Mama Zahra....
Non ..yang sabar Non ini sudah takdir
Saya gak bisa kehilangan Zahra Mang
Dia satu-satunya yang bisa buat saya bertahan Mang ... Cinta menangis sejadi-jadinya
Dia nafas saya Mang ...hi...hi .hi..suara tangisan Cinta begitu menyayat hingga bruk... tiba-tiba tubuh Cinta seketika tidak sadarkan diri
Non...Non...tolong....teriakan Mang Udin kepada petugas rumah sakit
Petugas rumah sakit yang mendengar teriakan suara Mang Udin pun bergegas menghampiri
Ini Majikan saya pingsan sus....
Baiklah Bapak yang tenang ya biar kami yang urus
Tubuh Cinta pun di bawa ke ruang rawat Rumah sakit oleh para petugas Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut
Sementara itu Mang Udin yang semakin kebingungan tidak tau harus berbuat apa
Tapi Mang Udin merasa bersyukur di tengah-tengah kebingungan nya datang sosok yang memang di tunggu - tunggu kehadiran nya .
Tuan ...syukurlah Tuan Danar datang juga
Zahra ...Danar menangis di samping tubuh putrinya
Maaf kan papa Nak papa gak bisa jaga Zahra
Maafkan papa .. Maafkan papa ..Danar membentur benturkan kepalanya di pembatas ranjang besi tempat jasad putrinya di baringkan
Danar hentikan ...sudahlah ini semua sudah takdir , Riko berusaha menyadarkan teman nya
Tidak Rik, ini semua salah ku..ucap Danar lirih..
Emang ini salah Lo.. seandainya saja Lo nggak tergila-gila sama tuh cewek mungkin rumah tangga lu baik - baik saja . Ach...gua pengen rasanya noyor pala Lo..tapi sayangnya hanya bisa di ucapkan di dalam hati Riko saja .
.
Sudah lah Danar lebih baik sekarang kita persiapkan untuk acara pemakaman putrimu
Danar pun menghapus air matanya
Mang Udin yang menyaksikan tak kuasa menahan tangis nya ,dia pun tak kalah terpukul nya dengan kedua majikan nya
__ADS_1
Mang Udin ...dimana Cinta ..? tanya Danar yang sedari tadi tidak melihat istrinya
Maaf Tuan ...Non di ruangan rawat ,Non Cinta pingsan .
Danar yang mendengar itu pun semakin bingung , tapi dia tidak berani menemui istrinya
Entah apa yang akan dia katakan nanti jika bertemu dengan Cinta
Danar sebaiknya kau tetap disini mengurus semuanya
Untuk tempat pemakaman nya biar aku yang akan mengurus nya..
Terimakasih Riko...kau telah banyak membantu ku
Sudah lah ..Aku tidak mungkin diam melihat mu kesulitan , Sambil menepuk bahu Danar memberikan kekuatan
Riko pun segera pergi meninggalkan sahabatnya itu
**
Di tempat yang lain Pak Rizaldi yang menanti Danar sejak tadi
tapi yang di nanti tak kunjung kembali .
Berkali-kali dia menelpon tapi handphone nya pun tidak aktif
Rizaldi yang sedikit kesal memutuskan turun ke bawah guna menemui calon menantunya
Di karenakan mereka telah mengadakan janji meninjau gedung untuk acara resepsi Danar dan Hani nanti..
Sesampainya di bawah dia tidak melihat ada Danar di sana karena penasaran Rizaldi pun ke parkiran mobil di lihatnya mobil Danar yang masih terparkir di sana
Tuan...ada yang bisa saya bantu ..
Suara scurity mengagetkan Rizaldi Prayoga
Oh itu...apa kamu melihat Danar calon menantu saya tadi ?
Pak Danar ya tuan. Tadi pergi bersama teman nya tapi sepertinya ada sesuatu tuan saya lihat seperti tergesa-gesa
Sudah berapa lama mereka pergi ?
kira - kira sekitar satu jaman yang lalu tuan.
Huh .. Rizaldi menarik nafasnya dalam
Aku tidak akan memaafkan mu Danar, jika kau coba - coba berniat mempermainkan aku, batin Rizaldi
Dad ...teriak Hani dari kejauhan
Hani...kau kemari sayang ..
Apa kau bersama Danar..?
Mas Danar .? bukan nya sedari tadi Mas Danar bersama Dady ...tanya Hani yang heran
Bukan kah Dady bilang akan pergi bersama Mas Danar melihat gedung untuk resepsi Hani nanti...? tanya Hani pada ayah nya
Iya sedari tadi Danar memang bersama Dady
Tapi tadi ada teman nya datang mencarinya
Dan mereka pergi begitu saja
Apa Mas Danar menemui istrinya .. pantas saja hape nya tidak bisa di telpon , batin Hani ..
Gawat ..Dady tidak boleh tau ini
.
__ADS_1
.
.