Cinta Yang Terkoyak

Cinta Yang Terkoyak
BAB 15 kejadian Yang Berulang


__ADS_3

Danar yang gelisah segera menemui sahabatnya di lihatnya dari dalam ruangan Riko tengah berdiri dengan raut wajah yang kesal


Riko...ada apa kau menemui ku kemari ,


Jika hanya masalah pekerjaan kau kan bisa menelpon ku Rik....


.Oceh Danar pada sahabat sekaligus bawahan nya itu


Menelpon...? berapa puluh kali aku menelepon mu Danar .


Sudahlah aku tidak ingin membahas itu ,aku datang kemari ingin memberikan kabar kepadamu ,


Kabar apa Rik...?


Huch .. Riko menghembuskan nafasnya kasar


Zahra putrimu sekarang sedang kritis di rumah sakit , dia kecelakaan..anakmu membutuhkan Donor darah darimu Danar , secepatnya.


Jelas Riko...


Danar yang hanya mematung setengah tak percaya


Danar ... suara Riko menyadarkan nya


Riko apa benar yang kau katakan kau tidak sedang mempermainkan ku kan


Hah...kau pikir aku sanggup bercanda tentang ini padamu ..


Seketika tubuh Danar lunglai dan terlihat begitu sangat pucat seperti darahnya berhenti mengalir di tubuhnya


Ayo ..Danar kita berangkat sekarang putrimu membutuhkan mu


Tanpa berlama-lama Riko pun segera mengendarai mobilnya dengan sangat cepat menuju ke rumah sakit tempat Zahra di rawat


Mengapa Cinta tidak mengabari ku Riko..


Kau tanya pada dirimu sendiri bukan kah istrimu berkali-kali menelpon mu kau tidak mengangkat nya Danar, malah parahnya lagi kau justru menonaktifkan ponsel mu, sungguh terlalu kau Danar .


Kau bukan seperti Danar yang ku kenal dahulu,


Oceh Riko yang sudah sangat kesal terhadap Danar.


Danar yang menyadari kesalahan nya memukul - mukul kepalanya dengan kedua tangan nya


Ayah seperti apa aku ini Riko..


Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika terjadi sesuatu kepada putriku


Riko yang melihat penyesalan sahabatnya pun


ikut terharu di buatnya


Sabar Danar masih banyak waktu untuk mu berubah,


berdoa saja agar tidak terjadi apa-apa dengan putrimu


Trimakasih.. kau selama ini sudah banyak membantu ku


Riko hanya melirik ke arah Danar lalu ia fokus kembali menyetir


**


Sesampainya di rumah sakit Cinta tidak melihat keberadaan Mang Udin di sana


Kemana Mang Udin apa Zahra telah di pindah ke ruang rawat


Saat Cinta akan melangkah masuk ke ruangan IGD tiba - tiba


ibu.. panggil seorang Dokter yang menangani putrinya

__ADS_1


Dok, an..anak. Cinta belum sempat melanjutkan perkataannya


Maafkan saya buk saya tidak bisa melakukan lebih banyak lagi


Anak ibu telah meninggal setengah jam yang lalu sekarang ada di ruang jenazah


A..a ..pa ..Dok..


Yang sabar ya buk ..saya permisi dulu...


Zahra ...tidak...Cinta berlari ke ruang yang di sebut Dokter itu , dengan perlahan dia membuka pintunya dia masih berharap ini hanya mimpi kejadian ini seperti Dejavu baginya


Dia pernah mengalami ini saat kepergian kedua orangtuanya secara mendadak pula


Akan kah ini terulang ..ya Tuhan aku tidak sanggup aku benar-benar tidak sanggup, berilah aku kekuatan Tuhan ..


dengan membulatkan tekad nya Cinta membuka pintunya matanya terbelalak mulutnya menganga di lihatnya sosok Mang Udin sedang duduk sambil menangis di samping tubuh kecil yang tertutup kain tipis


Non....Neng Zahra..Non..hi..hi..kenapa bukan Mamang saja Mamang ikhlas jika harus mengganti kan Neng Zahra Non ..


ha ..teriakan Cinta memenuhi ruangan ..Tubuh Cinta lunglai bersimpuh di lantai


Maaf kan Mama Zahra ..Mama sudah gagal


Mama tidak pantas menjadi seorang ibu Maaf kan Mama Zahra....


Non ..yang sabar Non ini sudah takdir


Saya gak bisa kehilangan Zahra Mang


Dia satu-satunya yang bisa buat saya bertahan Mang ... Cinta menangis sejadi-jadinya


Dia nafas saya Mang ...hi...hi .hi..suara tangisan Cinta begitu menyayat hingga bruk... tiba-tiba tubuh Cinta seketika tidak sadarkan diri


Non...Non...tolong....teriakan Mang Udin kepada petugas rumah sakit


Petugas rumah sakit yang mendengar teriakan suara Mang Udin pun bergegas menghampiri


Ini Majikan saya pingsan sus....


Baiklah Bapak yang tenang ya biar kami yang urus


Tubuh Cinta pun di bawa ke ruang rawat Rumah sakit oleh para petugas Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut


Sementara itu Mang Udin yang semakin kebingungan tidak tau harus berbuat apa


Tapi Mang Udin merasa bersyukur di tengah-tengah kebingungan nya datang sosok yang memang di tunggu - tunggu kehadiran nya .


Tuan ...syukurlah Tuan Danar datang juga


Zahra ...Danar menangis di samping tubuh putrinya


Maaf kan papa Nak papa gak bisa jaga Zahra


Maafkan papa .. Maafkan papa ..Danar membentur benturkan kepalanya di pembatas ranjang besi tempat jasad putrinya di baringkan


Danar hentikan ...sudahlah ini semua sudah takdir , Riko berusaha menyadarkan teman nya


Tidak Rik, ini semua salah ku..ucap Danar lirih..


Emang ini salah Lo.. seandainya saja Lo nggak tergila-gila sama tuh cewek mungkin rumah tangga lu baik - baik saja . Ach...gua pengen rasanya noyor pala Lo..tapi sayangnya hanya bisa di ucapkan di dalam hati Riko saja .


.


Sudah lah Danar lebih baik sekarang kita persiapkan untuk acara pemakaman putrimu


Danar pun menghapus air matanya


Mang Udin yang menyaksikan tak kuasa menahan tangis nya ,dia pun tak kalah terpukul nya dengan kedua majikan nya

__ADS_1


Mang Udin ...dimana Cinta ..? tanya Danar yang sedari tadi tidak melihat istrinya


Maaf Tuan ...Non di ruangan rawat ,Non Cinta pingsan .


Danar yang mendengar itu pun semakin bingung , tapi dia tidak berani menemui istrinya


Entah apa yang akan dia katakan nanti jika bertemu dengan Cinta


Danar sebaiknya kau tetap disini mengurus semuanya


Untuk tempat pemakaman nya biar aku yang akan mengurus nya..


Terimakasih Riko...kau telah banyak membantu ku


Sudah lah ..Aku tidak mungkin diam melihat mu kesulitan , Sambil menepuk bahu Danar memberikan kekuatan


Riko pun segera pergi meninggalkan sahabatnya itu


**


Di tempat yang lain Pak Rizaldi yang menanti Danar sejak tadi


tapi yang di nanti tak kunjung kembali .


Berkali-kali dia menelpon tapi handphone nya pun tidak aktif


Rizaldi yang sedikit kesal memutuskan turun ke bawah guna menemui calon menantunya


Di karenakan mereka telah mengadakan janji meninjau gedung untuk acara resepsi Danar dan Hani nanti..


Sesampainya di bawah dia tidak melihat ada Danar di sana karena penasaran Rizaldi pun ke parkiran mobil di lihatnya mobil Danar yang masih terparkir di sana


Tuan...ada yang bisa saya bantu ..


Suara scurity mengagetkan Rizaldi Prayoga


Oh itu...apa kamu melihat Danar calon menantu saya tadi ?


Pak Danar ya tuan. Tadi pergi bersama teman nya tapi sepertinya ada sesuatu tuan saya lihat seperti tergesa-gesa


Sudah berapa lama mereka pergi ?


kira - kira sekitar satu jaman yang lalu tuan.


Huh .. Rizaldi menarik nafasnya dalam


Aku tidak akan memaafkan mu Danar, jika kau coba - coba berniat mempermainkan aku, batin Rizaldi


Dad ...teriak Hani dari kejauhan


Hani...kau kemari sayang ..


Apa kau bersama Danar..?


Mas Danar .? bukan nya sedari tadi Mas Danar bersama Dady ...tanya Hani yang heran


Bukan kah Dady bilang akan pergi bersama Mas Danar melihat gedung untuk resepsi Hani nanti...? tanya Hani pada ayah nya


Iya sedari tadi Danar memang bersama Dady


Tapi tadi ada teman nya datang mencarinya


Dan mereka pergi begitu saja


Apa Mas Danar menemui istrinya .. pantas saja hape nya tidak bisa di telpon , batin Hani ..


Gawat ..Dady tidak boleh tau ini


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2