
Danar yang gelisah terus melajukan mobilnya tanpa arah dan tujuan
Bayangan wajah Cinta terus mengganggu di pelupuk matanya
Bagaimana ini sebenarnya aku belum siap jika harus kehilangan Cinta
Tapi Hani ach...Danar memukul setir mobilnya dan menghentikan nya secara tiba-tiba di pinggiran jalan yang terlihat lumayan sepi
Danar menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi mobilnya
Deret....Deret... Deret...
Suara handphone Danar berdering , segera di ambilnya dari dalam saku celana nya
Di lihat nya nomor si penelpon
Pak Rizaldi Prayoga ,Danar pun diam sesaat lalu menekan tombol hijau nya
hallo Danar bisa kah kau kemari ada hal penting yang akan aku tanyakan ,
hah..Danar menarik nafas nya sebentar , Sebenarnya hari ini dia males ke kantor dia ingin menenangkan diri tapi pak Rizal pasti akan marah jika dia mengacuhkan nya .
Cepat lah aku menunggu mu di kantorku , ucap pak Rizaldi dengan nada sarkas nya..yang tidak mau di bantah
Baiklah pak aku segera ke sana Danar pun menutup telponnya dan segera melajukan mobilnya .
Mobil pun berhenti didepan gedung yang berdiri sangat megah di tengah kota Jakarta
Danar pun segera memarkirkan mobilnya
sebelum turun Danar meraih handphone nya
ia hendak menelpon Riko sahabat sekaligus orang kepercayaan nya
Tut....Tut...Tut... tak butuh waktu lama Riko pun mengangkat telponnya
"hallo Riko.. bagaimana proyek di Surabaya
apakah berjalan dengan lancar ?
" Maaf Danar ada kendala sedikit tapi ini bukan karna salah kita jelas Riko pada Danar teman sekaligus Boss nya itu cuaca yang tidak mendukung sehingga pembangunan nya terhambat lanjut Riko lagi..
" Oh pantas saja Pak Rizaldi menelpon ku
mungkin ini yang akan di katakan nya
Baiklah Riko aku percaya kepada mu tolong urus dengan baik proyek di Surabaya karna mungkin dalam waktu dekat ini aku belum bisa ke sana ada masalah yang harus aku selesaikan di sini" ujar Danar pada Riko
Iya kau tenang saja aku akan berusaha sebaik mungkin di sini
mereka pun saling mengakhiri telpon nya masing-masing
setelah selesai menelpon Danar pun segera turun dari mobilnya Dia tidak mau membuat Pak Rizal menunggu terlalu lama ,yang penting Danar sudah mengetahui masalah apa yang akan di bicarakan, jadi Danar bisa menjelaskan kepada klien besarnya ini karena apabila dia berhasil mengerjakan dengan baik proyeknya ini tidak menutup kemungkinan akan banyak perusahaan-perusahaan besar yang akan menaruh kepercayaan kepada perusahaan nya
Dan tidak menutup kemungkinan Danar akan mudah memenangkan tender - tender dengan perusahaan yang lain nya
Danar mengetuk pintu ruang kantor Pak Rizaldi
__ADS_1
tok..tok..tok...
masuklah ...jawab pak Rizaldi , Danar pun segera masuk ," duduk " perintah pak Rizaldi yang di ikuti oleh Danar yang segera mengambil posisi duduk berhadapan dengan klien sekaligus calon ayah mertua nya itu. Ya ..Rizaldi Prayoga adalah ayah dari Hani Prayoga wanita yang setahun belakangan ini menjadi gadis simpanan Danar Wijaya. Tidak bisa di bayangkan bila Rizaldi tau kekasih anak semata wayangnya ternyata sudah memiliki anak dan istri.
Entah apa yang akan di perbuat Rizaldi pada Danar . Memikirkan Nya saja Danar bergidik ngeri...
"Danar kau mungkin sudah menebak mengapa aku memanggilmu kemari ucap Rizaldi
" Maaf Pak masalah proyek di Surabaya agak sedikit terlambat dari jadwal sebelum nya di karenakan cuaca yang tidak mendukung Danar menjelaskan dengan hati - hati agar tidak membuat Rizaldi marah
Bukan itu maksudku memanggilmu ke mari Danar ,
ini lebih dari masalah proyek itu..
Rizaldi menatap tajam ke arah Danar Wijaya
Danar yang bingung hanya bisa duduk terdiam menanti kata selanjutnya
Kapan kau akan menikahi putriku ..?
Danar terkejut bukan kepalang ,Dia tidak menyangka pak Rizaldi akan menanyakan perihal itu..
" Secepatnya pak , saya sudah membicarakan nya dengan Hani
" Kau jangan coba-coba mempermainkan putriku ,Kau tau apa yang bisa aku lakukan padamu, Rizaldi menatap wajah Danar dengan tatapan yang mematikan,
Aku bisa dengan mudahnya menghancurkan perusahaan mu sampai berkeping-keping
Sehingga tidak akan ada satu pun perusahaan yang akan memakai jasa perusahaan mu lagi , kau mengerti Tegas Rizaldi Prayoga
pergilah... secepatnya tentukan tanggal pernikahan mu dengan Hani .
Nanti biar aku yang akan mengurus segalanya
Baik pak , saya permisi dulu kalau begitu ,Selamat siang ucap Danar pamit
Danar yang semakin pusing dengan masalah ini duduk mematung di dalam mobil hatinya bimbang tapi dia tau dia tidak bisa mundur lagi ke belakang
**
Di tempat yang lain Hani yang sejak tadi menguping pembicaraan Danar dan ayah nya muncul dari ruang yang tertutup di dalam kantor ayah nya ,
dia berlari dan memeluk ayah nya . Dad terimakasih telah membantu Hani .
Rizaldi mengecup kening putri kesayangannya itu
" Apapun pasti Dady lakukan demi kamu Hani , Rizaldi menatap lekat kepada Hani
Apa yang membuat kamu tergila-gila padanya Nak..?
Dady bisa mengenalkan kamu pada anak rekan kerja Dady yang jauh lebih tampan dan mapan melebihi Danar sayang..
" Tidak Dady. Danar berbeda Hani hanya ingin Mas Danar Dad , Hani tidak mau yang lain
pungkas Hani kepada ayahnya
Rizaldi pun menarik nafasnya dalam
__ADS_1
sifat mu mirip dengan mendiang Mami mu jika sudah tertarik kepada seseorang dia tidak pantang menyerah.
kenang Rizaldi...
flashback onn
Rizaldi mama dan papa akan menjodohkan mu dengan anak dari sahabat papa semasa sekolah dahulu
Dia anak nya cantik ,baik ,dan sederhana Rizal
Dia cocok dengan mu...ujar mama Rizaldi
Ma.. Rizal nggak mau di jodohin seperti jaman Siti Nurbaya saja lagian Rizal masih muda Ma...belum mau menikah..ujar Rizaldi pada Mamanya
ketemuan saja dulu sapa tau kamu suka gimana ..?
huh..Rizaldi menarik nafas nya , terserah mama dan papa saja lah ,atur saja dimana tempat dan waktunya Rizal akan menemuinya biar nama dan papa senang
Mama dan Papa Rizaldi pun langsung mengabari sahabatnya untuk membahas tempat dan waktu di mana anak -anak mereka akan di pertemukan ,
Beberapa waktu pun berlalu sekarang saatnya bagi Rizaldi bertemu dengan wanita yang di jodoh kan orang tuanya
di sebuah kafe..di pinggiran kota , Rizaldi menghampiri seorang gadis yang sedang termenung sendirian , Hai kamu pasti putrinya om Bambang iyakan sapa.. Rizaldi yang langsung duduk di hadapan gadis itu..
" iya..per kanalkan nama saya Miranti ,
Rizaldi pun menjabat tangan nya ,Rizaldi tidak merasakan apa pun dengan gadis di hadapannya itu tapi sebaliknya Miranti yang terpesona dengan Rizaldi dan bertekad akan
membuat Rizaldi tergila-gila padanya
Dengan tujuannya nya Miranti mendekati kedua orang tua Rizaldi,
Hingga akhirnya pernikahan tidak bisa di elakkan lagi ,
Hari demi hari pun berlalu ,
Sikap Miranti yang perhatian dan keibuan membuat Benih-benih cinta pun mulai tumbuh di hati Rizaldi .
Tapi sayang semuanya tidak lama di rasakan keduanya ,
Tepat setelah Miranti melahirkan Hana ,dia mengalami pendarahan yang sangat hebat hingga tidak bisa di selamatkan .
Rizaldi yang terpukul memilih membesarkan Hani seorang diri dan menutup hatinya rapat
Banyak wanita tergila-gila padanya selain dia kaya raya dia pun memiliki wajah yang kharismatik ,
Namun Rizaldi tidak bisa melupakan Miranti ..hingga saat ini
flashback off
.
.
.
.
__ADS_1