
Aku masih membisu di depan pintu dengan rasa penasaran di hati ku
apa lebih baik aku masuk saja .Tapi aku takut malah mengganggu pekerjaan mas Danar .
Mungkin ini sangat penting makanya selarut ini mas Danar masih berada di ruang kerjanya
Saat kaki ku akan melangkah telinga ku menangkap pembicaraan mas Danar di telpon .
Beri aku waktu Hani. tak mungkin aku menceraikan nya sekarang.
Aku berjanji padamu sebelum kandungan mu membesar,
aku pastikan telah bercerai dengan nya.
Aku tersentak. bagaikan tersambar petir di siang bolong , perkataan mas Danar dengan seseorang di telpon tadi mengejutkan ku.
Aku masih tidak percaya ,aku menutup mulutku dengan kedua tangan ku,
agar tidak menimbulkan suara
air mata ku mengalir dengan sendirinya
tanpa bisa ku tahan.
Ku putuskan untuk kembali ke kamar saja.
Di dalam kamar ,aku hanya diam terpaku duduk di atas kasur . Air mata ku tidak bisa berhenti seperti air hujan yang tumpah ke bumi.
Apa yang harus aku lakukan sekarang
jerit tangis ku di dalam hati , perih bagai tergores belati.
Beri aku waktu Hani.
Perkataan mas Danar berputar kembali di pikiran ku
Sebelum kandungan mu membesar ku pastikan bercerai dengan nya.
khi...khi ..khi . suara tangisan ku tak dapat ku bendung lagi. "Aku sedih.."
Tok..tok..tok , terdengar suara pintu yang di ketuk dari luar membuat mata ku yang terpejam terbuka dengan sempurna
Astaga...lagi lagi aku ketiduran.
Ku lihat jam dinding menunjukkan pukul tujuh pagi
Tidak ada waktu untukku meratapi peristiwa semalam. Mas Danar tidak berada di kamar mungkin masih di ruang kerjanya atau malah sudah berangkat ke kantor.
Segera ku buka pintu , mang Udin sapa ku padanya
Maaf Non .apa hari ini neng Zahra tidak sekolah?
Sekolah mang .Tungguin aja ya di depan saya mau siap-siap dulu.
Baik non klo gitu saya permisi
Aku segera ke kamar Zahra .Ku lihat Zahra sudah terbangun ,dia menyambut ku dengan senyum cerah nya menunjukkan barisan giginya yang tersusun rapih.
"Mama"..teriak Zahra padaku
ku peluk dan ku kecup keningnya.
Maaf ..mama kesiangan sambil mengatub kan kedua tanganku .
Ayo mandi ! mang Udin sudah nunggu di depan
ku gendong tubuh Zahra ke kamar mandi
yang terletak di ujung kamar nya. Kupakai kan seragam sekolahnya, ku sisir rambut nya dengan rapih , kali ini ku biarkan rambutnya tergerai
Setelah nya ku dudukan tubuh Zahra di atas kursi meja makan ,ku buat kan segelas susu hangat Zahra pun langsung meminum nya hingga tandas
Sehabis sarapan ku antar Zahra sampai halaman rumah
__ADS_1
Kulihat mang Udin sudah bersiap-siap membukakan pintu mobil untuk Zahra.
Mang Udin hati- hati ya jangan ngebut- ngebut bawa nya
"Aashiap non cinta". Aku tertawa mendengar jawaban nya . Mang Udin memang begitu orang nya.
"Huh.." ku hembuskan nafasku dengan kasar syukurlah ternyata aku masih bisa tertawa
Setelah mobil yang di kendarai mang Udin melaju . Aku kembali masuk kedalam rumah. Telah ku putuskan langkah apa yang akan ku ambil .Demi Zahra dan kedua orangtuaku.
Tidak akan ku biarkan rumah tanggaku hancur
Aku akan berpura -pura tidak mengetahui nya sampai aku menemukan jalan untuk memisahkan suamiku Dengan wanita itu
Seperti hari-hari biasanya berkutat dengan pekerjaan rumah yang tiada habis-habisnya
Aku melangkah menuju kamar
berniat untuk merapikan nya.
Mata ku tertuju pada sesosok tubuh yang sedang berbaring di atas tempat tidur
Ku tatap dengan intens tubuh itu dari kejauhan
mas Danar , batin ku.
Ku kira mas Danar sudah berangkat bekerja karena tadi aku tidak melihat mobil mas Danar di garasi.
Aku mendekat guna memastikan
tiba- tiba ada yang menarik pinggang ku
tak ayal aku jatuh dan menimpa tubuhnya
mas Danar..! teriak ku kaget aku memukul pelan dada bidang nya
Mas Danar menatap wajahku, tatapannya yang mendamba membuat aku paham akan maksudnya
Segera ku lepaskan dekapan nya . Bukan nya aku menolak tapi perkataan mas Danar di telpon dengan wanita itu , terus terngiang di telinga ku .
Seperti nya aku butuh waktu untuk itu.
Kenapa.? kamu nggak kangen sama aku
Tanya mas Danar pada ku
Bukan begitu mas. .Tapi aku sedang datang bulan .
Maafkan aku mas untuk kali ini terpaksa aku berbohong padamu, batinku.
Aku belum siap, aku benar-benar belum siap
mas Danar kembali menarik tubuhku lebih dekat hingga ujung hidung kami pun saling beradu. Aku kesulitan melepaskan tubuhku karena kedua tangan mas Danar mendekap ku dengan erat
Tanpa aba-aba mas Danar langsung ******* bibirku
Akuu pasrah..
Biasanya setiap sentuhan yang di berikan mas Danar padaku membuat ku lupa diri. Tapi kali ini terasa hambar .Aku tidak merasakan apapun
Tanpa kusadari ada air bening yang mengalir di kedua sudut mataku. Segera aku menghapus nya dengan kedua tangan ku
Aku tak mau mas Danar melihat nya dan curiga padaku
Masih dengan nafsunya ,mas Danar menciumi wajahku tepat di samping telingaku mas Danar berbisik. " Mas kangen sama kamu ," sambil menggigit kecil daun telinga ku .
Aku bergidik geli di buatnya
Andai saja kamu tidak mengkhianati ku mas
mungkin aku adalah wanita yang paling beruntung di dunia ini.
Tubuhku menggeliat
__ADS_1
Mas.". kamu nggak berangkat kerja ? sambil ku coba melepaskan diri dari Kungkungan tubuh suamiku.
mas Danar bangun dan melepaskan pelukan nya .
huh... akhirnya .lega rasanya saat mas Danar memindahkan tubuhnya duduk bersandar di atas tempat tidur.
kulihat sorot matanya seperti nya ada kebimbangan di sana
nggak ! hari ini aku Pingin di rumah
aku lelah Cinta ,aku ingin istirahat sambil tersenyum menatap ku
OH..! baiklah kalau begitu aku tinggal ke belakang dulu ya mas .Aku akan masakin makanan kesukaan mu, buat makan siang nanti ,Ku belai sekilas puncak kepala nya sebelum aku berlalu
Saat kaki ku hampir mendekati pintu kamar.Aku menoleh sebentar.
Mas ..tadi koq aku ga lihat mobil kamu di luar?
OH ..itu tadi aku keluar sebentar jawab mas Danar singkat. Aku pun melanjutkan kembali niatku semula.
Di dalam kamar . Danar termenung kedua tangannya menjambak rambutnya .
Dia bingung harus bagaimana di sisi lain
dia masih berat melepaskan Cinta tapi di sisi lainnya lagi ada seorang wanita yang hampir setahun ini menjalin hubungan rahasia dengan nya sedang mengandung benihnya.
Ingatan nya menjurus pada kejadian semalam
flashback on
Sesampainya di rumah . Setelah aku membaringkan Zahra di tempat tidur nya
Aku pun ingin segera masuk ke kamar . Tubuhku terasa lelah sekali .Sehabis pulang dari luar kota tadi ,aku memang belum sempat istirahat.
Tapi saat aku akan melangkah masuk
aku ingat ada proposal yang kubawa dan belum sempat aku periksa .
Aku pun berlalu dari kamar menuju ruang kerja ku
Karna terlalu fokus aku tidak menyadari kalau sudah larut malam
Tring.. bunyi pesan masuk di handphone ku .
Ku buka dan ku baca , "sayang telpon ,
aku kangen" .
Ku abaikan saja pesan darinya karena
aku sudah mengantuk
Tring...bunyi sekali lagi . "Sayang.. telpon ,kalau ga aku nih yang telpon "
Segera ku tekan nomor nya di Handphone ku,
aku tidak mau kalau Hani sampai menelpon ku
Aku takut Cinta akan tahu.Entah apa yang akan aku katakan pada Cinta nanti
Tut..Tut. tidak lama Hani pun mengangkat telpon nya
Kami berbicara panjang lebar seperti orang yang di mabuk asmara, hingga rasa ngantuk ku pun menghilang sampai tak terasa sudah hampir fajar.
Sayang aku ingin bubur ayam ,kamu bisa anterin kesini .Aku terdiam sejenak
Baiklah jawab ku , kamu tunggu ya , aku segera menutup telponnya
Sebelum aku pergi, ku buka terlebih dahulu pintu kamar .Ku lihat Cinta terbaring lelap di peraduannya .Aku tersenyum samar lalu menutup kembali pintunya.
flashback off
.
__ADS_1
.
.