
Dua Minggu sudah berlalu dari kepergian Zahra tapi duka masih terlihat jelas di wajah Cinta
setiap hari dia selalu tidak pernah absen mengunjungi makam putrinya
Disana Cinta seperti bisa melepaskan sebagian rindunya pada putri kecil nya
Mama , papa Cinta yakin sekarang Mama sama Papa pasti sedang bersama Zahra, bersama cucu yang kalian rindukan sejak dahulu
Cinta titip Zahra ya,
Mungkin besok - besok Cinta sudah jarang ke mari
Maaf kan Cinta Ma..,Pa..Cinta akan mengakhiri rumah tangga Cinta dengan Mas Danar
Cinta sudah berusaha ...tapi Cinta gagal Ma..
Zahra ... jangan marah sama Mama Nak
Bagaimana pun hubungan Mama sama papa nanti ...
Zahra tetap putri kesayangan kami tidak akan pernah berubah walaupun Zahra sudah tidak ada.
Setelah mencurahkan isi hati nya panjang dan lebar hingga terik matahari terasa menyengat kulit, baru di saat itulah Cinta memutuskan kembali
Non ..apa mau langsung pulang Non ..?
"Entahlah Mang saya malas bertemu Mas Danar"
Cinta menghela nafas sejenak
Mengapa sejak Zahra meninggal dia selalu ada di rumah padahal saya tidak mau melihatnya sambung Cinta .
"Jangan begitu atuh Non kasian Tuan Danar"
"Mang saya tau pasti Mang Udin sudah menyadari tentang hubungan kami selama ini,
Atau malah Mang Udin sudah mengetahui nya "
"Maaf Non ".. Mang Udin menjawab dengan penuh rasa sedih seakan memang dia sudah mengetahui permasalahan yang mendera rumah tangga majikannya
"Saya akan bercerai Mang ...
mungkin besok atau lusa, saya akan pergi dari rumah itu ..".Cinta menghela nafasnya berat
"jika Non Cinta pergi, Mang Udin juga akan pulang kampung saja Non".
Cinta menatap Mang Udin dengan iba
Mang Udin kan masih bisa berkerja dengan Mas Danar Mang, saya yakin Mas Danar tidak akan memecat Mang Udin, jelas Cinta pada Mang Udin.
Tidak Non , Neng Zahra sudah tidak ada sekarang Non Cinta pun akan pergi , lalu untuk apa Mang Udin terus bekerja ,lagian juga Mang Udin sudah tua Mang Udin mau pulang kampung saja Non...ucap Mang Udin kemudian.
Cinta terharu mendengar perkataan Mang Udin
Tatapan nya menerawang jauh terselip banyak kesedihan di mata Cinta..
Non..kita mau kemana ..? jangan bengong disini atuh ..nanti kesambet..
Cinta tertawa mendengar celetukan Mang Udin
Kita pulang saja Mang lagian saya bingung mau kemana
__ADS_1
Dret...Dret... handphone Cinta bergetar
hallo...iya ...baik pak saya segera kesana.. tutup Cinta...
Mang tidak jadi ke rumah ,antarkan saya ke kantor polisi saja
Baik Non ..
Mang Udin pun segera melajukan mobilnya
Sesampainya di kantor polisi yang di tuju
Cinta segera turun , dengan tenang dia langkahkan kaki nya masuk ke tempat yang selama ini tidak pernah dia datangi
Tiba-tiba Bu...tolong jangan tuntut suami saya dia tidak sengaja Bu .. seorang wanita yang sedang menggendong balita bersimpuh di depan tubuh Cinta
Cinta terkejut di tatap nya wajah wanita itu yang di penuhi dengan air mata
Sekarang mata Cinta berpindah menatap wajah balita yang ada dalam gendongan wanita itu
.
Cinta tersenyum melihat wajah balita itu tanpa terasa tangan nya terulur dan membelai rambut balita itu dengan penuh kasih
Lalu Cinta pun berlalu tanpa memberikan jawaban apapun
Sesampainya di dalam ruangan
Selamat siang ..sapa Cinta kepada polisi yang sedang duduk berhadapan dengan seorang lelaki yang sedang menundukkan kepalanya
siang Bu .. silahkan duduk jawab polisi itu
seperti yang sudah saya jelaskan tadi di telpon
keputusan ada di tangan ibu Cinta apakah ibu Cinta akan mengajukan tuntutan hukum atas orang ini yang telah menabrak putri ibu jelas polisi itu.
Tidak pak. saya tidak akan menuntut apapun padanya ini sudah takdir dan saya yakin dia tidak menabrak putri saya dengan sengaja
laki - laki itu pun menengadah kan wajahnya dia tidak percaya Cinta akan membebaskan nya
atas ketidak kesengajaan nya pada waktu itu yang menyebabkan seorang anak kecil kehilangan nyawanya
Maafkan saya Bu....saya memang benar-benar tidak sengaja menabrak anak ibu..jelas lelaki itu sambil melipat kedua tangannya memohon ampunan.
Sudahlah Pak saya sudah memaafkan bapak atas peristiwa itu
ujar Cinta
"Terimakasih banyak Bu...semoga tuhan membalas semua kebaikan ibu kepada saya".
Cinta tersenyum sambil mengangguk
"Baiklah kalau begitu kasus ini kita tutup dengan damai ", ucap polisi itu.
Baik pak trimakasih banyak untuk semuanya kalau begitu saya pamit dulu ucap Cinta
Cinta pun segera pergi dari dalam ruangan itu masih berdiri seorang ibu yang menangis sambil menggendong anak balita di depan ruangan yang baru saja di tinggalkan Cinta
Cinta pun mendekati nya dan mengelus pundaknya ," Jangan menangis suami mu tidak akan ditahan " ucap Cinta menenangkan wanita itu
wanita itu terkejut tak percaya , ia senang bukan kepalang mendengar nya
__ADS_1
"Terimakasih banyak Bu..semoga kebaikan hati ibu di balas oleh tuhan yang maha kuasa"
"Sama- Sama Bu ..saya permisi dulu"
Cinta pun pergi menuju mobil yang terparkir di depan kantor polisi itu
Sesampainya di dalam mobil " Mang kita pulang "
"Baik Non "..
Mang Udin pun segera melajukan mobilnya
Sesampainya di rumah
Di lihat Cinta mobil Danar masih terparkir di halaman rumah
Hah .. ternyata dia masih disini batin Cinta
Dengan berat hati Cinta pun melangkah kan kaki nya masuk ke dalam rumah yang pernah menjadi surga untuknya..
Cinta...
panggil Danar yang sejak tadi menunggu kepulangan istrinya itu
Cinta pun menoleh ke arah suara bariton Khas milik Danar
Dilihatnya lelaki yang masih menjadi suaminya itu sedang duduk di ruang tamu
Cinta pun mendekat ke arah Danar
Anda memanggil saya , ucap Cinta
Danar sedikit terkejut atas jawaban dari istrinya
Duduk lah aku ingin berbicara dengan mu
Cinta pun menurut dan duduk di sebelah Danar
"Ada Pa kata kan lah ,aku tidak ingin berlama-lama di sini..ujar Cinta tanpa menatap ke arah Danar suaminya
Entah apa yang kau pikirkan tentang ku..tapi ..Danar tidak melanjutkan perkataannya Seakan dia sedang menyusun kalimatnya
Tapi aku ingin sekali meminta maaf kepadamu
terutama terhadap putri kita Za..
Hentikan..apa mulut mu pantas menyebut nama putri ku potong Cinta ...dengan mata yang melebar seakan menahan amarahnya
Danar terkejut melihat respon istrinya
Selama pernikahan nya baru kali ini dia melihat sisi lain dari istrinya
Berkata lah yang sopan Aku masih suami mu Cinta..
Danar mengingat kan statusnya
"Yah ..bukan kah itu hanya di atas kertas
Apakah kau tau arti dari kata suami ." .tanya Cinta pada Danar
Heh.. ku rasa kau bahkan tidak mengetahui nya ..lanjutnya yang membuat Danar diam seribu bahasa
__ADS_1