Cinta Yang Terkoyak

Cinta Yang Terkoyak
BAB 20 Menghilang nya Cinta


__ADS_3

Keesokan hari nya seperti yang telah di janjikan Danar kepada Hani , hari ini Danar berangkat ke pengadilan agama untuk mengurus segala macam persyaratan cerai nya dengan Cinta


Wanita yang sebenarnya masih mengisi relung hatinya


Dengan berat hati dia menanda tangani berkas- berkas yang harus di tandatangani nya


Setelah selesai semua Danar pun berlalu Dengan membawa surat yang harus di bubuhi Dengan ngan tanda tangan dari Cinta selaku tergugat


Danar mengendarai mobil nya dengan sangat pelan nya seakan - akan dia tidak mau mobil itu cepat sampai pada tujuan nya


Kenangan - kenangan indah nya bersama dengan keluarga kecilnya dulu begitu mengesankan baginya


Semakin ingin dia lupakan tapi anehnya malah semakin melekat


Hingga tidak terasa mobilnya telah berhenti didepan halaman rumah yang sangat dia rindukan


Rumah dimana dia menghabiskan masa kecilnya bersama kedua orang tuanya


Rumah dimana dia pun tempati bersama anak istrinya


Danar tak kuasa menahan tangisnya


Berat sekali kakinya akan melangkah


Di tatapnya rumah yang terlihat sepi seperti tidak ada penghuninya


Dengan mobil yang biasa di kendarai Mang Udin masih berada di dalam garasi


Seperti sudah tidak terpakai lagi


Danar pun tidak melihat keberadaan Mang Udin di sana...


perlahan di bukanya pintu mobil


Dengan langkah yang pelan dia mendekat ke arah pintu rumahnya


Di ketuk nya pintu itu beberapa kali


Tok...Tok..Tok...tapi tidak ada sahutan dari dalam


Di ulang nya lagi berkali-kali tapi tetap sama tidak ada jawaban


Danar yang penasaran menekan handle pintu nya " Tidak terkunci Kenapa dia ceroboh sekali"


Batin Danar


Danar pun segera masuk betapa dia terkejut melihat suasana di dalam rumah nya yang di rasakan nya ada perubahan


Dia tidak melihat lagi foto keluarga kecilnya yang terpampang jelas bila saat membuka pintu rumah nya


Di lirik nya ke arah tembok ruang tamunya Sama di situ pun sudah tidak ada lagi satu pun foto mereka yang bertengger


Ada perasaan sedih dan kecewa di hatinya


Danar melangkah menuju ruang kamar yang di yakini nya Cinta berada di sana


Di lihatnya pintu kamar yang tertutup dengan rapat


" Apa dia masih tertidur jam segini " berkata lirih yang hanya bisa dia dengar

__ADS_1


Danar langsung membuka pintunya tanpa mengetuk nya terlebih dahulu


Tapi dia tertegun saat melihat ruang kamar yang tampak kosong dan terlihat begitu rapih seperti tidak ada yang menidurinya


Kemana Cinta , Danar pun kembali menutup pintunya dan pergi ke dapur


Sesampainya di dapur Danar pun tidak melihat keberadaan Cinta di sana


Lalu dia menuju ke kamar Mang Udin di ketuk nya tapi tidak ada jawaban dari dalam di buka nya pintu kamar Mang Udin, sama ..kosong seperti sudah tidak ada yang menidurinya


Danar pun kembali ke kamar yang di tempati nya bersama istrinya, di bukanya lemari pakaian di lihatnya sudah tidak ada satupun pakaian Cinta di sana...


" Ternyata dia sudah pergi.." lirih ....


Dimana kau Cinta..mengapa kau tidak menunggu ku, sebegitu bencinya kah kau padaku oh....istriku sayang maafkan aku...


Danar menangis seperti anak kecil yang di tinggal ibunya


Lama dia meratapi kepergian Cinta


Sebelum dia memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah yang penuh dengan kenangan itu


Tapi pada saat kaki nya akan melangkah dia mendapati ada sepucuk surat di atas Nakas


Segera di ambil oleh Danar lalu di buka nya


Terlihat tulisan tangan yang sangat dia kenali


Segera di baca nya dengan seksama


To..Danar Wijaya..


Maafkan aku Mas aku pergi tanpa menemui mu terlebih dahulu


Terimakasih dalam beberapa tahun yang lalu kau pernah menjadi suami yang baik bagiku


Sebelum pertemuan mu dengan wanita penggoda itu


Sekarang aku telah ikhlas melepaskan mu


Pesan ku satu setelah kau menikah dengannya


Jadilah suami dan ayah yang baik untuk calon keluarga mu kelak jangan kau sakiti seperti kau


Menyakiti aku dan Zahra


Satu lagi untuk perceraian kita sudah aku serahkan kuasa kepada pengacara ku


mungkin dia akan segera menghubungi mu


Selamat Tinggal Mas...jaga dirimu


Cinta. .


**


Danar meremas surat itu dan melemparnya sembarang


Dia terduduk di atas lantai dan bersandar di ranjang kamarnya

__ADS_1


Sambil menangis dia menjambak- Jambak rambutnya


Hatinya pilu ..terasa separuh jiwa nya pergi meninggalkan nya


" Ya Tuhan. ..jaga dia untukku dimana pun dia berada saat ini"


Dret ..Dret ...Dret .. handphone Danar berbunyi


di raih nya benda pipih itu ,terlihat sang penelepon My Hani.. segera di angkat nya


" Sayang kau dimana ?" tanya Hani


Cepat kemari aku sedang berada di rumah Dady lanjutnya lagi


Iya baiklah aku akan segera kesana tutup Danar


Segera di masukan nya kembali handphone nya ke dalam saku celana nya


Danar pun bangkit dari duduknya terlihat wajah nya di pantulan cermin meja rias di mana tempat Cinta menghabiskan waktunya sebelum tidur


Mataku sembab sebaiknya aku cuci muka terlebih dahulu..


Danar pun melangkah ke kamar mandi


lalu mencuci wajah nya dengan air


Sebelum keluar di lihatnya masih ada pakaian Cinta yang tergantung di balik pintu kamar mandi


Di raih nya pakaian itu di dekap dan di cium oleh Danar masih terasa aroma khas tubuh istrinya yang menempel di sana


Danar sangat hafal baju itu baju favorit istrinya bila sedang di rumah


Setelah puas mencium dan memeluk pakaian itu dia kembali menggantungnya ke tempat semula dan berlalu pergi


Danar pun segera mengendarai mobil nya Menuju kediaman Rizaldi Prayoga


Dia tahu pasti Rizaldi akan membahas rencana hari pernikahan nya dengan Hani


" Baiklah mungkin sekarang saatnya aku tentukan hari pernikahan ku ,aku tidak mau terjadi apa-apa dengan kandungannya


Bayi itu tidak berdosa , ujar Danar seorang diri


hingga tidak terasa mobil yang dikendarai nya telah tiba di depan gerbang rumah yang begitu megah yang di jaga dengan beberapa orang secuirity yang berdiri dengan sigap di sana


Danar pun menyalakan klakson mobil nya


Dengan cepat secuirity itu berlari menghampiri Danar


Siap pak ada yang bisa saya bantu sapa secuirity itu memberikan salam


Danar pun membuka kaca mobil nya


Oh pak Danar Maaf saya kira siapa


Maaf saya tidak mengenali mobil Pak Danar


Ucap secuirity itu dengan sedikit takut


Tidak apa biasanya saya kemari selalu bersama dengan Hani menggunakan mobil nya jadi wajar bila kau tidak mengenali mobil ini ucap Danar

__ADS_1


Silahkan masuk ,pak Danar Non Hani dan tuan Rizaldi sedang menunggu kedatangan anda


ujar satpam itu sambil membukakan gerbang nya


__ADS_2