
Keesokan hari nya seperti yang telah di janjikan Danar kepada Hani , hari ini Danar berangkat ke pengadilan agama untuk mengurus segala macam persyaratan cerai nya dengan Cinta
Wanita yang sebenarnya masih mengisi relung hatinya
Dengan berat hati dia menanda tangani berkas- berkas yang harus di tandatangani nya
Setelah selesai semua Danar pun berlalu Dengan membawa surat yang harus di bubuhi Dengan ngan tanda tangan dari Cinta selaku tergugat
Danar mengendarai mobil nya dengan sangat pelan nya seakan - akan dia tidak mau mobil itu cepat sampai pada tujuan nya
Kenangan - kenangan indah nya bersama dengan keluarga kecilnya dulu begitu mengesankan baginya
Semakin ingin dia lupakan tapi anehnya malah semakin melekat
Hingga tidak terasa mobilnya telah berhenti didepan halaman rumah yang sangat dia rindukan
Rumah dimana dia menghabiskan masa kecilnya bersama kedua orang tuanya
Rumah dimana dia pun tempati bersama anak istrinya
Danar tak kuasa menahan tangisnya
Berat sekali kakinya akan melangkah
Di tatapnya rumah yang terlihat sepi seperti tidak ada penghuninya
Dengan mobil yang biasa di kendarai Mang Udin masih berada di dalam garasi
Seperti sudah tidak terpakai lagi
Danar pun tidak melihat keberadaan Mang Udin di sana...
perlahan di bukanya pintu mobil
Dengan langkah yang pelan dia mendekat ke arah pintu rumahnya
Di ketuk nya pintu itu beberapa kali
Tok...Tok..Tok...tapi tidak ada sahutan dari dalam
Di ulang nya lagi berkali-kali tapi tetap sama tidak ada jawaban
Danar yang penasaran menekan handle pintu nya " Tidak terkunci Kenapa dia ceroboh sekali"
Batin Danar
Danar pun segera masuk betapa dia terkejut melihat suasana di dalam rumah nya yang di rasakan nya ada perubahan
Dia tidak melihat lagi foto keluarga kecilnya yang terpampang jelas bila saat membuka pintu rumah nya
Di lirik nya ke arah tembok ruang tamunya Sama di situ pun sudah tidak ada lagi satu pun foto mereka yang bertengger
Ada perasaan sedih dan kecewa di hatinya
Danar melangkah menuju ruang kamar yang di yakini nya Cinta berada di sana
Di lihatnya pintu kamar yang tertutup dengan rapat
" Apa dia masih tertidur jam segini " berkata lirih yang hanya bisa dia dengar
__ADS_1
Danar langsung membuka pintunya tanpa mengetuk nya terlebih dahulu
Tapi dia tertegun saat melihat ruang kamar yang tampak kosong dan terlihat begitu rapih seperti tidak ada yang menidurinya
Kemana Cinta , Danar pun kembali menutup pintunya dan pergi ke dapur
Sesampainya di dapur Danar pun tidak melihat keberadaan Cinta di sana
Lalu dia menuju ke kamar Mang Udin di ketuk nya tapi tidak ada jawaban dari dalam di buka nya pintu kamar Mang Udin, sama ..kosong seperti sudah tidak ada yang menidurinya
Danar pun kembali ke kamar yang di tempati nya bersama istrinya, di bukanya lemari pakaian di lihatnya sudah tidak ada satupun pakaian Cinta di sana...
" Ternyata dia sudah pergi.." lirih ....
Dimana kau Cinta..mengapa kau tidak menunggu ku, sebegitu bencinya kah kau padaku oh....istriku sayang maafkan aku...
Danar menangis seperti anak kecil yang di tinggal ibunya
Lama dia meratapi kepergian Cinta
Sebelum dia memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah yang penuh dengan kenangan itu
Tapi pada saat kaki nya akan melangkah dia mendapati ada sepucuk surat di atas Nakas
Segera di ambil oleh Danar lalu di buka nya
Terlihat tulisan tangan yang sangat dia kenali
Segera di baca nya dengan seksama
To..Danar Wijaya..
Maafkan aku Mas aku pergi tanpa menemui mu terlebih dahulu
Terimakasih dalam beberapa tahun yang lalu kau pernah menjadi suami yang baik bagiku
Sebelum pertemuan mu dengan wanita penggoda itu
Sekarang aku telah ikhlas melepaskan mu
Pesan ku satu setelah kau menikah dengannya
Jadilah suami dan ayah yang baik untuk calon keluarga mu kelak jangan kau sakiti seperti kau
Menyakiti aku dan Zahra
Satu lagi untuk perceraian kita sudah aku serahkan kuasa kepada pengacara ku
mungkin dia akan segera menghubungi mu
Selamat Tinggal Mas...jaga dirimu
Cinta. .
**
Danar meremas surat itu dan melemparnya sembarang
Dia terduduk di atas lantai dan bersandar di ranjang kamarnya
__ADS_1
Sambil menangis dia menjambak- Jambak rambutnya
Hatinya pilu ..terasa separuh jiwa nya pergi meninggalkan nya
" Ya Tuhan. ..jaga dia untukku dimana pun dia berada saat ini"
Dret ..Dret ...Dret .. handphone Danar berbunyi
di raih nya benda pipih itu ,terlihat sang penelepon My Hani.. segera di angkat nya
" Sayang kau dimana ?" tanya Hani
Cepat kemari aku sedang berada di rumah Dady lanjutnya lagi
Iya baiklah aku akan segera kesana tutup Danar
Segera di masukan nya kembali handphone nya ke dalam saku celana nya
Danar pun bangkit dari duduknya terlihat wajah nya di pantulan cermin meja rias di mana tempat Cinta menghabiskan waktunya sebelum tidur
Mataku sembab sebaiknya aku cuci muka terlebih dahulu..
Danar pun melangkah ke kamar mandi
lalu mencuci wajah nya dengan air
Sebelum keluar di lihatnya masih ada pakaian Cinta yang tergantung di balik pintu kamar mandi
Di raih nya pakaian itu di dekap dan di cium oleh Danar masih terasa aroma khas tubuh istrinya yang menempel di sana
Danar sangat hafal baju itu baju favorit istrinya bila sedang di rumah
Setelah puas mencium dan memeluk pakaian itu dia kembali menggantungnya ke tempat semula dan berlalu pergi
Danar pun segera mengendarai mobil nya Menuju kediaman Rizaldi Prayoga
Dia tahu pasti Rizaldi akan membahas rencana hari pernikahan nya dengan Hani
" Baiklah mungkin sekarang saatnya aku tentukan hari pernikahan ku ,aku tidak mau terjadi apa-apa dengan kandungannya
Bayi itu tidak berdosa , ujar Danar seorang diri
hingga tidak terasa mobil yang dikendarai nya telah tiba di depan gerbang rumah yang begitu megah yang di jaga dengan beberapa orang secuirity yang berdiri dengan sigap di sana
Danar pun menyalakan klakson mobil nya
Dengan cepat secuirity itu berlari menghampiri Danar
Siap pak ada yang bisa saya bantu sapa secuirity itu memberikan salam
Danar pun membuka kaca mobil nya
Oh pak Danar Maaf saya kira siapa
Maaf saya tidak mengenali mobil Pak Danar
Ucap secuirity itu dengan sedikit takut
Tidak apa biasanya saya kemari selalu bersama dengan Hani menggunakan mobil nya jadi wajar bila kau tidak mengenali mobil ini ucap Danar
__ADS_1
Silahkan masuk ,pak Danar Non Hani dan tuan Rizaldi sedang menunggu kedatangan anda
ujar satpam itu sambil membukakan gerbang nya