
Rafa yang baru saja sampai ke rumah langsung pergi menemui Alini yang berada di dalam kamar. Matanya berapi-api, tangannya mengepal erat, sekeras mungkin dia mencoba untuk bersabar, namun rasanya tidak bisa. Semua bencana ini terjadi karena Alini yang dengan teganya membocorkan rahasia mereka pada Nuri.
"Alini, dimana kamu!" Rafa berteriak sepanjang berjalan menuju ke kamar. Hingga ketika dia berhasil memasuki kamarnya, dia melihat Alini yang sedang tersenyum sambil menatap buku nikah mereka.
Rupanya memang benda itulah yang menjadi penyebab Nuri mengetahui rahasia mereka Hal itu juga menjadi penyebab kehancuran rumah tangganya dan Ayu.
"Ada apa sih Mas kok marah-marah?" tanya Alini sambil beranjak dari ranjangnya. Dia mendatangi Rafa dan hendak memeluknya. Namun, Rafa yang masih terbakar emosi langsung mendorongnya dengan kasar.
"Kamu sengaja enak perlihatkan buku nikah itu ke mamanya Ayu agar pernikahan kami hancur? Kamu hampir saja menghilangkan nyawa seseorang, sadar, nggak, kamu?" tanya Rafa dengan tatapan yang sangat tajam dan penuh kebencian.
"Jadi kamu lebih membela dia daripada aku? Kamu lebih milih dia?"
__ADS_1
"Ya, jelas aku lebih memilih dia karena dia nggak selicik kamu. Kamu sampai tega mengancam keselamatan orang lain demi keuntunganmu sendiri!" Teriakan Rafa begitu menggelegar dalam ruangan itu. Sepertinya dia benar-benar sangat frustrasi setelah kehilangan Ayu.
"Tapi sayang sekali Mas dia nggak milih kamu. Karena kamu adalah laki-laki egois yang menginginkan dua wanita sekaligus. Astaga, dari siapa sifat ini menurun? Dari papamu?"
Ucapan kurang ajar Alini pun langsung membuat Rafa melayangkan sebuah tamparan ke pipinya dengan keras. Bahkan membuat sudut bibir Alini berdarah.
"Berani banget kamu nampar aku, Mas? Kamu mau melakukan KDRT sama aku? Mau aku laporin polisi? Oke, akan aku laporkan sekarang juga agar kamu tahu rasa!"
Namun, saat diujung tangga, Alini ditarik oleh Rafa sehingga mereka saling tarik-menarik. Alini yang kehilangan keseimbangan pun hendak jatuh ke bawah. Namun, Rafa menarik Alini dan membiarkan tubuhnya yang jatuh menuruni anak tangga hingga sampai ke dasar.
Alini berteriak ketika Rafa sudah terkapar tak sadarkan diri dengan darah yang mengalir dari kepalanya.
__ADS_1
Dia pun langsung membawa Rafa ke rumah sakit dengan diantarkan sopir.
"Mas, kamu jangan mati, Mas, nanti keluarga kamu ngerebut hartamu, terus aku gimana?" Tega, Alini malah menangisi harta Rafa, padahal pria itu sudah mengorbankan dirinya demi Alini.
Sesampainya di rumah sakit, Rafa pun langsung mendapatkan pertolongan. Tindakan operasi pun menjadi jalan satu-satunya karena kondisinya yang sangat parah. Terjatuh dari tangga yang sangat tinggi dengan posisi berguling yang menyebabkan beberapa bagian tubuhnya terbentur anak tangga yang terbuat dari marmer.
Setelah tindakan operasi dilakukan, akhirnya Rafa dipindahkan ke ruang rawat. Beberapa hari kemudian, dia pun tersadar dan menyadari bahwa kedua kakinya tidak bisa digerakkan.
"Saya minta maaf karena harus menyampaikan berita ini. Karena benturan yang cukup keras pada tulang ekor anda ketika jatuh dari tangga, anda mengalami lumpuh permanen," ucap sang dokter yang langsung membuat Rafa dan ibunya menangis kencang. Alini juga tampak menangis, namun tentu saja itu hanyalah akting karena dia tidak memperdulikan bagaimana Rafa yang sekarang sudah tidak bisa apa-apa lagi karena menyelamatkannya.
'Andai aja kamu nggak egois, pasti aku bakalan tarik tangan kamu sebelum jatuh. Aku punya kesempatan untuk itu. Tapi, rasanya aku nggak sudi nolongin kamu. Rasain kamu, Mas, rasain!' batin Alini sambil tertawa dalam hati.
__ADS_1