
Sofia terkejut melihat seseorang yang menarik tangannya ternyata adalah Rafa. Tak hanya dia, Alini juga terkejut karena Rafa tiba-tiba saja bisa berdiri dan berlari menolong Sofia.
"Mas, kamu udah sembuh?" tanya Sofia hampir tak percaya.
"Aku sembuh, Sof. Aku udah bisa berjalan lagi." Rafa juga tak menyangka jika kakinya bisa digerakkan. Mungkin karena tadi adalah kondisi darurat sehingga kakinya tiba-tiba saja bisa digerakkan.
"Alhamdulillah, Mas, kamu sembuh." Sofia juga tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya.
"Sof, aku sudah sembuh, bagaimana kalau kita menikah? Rasanya setiap bertemu denganmu, hari-hari yang aku lalui penuh dengan keberkahan."
Sofia tak menyangka jika Rafa akan mengatakannya secepat ini. Tapi, memang tak ada salahnya memulai sesuatu yang baru dengan orang lebih baik. Toh dia dan Rafa sama-sama memiliki latar belakang yang hampir sama. Hanya saja, Rafa tak sepenuhnya korban, sedangkan Sofia sepenuhnya adalah korban.
"Iya, Mas, aku mau nikah sama kamu. Kita mulai hidup baru dan menutup luka kita masing-masing," ucap Sofia dengan tatapan lembutnya.
Alini yang menyaksikannya hanya bisa mengepalkan tangannya erat. Dia tidak tahu jika Rafa ternyata memiliki peluang untuk sembuh. Kalau tahu begitu, dia tidak akan berselingkuh dan menikahi pria tua bangka di sampingnya ini. Sudah tua, perutnya buncit, terlebih nafasnya bau.
***
Beberapa bulan kemudian.
__ADS_1
"Nggak sangka, ya, kita bisa double date kayak gini," ucap Ayu pada ketiga orang yang ada di depannya. Ada Khai, Sofia, dan Rafa. Setelah Sofia dan Rafa menikah, hubungan Ayu dan Rafa pun mulai membaik dan mereka menjadi teman. Tidak ada rasa dendam apalagi benci, terlebih lagi, dalam pernikahan mereka, Ayu tidak kehilangan apapun kecuali statusnya saja.
"Iya, aku senang sekali kita tetap bisa menjalin hubungan persahabatan. Nggak disangka jodohku ternyata Mas Rafa," ucap Sofia yang langsung membuat Rafa tersenyum.
"Mas Rafa nggak banyak nuntut, kan, Sof?" tanya Ayu dengan tatapan penuh selidik.
"Enggak, kok, kamu jangan khawatir, dia sudah banyak berubah," ucap Sofia sambil tertawa kecil.
"Syukurlah, aku cuma nggak mau sahabat aku kecewa." Ayu tersenyum lega. Sejak mereka menikah, dia masih memikirkan bagaimana nasib Sofia jika Rafa masih bersikap seperti dulu. Tapi sepertinya, pelajaran hidup telah membuat Rafa sadar bahwa tidak semua keinginannya harus tercapai. Terkadang dia juga harus menerima kekurangan orang lain jika ingin hidup saling melengkapi.
"Oh ya, temanku baru saja mengatakan bahwa dia memiliki pasien rumah sakit bernama Alini," ucap Khai yang langsung membuat mereka semua terkejut.
"Alini? Dia sakit apa?" tanya Ayu penasaran.
Ucapan Khai membuat semuanya terkejut. Mereka sama sekali tidak menyangka jika hal ini akan mendapatkan penyakit yang mematikan itu.
"Tapi ini adalah buah dari apa yang dia lakukan," ucap Rafa yang sama sekali tidak merasa kasihan pada wanita yang telah menghancurkan hidupnya.
"Sudahlah, nggak baik menyimpan dendam lama-lama," ucap Sofia berusaha menenangkan semuanya.
__ADS_1
"Oh ya, aku ingin mengabarkan kalian sesuatu," sambungnya.
"Apa, Al? Sepertinya yang ingin kamu katakan adalah hal yang sangat penting," ucap Rafa penasaran.
"Ini." Sofia memberikan sebuah foto pada mereka. Itu adalah foto sebuah tespek yang terdapat garis merahnya.
"Kamu hamil, Sof?" tanya Ayu hampir tak percaya.
Alini langsung mengangguk dan tersenyum. Rafa tak bisa membendung air matanya lagi. Dia memeluk Sofia sambil menangis haru.
Ayu dan Khai juga turut bahagia karena kehamilannya ini. Sepertinya anak mereka hanya memiliki selisih beberapa bulan saja karena saat ini Ayu juga sedang hamil tiga bulan.
Mereka merayakan kehamilan Sofia dengan Khai yang tampil di depan untuk bernyanyi. Suaranya lumayan merdu, membuat suasana semakin menyenangkan saja.
Ayu menatap suaminya yang tampan rupawan itu. Suami yang sangat mencintainya dan tak pernah membuatnya memohon untuk dicintai. Dia memang pernah mengalami perpisahan dengan Rafa, namun setelahnya dia pun bertemu dengan Khai.
Perpisahan pastilah selalu menyakitkan, itu kewajaran pada manusia. Tetapi, yakinlah bahwa selalu ada rencana di balik itu semua yang telah Tuhan rencanakan.
TAMAT
__ADS_1
Yuk, baca karya terbaru author