
Sofia sedang sibuk berbelanja di minimarket. Setelah selesai, dia pun bermaksud membayar belanjaannya. Namun sialnya, dompetnya malah ketinggalan dan ponselnya mati total.
"Gimana, Mbak?" tanya seorang kasir pada Sofia yang terlihat bingung.
"Mbak, saya tinggal bentar, ya, saya ambil uang dulu ke rumah. Dompet saya ketinggalan. Atau...Mbak ada charger buat hp saya?" tanya Sofia sambil menunjukkan ponselnya yang mati pada sang kasir.
"Yaelah, cerita lama. Kalau nggak nggak punya uang ya jangan belanja di sini, Mbak, ucap sang kasir dengan wajah malas. Sepertinya drama seperti ini sudah sering dilihatnya.
"Saya nggak ngarang, Mbak, saya salah bawa tas."
"Bayar pakai ini, ya, sekalian punya saya," ucap seseorang hingga membuat sang kasir sedikit melihat ke bawah.
"Mas Rafa?" ucap Sofia saat melihat Rafa datang dan menyerahkan sebuah kartu kredit.
"Eh, Mas, nggak usah, aku bisa bayar sendiri," ucap Sofia yang merasa tidak enak menerima pertolongan dari Rafa.
__ADS_1
"Udahlah, Mbak, ada yang niat bayarin kok ditolak. Tadi katanya nggak bawa uang," ucap si kasir sambil menerima kredit card dari Rafa.
Setelah membayar, mereka berdua pun keluar. Sofia mendorong kursi roda Rafa sampai ke luar karena sang sopir sedang mengisi bensin di ujung jalan.
Mereka pun mengobrol di depan minimarket sembari menunggu sopir datang.
"Kamu sekarang tinggal dimana, Sof? Nggak di apartemen lagi?" tanya Rafa membuka pembicaraan.
"Enggak, Mas, sekarang aku tinggal di jln mutiara. Aku ngontrak di sana sambil kerja," ujar Sofia.
"Oh, suami kamu mana?"
Rafa terdiam mendengar jawaban Sofia. Berharap semoga saja pertanyaannya tidak melukai Sofia.
Namun, sedang asyik-asyiknya mengobrol, tiba-tiba saja, turunlah sepasang kekasih yang membuat mata Rafa terbelalak sempurna. Terlihat Alini menggandeng seorang pria kaya yang lumayan tua.
__ADS_1
Tapi, sepertinya Rafa tidak perlu kaget lagi karena Alini memang suka selingkuh. Namun, kali ini, pria yang dilihat Rafa berbeda dengan pria yang dipergokinya saat selingkuh dengan Alini.
Semula, dia mencoba untuk mengabaikannya. Namun, tidak disangka, Alini berhenti bersama kekasihnya dan tersenyum mengejek ke arahnya
"Duh, duh, ada mantan suami nggak berguna di sini. Masih gini aja, Mas? Nggak capek jadi orang nggak berguna?" ucap Alini hingga membuat Sofia terkejut.
"Mbak, tolong dijaga omongannya, ucap Sofia memberanikan diri. Dia tak terima jika ada orang yang dihina seperti itu tepat di hadapannya.
"Siapa kamu? Ah, temannya Ayu, ya? Sekarang kamu sama Rafa? Wah, wah, yakin kamu sama dia? Dia ini nggak berguna, lho. Egois lagi."
"Itu nggak ada hubungannya dengan yang saya katakan sama Mbak. Tolong dijaga mulutnya agar nggak sembarangan menghina orang lain."
"Heh! Mending kamu sholat sana! Ngaji yang rajin, ngapain berduaan sama laki-laki di sini, dasar janda gatel."
"Apa kamu bilang? Janda gatel? Kamu tuh yang perempuan doyan laki. Nggak takut kena penyakit?" Kebetulan sekali saat ini Sofia sedang PNS. Dipancing seperti itu, jelas saja dia langsung marah.
__ADS_1
"Heh, diem, kamu! Berani kamu!" Alini mendatangi Sofia dan mendorongnya hingga Sofia terjatuh ke jalan. Dan sialnya, saat dia berdiri dengan kaki yang sedikit pinc*ng, ada sebuah sepeda motor yang melaju dengan kecepatan tinggi ke arahnya.
"Aaaaaaaa!" Sofia berteriak, hingga tangan seseorang tiba-tiba saja menariknya dengan cepat hingga dia terhindar dari bahaya.