
Pesta semakin meriah saja. Namun, ada seseorang yang sejak tadi menjadi perhatian Ayu. Seorang pria yang duduk di kursi roda sedang makan bersama beberapa orang temannya.
"Sayang, apa itu temanmu?" tanya Ayu pada Khai. Dia pun menatap pria yang menggunakan kursi roda itu dengan seksama.
"Hmmm, kayaknya enggak. Atau jangan-jangan kamu yang undang, ya?" tanya balik Khai yang malah berpikir kalau Ayu yang mengundangnya.
"Tapi dari belakang kok kayak Mas Rafa, ya?" gumam Ayu. Dia masih ingat bagaimana kepala pria itu terlihat jika dari belakang.
"Hah? Masa, sih? Mana mungkin dia pake kursi roda, ada-ada aja, deh, kamu."
Mereka terus memperhatikan pria itu, sampai akhirnya, ketika pria itu berbalik, mereka berdua pun terkejut karena pria itu benar-benar Rafa. Mereka memang mengundang Rafa karena dia juga pebisnis dan mantan suami Ayu.
"Mas Rafa? Dia sekarang pake kursi roda? Tapi kenapa?" ucap Ayu yang masih terkejut.
"Kenapa, Sayang, kok kayaknya kamu terkejut?" tanya Nuri yang sengaja mendatangi Ayu karena melihat raut wajahnya yang sepertinya terkejut.
"Itu, Ma, kok Mas Rafa pake kursi roda? Emangnya sakit apa?" tanya Ayu dengan tatapan heran.
__ADS_1
"Dia jatuh dari tangga, terus lumpuh," ucap Nuri. Dia sudah mengetahui berita tentang Rafa, tapi enggan memberi tahu Ayu.
"Astaga, kasihan sekali dia. Untung aja ada Alini yang ngurus dia, ucap Ayu dengan tatapan sedih.
"Alini udah pergi, mereka udah bercerai karena Alini ketahuan selingkuh. Makanya dia datang ke sini sama sopirnya."
"Kasian banget Mas Rafa, semoga suatu saat dia bisa sembuh," ucap Ayu dengan tatapan prihatin.
"Udah, jangan terlalu dipikirkan, nanti suka lagi, gimana," goda Khai yang langsung membuat Ayu menatapnya kesal.
Beberapa saat kemudian, Rafa pun menuju ke arah pelaminan karena ingin berpamitan pulang.
"Selamat, ya, aku sangat terharu karena kalian mau mengundang aku ke acara pernikahan kalian."
"Terima kasih, Mas, terima kasih juga sudah mau datang," ucap Ayu sambil tersenyum ramah. Tak ada sedikitpun dendam di hatinya meskipun Rafa adalah orang yang pernah melukainya.
"Aku senang melihatmu bahagia dengan laki-laki yang mencintaimu dengan tulus. Aku malu banget kalau ingat gimana aku dulu ke kamu. Sekarang aku udah mendapatkan karma akibat perbuatanku."
__ADS_1
"Mas, jangan jadikan keadaanmu sebagai alasan untukmu putus asa. Tuhan pasti memiliki rencana yang lebih baik untukmu," ucap Ayu sambil tersenyum kecil.
"Iya, teruslah bersemangat menjalani hidup ini. Jangan sampai tahun ini aku yang jadi pemenang penghargaan lagi," goda Khai hingga membuat Rafa terkekeh.
Dia pun segera berpamitan dan meninggalkan pelaminan.
"Eh, itu Sofia, Mas," ucap Ayu sambil menunjuk sahabat baiknya yang selama ini tidak ada kabar sama sekali. Bahkan Sofia sudah tidak tinggal lagi di apartemennya. Entah mengapa, padahal Ayu sama sekali tidak memiliki masalah dengan Sofia.
"Sofia? Dia temanmu?" tanya Khai dengan tatapan heran.
"Iya, Mas, dia teman baikku. Kenapa? Kamu kenal?"
"Aku nggak kenal dia, tapi aku kenal suaminya."
"Hah? Kamu kenal sama Mas Vikram?" tanya Ayu hampir tak percaya.
"Kenal, aku kan temenan sama Vikram waktu kuliah. Dan setiap aku melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri, aku selalu menyempatkan diri untuk mengunjunginya. Makanya aku tahu kalau Sofia istrinya."
__ADS_1
"Tapi kok, wajahmu kayaknya beda, Mas? Apa kamu tahu sesuatu tentang suami Sofia?"
"Dia pasti akan mengatakannya padamu," ucap Khai ketika melihat Sofia sudah hampir dekat ke pelaminan.