
"Aira, kamu bangun!" ucap Albert yang terlihat begitu paniknya. Aira yang berhasil dibawa Albert naik ke atas kapal Albert meletakkan air yang tak sadarkan dirinya di kapal tanpa alasan. Wanita itu masih belum sadarkan dirinya. Dengan segera kedua tangan Albert berada di pusat Aira mendekat perut itu. Albert berusaha mengeluarkan air dalam tubuh Vina. Tetap saja tidak bisa. Dengan keadaan yang bingung. Albert segera menegang wajah Aira. Dia memberikan napas buatan untuk Aira. Sementara Vina yang melihat semua kejadian itu hanya diam terpaku. Kedua mata itu menatap dengan penuh kesedihan.
Hatinya bagikan di cabik-cabik. Jantungnya terasa amat sakit melilit sampai ke ulu hatinya. Dia gak bisa lagi melihat apa yang ada di depannya. Bahkan sekarang hubungan mereka terus terang.
Hati yang sudah hancur kini jadi lebih hancur lagi tahu kenyataan yang begitu menyakitkan. Mentalnya benar-benar dihajar habis-habis. Perlahan tubuhnya terasa sangat lemas. Vina berusaha untuk tetap tenang. Dia tidak mau jika terlalu berlarut. Tapi tanpa sadar air mata itu perlahan mulai jatuh dari kedua matanya. Dia tidak bisa lagi menahan rasa sakit hatinya. Meskipun dirinya hanya diam sekarang menatap Albert yang beberapa kali memberikan napas buatan untuk Aira. Hingga perlahan Aira mulai sadar. Dia batuk dan mengeluarkan beberapa air. Smenetara Albert dia seger membantu Aira bangun. Dengan cepatnya, air membuka matanya. Dia hanya melihat albert yang ada di depannya. spontan Aira memeluk tubuh Albert sangat erat.
"Aku takut!" ucap Aira. Dalam hati dia merasa sangat bahagia. Akhirnya dirinya sekadang bisa tenang. Dia tahu bagaimana Albert peduli dengannya. Dia tahu jika Albert pastinya sangat mencintai dia. Tapi, dia hanya malu mengungkapkan hak itu.
Albert membalas pelukan Aira. Bahkan Albert masih belum sadar jika di depannya adalah sosok wanita yang sekarang ini jadi suaminya.
"Jangan tinggalkan, aku. Jangan pernah pergi dariku. Aku mohon tetaplah disini bersama denganku. Aku sangat mencintaimu!" kata Aura lirih. Albert menguap punggung Aira. Dia terlihat begitu jualannya berada dalam pelukan Airi.
"Aku sangat mencintaimu!" kata Albert.
Duarrr..
Bagaimana petir yang menyambar di pagi hari. Tubuh Vina seketika lemas. Hanya sudah hancur tak terasa. Bagaimana bisa di depannya ada istri yang baru saja menikah dengannya. Tetapi kenapa dia bilang cinta pada wanita lain. Hati siapa tak luka mendengar hal itu. Rahangnya gemetar. Dia berusaha tenang. Tapi tidak bisa. Merasa sangat kecewa dengan Albert. Dia segera kembali ke kamar. Dan, berdua diri di sana. Sembari mengunci pintunya sangat rapat.
"Kamu janji!" ucap Aira yang terus memeluk semakin erat tubuh Albert.
__ADS_1
"Janji ala?" tanya Albert.
"Jangan pernah lagi kamu pergi tinggalkan aku!" jata Aira.
"Tidak makanan tegas Albert.
Aira melepaskan pelukannya. Dia memegang kedua pipi Albert. Kedua mata saling memandang sangat dalam. Perlahan Aira memberikan sebuah kecupan tipis di Albert. Albert hanya diam, dia perlahan mulai membalas kecupan itu semakin liarnya.
Seketika tubuh mereka serasa sangat panas. Dia mulai bahagia sekarang.Rasa cinta itu sekarang muncul kembali di antara mereka.
"Aku tahu, kamu masih peduli denganku!" ucap Aira. Jemari tangannya mengusap lembut wajah Albert.
Albert hanya diam, dia menarik tengkuk leher Aira. Memberikan kecupan panas. Albert membawa Aira ke tempat duduk yang ada di kapal. Bahkan tanpa melepaskan kecupan panas itu. Perlahan dengan cepat Albert melepaskan semua milik Aira. Hal yang penuh gairah itu terjadi. Mereka saling memeluk, mencengkeram satu sama lain , menahan rasa sakit yang dirasakan Aira.
Albert duduk sambil menyalakan rokok yang ada di atas meja. Dia menatap pemandangan laut di samping. Kedua mata itu bahkan tanpa rasa bersama. Smenetara Aira. Rencana liciknya berhasil. Dan, sekarang bahkan dia sudah mendapatkan Albert lagi. Aira segera beranjak duduk. Dia memeluk tubuh Albert. Meski tanpa belaian sedikit benang yang menempel di tubuhnya.
"Kapan kamu memberikan istrimu," tanya Aira.
Albert memeluk Aira dari belakang. Dia melirik ke arah Aira. "Aku akan segera mengarahkannya. Dan, aku akan menikah denganku!" ucap Albert.
__ADS_1
Kedua mata Aira terbelalak seketika. Entah dia merasakan setan apa. Kenapa dia bisa berubah jadi baik. Entah apa yang ada di pikirannya. Aira masih tidak menyangka jika orang yang dicintainya sekarang berniat ingin menikahimu. Radja bahagia luar biasa muncul. Aira tidak akan pernah menyia-nyiakan semuanya.
"Beneran?" tanya Aira. Dia meletakan kedua tangan di atas pundak kanan Albert. Kedua mata mereka saling tertuju. Hembusan napas mereka saling menyatu satu sama lain.
"Kamu tidak malu jika, Vina melihat kamu seperti ini denganku?" tanya Aira.
"Tidak mungkin juga dia keluar dari kamar. Dia pasti marah denganku. sekalian aku memberi tahu dia bagaimana aku sebenarnya. Aku tidak tahu dia akan bertahan atau pergi nantinya!" ucap Albert.
Vina yang merasa masih penasaran. Dia berjalan menuju ke pinggiran pantai. Tanpa sengaja melihat Aira memeluk tubuh suaminya tanpa sehelai benang pun. Kedua kaki Vina seketika lemas. Dia terjatuh, tangan mencengkram pinggiran kapal.
Rasa sakit hatinya semakin menjadi. "Ini kejutan yang diberikan padaku?"
"Makasih," kata Vina. Hatinya sudah benar-benar sangat hancur. Dia tidak menyangka pernikahannya hanya bertahan beberapa hari. Kali ini dirinya melihat Albert yang bermesraan dengan Aira. Mereka Bahkan beradu bibir berkali-kali. saling bercanda bersama, Bahkan Albert belum menyentuhku sama sekali. Tapi dirinya mencari kenikmatan dari wanita lain.
Vina menarik napasnya dalam-dalam. Dia berusaha berdiri kembali. Kedua mata itu semakin panas melihat kenyataan yang ada di depannya. Dia tidak sanggup lagi melihat kemesraan mereka. Kedua kaki Vina terasa sangat berat. Seolah beberapa bagian menunjuk kedua kakinya.
Vina terus memaksakan kedua kakinya berdiriĀ Berjalan dengan sangat hati-hati. Kepalanya juga terasa sangat berat. Jika dia bisa meletakkan kepala dan hatinya. Dia ingin membuang semuanya. Dia tidak mau kepala terus memikirkannya. Hati yang terus tersakiti. Dan, kedua mata melihat hal tak senonoh suaminya. Bagaikan tambunan keras di hatinya. perih, sakit tapi tak berdarah.
Vina masuk kembali ke dalam kapalnya. Dia teringat sesuatu. Dirinya segera merekam apa yang dilihatnya. Kali ini dia bisa mengajukan cerai nantinya. Dia punya bukti kuat untuk hal itu.
__ADS_1
Vina kembali lagi. Kali ini hatinya benar-benar sakura baja. Meskipun sakit dia berusaha mencari bukti perselingkuhan suaminya. Meski hanya mengambil bukti hanya beberapa detik saja. Dan, itu sudah cukup jelas.
Apa Vina akan segera mengajukan cerai? Atau, masih tetap bertahan dengan luka?