Cintaku Tak Bisa Dalam Diam

Cintaku Tak Bisa Dalam Diam
Panik


__ADS_3

Sesuai dengan perkataan kak Alex dua hari lalu, hari ini Fanny ikut rapat sebagai perwakilan kampusnya.


“Gue cabut duluan ya, takut telat gue,” teriak Fanny saat akan berangkat. Keira yang tidak ada jadwal kelas, memilih menghabiskan waktu dengan maraton nonton dari tadi malam. Karena terlalu serius dengan laptop, Keira hanya mengangguk sebagai respon. Fanny yang tau kebiasaan Keira tidak nyahut saat serius menonton, memilih beranjak pergi daripada menunggu Keira bersuara.


Saat sudah diluar, Fanny terkejut melihat mobil yang parkir tidak jauh dari tempatnya berdiri sekarang. Awalnya Fanny tidak yakin itu mobil orang yang diduganya. Karena penasaran, Fanny mendekat untuk memastikan dugaannya. Mata Fanny melotot saat sadar dugaannya benar.


“Masuk!” fanny yang masih bingung terdiam tidak beranjak masuk sampai akhirnya, diseret masuk kedalam mobil tanpa perlawanan.


“Kok kakak disini?” tanya Fanny menatap heran kak Alex yang datang tanpa mengabarinya.


“Takut kamu bikin malu disana. Jadi saya juga ikut, biar kamu gak kesasar juga disana,” jelas Alex menatap fokus jalanan.


“Kakak gak perlu takut, saya udah baca berulang kali bahan rapat yang kakak kirim. Terus juga saya udah minta nomor Bintang buat jaga-jaga takut kesasar,” sahut Fanny malas saat mendengar alasan alex ikut, karena takut dirinya bikin malu.


“Owh,” jawab Alex tenang. Tidak ada lagi pembicaraan setelahnya. Fanny memilih sibuk dengan hp. Alex juga memilih fokus menatap jalanan di depan sembari sesekali melirik Fanny sekilas.


Saat sampai di kampus Bintang, mereka langsung menuju ruangan yang sudah ditentukan. Saat memasuki ruangan, ternyata Bintang sudah menunggu.


“Loh, kirain cuman Fanny yang datang,” heran Bintang saat melihat Fanny masuk dengan Alex.

__ADS_1


“Iya, takut nih anak kesasar,” jawab Alex yang dibalas Fanny dengan tatapan kesal. Bintang hanya tertawa pelan mendengar jawaban Alex.


“Kan saya udah kasih nomor saya ke Fanny,” tanya Bintang lagi menatap Fanny heran.


“Saya gak tau. Saya kirain dia gak punya,” jawab Alex membungkam Fanny yang baru saja ingin menjawab.


“Owh, ok deh. Kita mulai sekarang aja ya?” tanya Bintang tersenyum menatap Fanny. Alex yang sadar dengan senyuman Bintang untuk Fanny, menatap tidak suka saat melihat Fanny membalas tersenyum.


“Ayok, ngapain melamun?” tanya Alex menghentikan aksi saling senyum dua orang yang tidak menganggap keberadaanya.


“Owh. Ayok,” jawab Fanny tersenyum. Padahal didalam hati dia kesal setengah mati karena kak Alex mengganggu suasana.


“Kak, saya pulang duluan aja ya,” kata Fanny pelan. Alex menatap sebentar Fanny yang berdiri disebelahnya.


“Kapan-kapan kita lanjutkan lagi ya Bin, ada yang udah gak tahan pengen pulang nih,” kata Alex tersenyum tipis kearah Bintang.


“Oh iya. Makasih yah udah mau datang. Hati-hati dijalan,” jawab Bintang tersenyum dan mengedipkan mata kearah Fanny.


Gue kira nih orang polos dulunya. Ternyata gak semua anak homeschooling itu pendiam. Kalo ni cowok gak homeschooling, udah dikejar banyak cewek nih,rutuk Fanny dalam hati tersenyum geli kearah Bintang.

__ADS_1


Saat sudah diparkiran, Fanny berhenti berjalan. Alex yang ingin bertanya, terdiam saat melihat Fanny menatap serius kearah HP nya.


“Hmm kak, boleh minta tolong gak?” tanya Fanny ragu setelah membaca pesan yang dikirim Keira.


“Apaan?” tanya Alex menatap heran ekspresi Fanny, yang kelihatan seperti orang ketakutan.


“Nantik boleh gak mampir bentar di swalayan?” tanya Fanny akhirnya.


“Itu doang?” tanya Alex heran. Alex tak habis fikir dengan adik tingkatnya satu ini. Hanya ingin meminta mampir sebentar ke Swalayan, takutnya sudah seperti diinterogasi.


“Iya kak,” jawab Fanny mengangguk.


“Yaudah, yok kita pulang!” ajak Alex beranjak menuju mobil.


Fanny sedari tadi tidak bisa merasa tenang. Apalagi saat mobil kak Alex mulai bergerak menjauh dari parkiran. Alex yang menyadari Fanny meliriknya diam-diam, memilih tidak bertanya dan fokus berkendara.


Fanny semakin tidak tenang saat sadar, bahwa mobil kak Alex sudah berjarak dekat dengan swalayan didekat daerah apartemennya. Fanny memang meminta untuk diantarkan ke Swalayan yang tidak jauh dari Apartemennya saja, dan Alex tidak masalah dengan itu.


Duh, gimana nih? Semoga aja kak Alex gak ikutan turun di swalayan deh, batin Fanny panik saat mobil sudah berhenti didepan swalayan.

__ADS_1


__ADS_2