
"Alhamdulillah Fan, selesai juga hari terakhir UN. Sumpah deh, selama UN ini badan dan akal gue serasa bukan milik gue. Gue merasa dikendalikan nih tubuh. Eh, pas keluar dari ruang ujian, langsung sadar gue kalau ini tubuh gue," curhat Keira saat mereka jalan menuju parkiran.
"Lebay ah lo," sahut Fanny malas.
"Ish, komen kek," omel Keira.
"Hahahahah, gak guna penting gue komenin."
"Eh, lo beneran yakin lanjut ke Jogja?" tanya Keira yang teringat rencana Fanny buat melanjutkan ke Jogja.
"Iya, gue mau lanjut ke Jogja. Lo yakin masih mau ikut gue? Masih belum ada rencana lo?" tanya Fanny.
"Iya, daripada nganggur gak tau mau kuliah apa. Mendingan gue ikut lo, hehehe," kekeh Keira.
"Ok deh, bagus juga. Gak sendirian deh disana, walaupun sebenarnya gue bosan sama lo mulu. Gue pulang duluan ya," pamit Fanny tanpa memedulikan ocehan tak terima Keira atas jawabannya.
"Iyaa, hati-hati ya. Hati-hati kualat lo di jalan," teriak Keira.
________
Saat sampai dirumah, ternyata mama Fanny sudah pulang. Fanny yang sudah tidak peduli dengan sudah atau belum pulangnya orang tuanya langsung menuju kamar tanpa berniat mencari mamanya.
__ADS_1
"Bik, siapin cemilan buat Fanny nonton dan antarkan ke kamar ya bik!!" teriak Fanny saat melewati dapur dan langsung masuk ke kamar.
Setelah menghabiskan waktu 20 menit untuk mandi, Fanny memutuskan langsung menonton drama kesukaannya yang tak lain drama korea.
"Hmmm...bibik emang paling the best masalah nyiapin cemilan dalam porsi besar," heboh Fanny senang saat melihat setoples besar kerupuk kesukaannya dan sebotol besar coca-cola lengkap dengan es batu.
Fanny yang baru saja memutar drama, terpaksa mempausenya saat mamanya masuk ke kamar tanpa mengetuk.
"Mama mau bicara bentar," ucap mama dan duduk di sofa kamar Fanny yang terletak di hadapan Fanny yang dimana saat ini sedang duduk di atas kasur.
"Ngomong apa ma?" tanya Fanny malas.
"Iya, lagian kalau lanjut disini apa bedanya dengan lanjut disana sih? Mama sama papa kan jarang dirumah, jadi kalau Fanny juga gak dirumah yah gak masalah kan?" sindir Fanny.
"Terserah kamu aja, lagian mama juga gak ada bilang maksa kamu harus kuliah dimana. Dan mama gak ada masalah dengan jurusan yang kamu pilih. Mama mau ngomongin itu aja. Kamu lanjut aja nonton kamu. Mama mau pamit istirahat, mama besok harus pergi lagi."
"Pergi aja sana! Gak usah pake pamit deh, bosan!" omel Fanny saat pintu kamarnya tertutup setelah mamanya sudah keluar.
Fanny memutuskan melanjutkan nontonnya daripada harus memikirkan rasa kesalnya kepada mamanya.
"Mending gue lanjut nonton," gumam Fanny menekan play pada laptopnya.
__ADS_1
____
"Ih, udah selesai UN juga banyak yang masih harus dipikirin ya," keluh Fanny saat mereka dikumpulkan di lapangan sekolah.
"Ya iyalah oon! Lo kira selesai UN gak ada urusan lagi apa!" omel Keira gemas.
Sudah sekitar setengah jam mereka berkumpul di lapangan mendengarkan perwakilan panitia UN berbicara. Fanny yang tidak tertarik dengan pembahasan yang dibahas, memilih sibuk melihat sekitar untuk mencari keberadaan si gebetan. Selagi semua murid kelas 12 dikumpulkan, inilah kesempatan buat mencari, pikirnya.
"Cari teroooos...sampe dapat," ledek Keira saat heran Fanny tidak bersuara dan ternyata malah sibuk celingak celinguk menatap satu persatu murid kelas 12 di lapangan.
"Berisik lo," sewot Fanny.
"Udahlah Fan, istirahat sejenak dari mencari doi. Gak capek lo nyari terus?" tanya keira lelah.
"Gak bisa gitu dong! Namanya juga perjuangan Kei. Lagian, ini kan kesempatan terakhir buat nyari dia. Setelah ini kita kan gak ada ke sekolah lagi. Apalagi, kita gak ikut acara perpisahan karena harus urus banyak hal ke Jogja" jawab Fanny lesu.
"Denger ya Fan, kalau emang dia jodoh lo pasti bakal ketemu gimanapun caranya. Lo gak usah takut. Mana tau aja jodoh lo bukan dia, tapi malah yang lebih dari dia. Intinya kalau jodoh pasti gak akan kemana, pasti ketemu lagi kok. Gak usah takut deh," nasehat keira yang sudah tidak tahan liat Fanny mencari yang gak pasti.
"Au ah," jawab Fanny dan kembali mencari keberadaan gebetan di barisan.
"Dasar batu," ledek Keira.
__ADS_1