Cintaku Tak Bisa Dalam Diam

Cintaku Tak Bisa Dalam Diam
Cemburu Tanpa Status


__ADS_3

Hari pertama kegiatan perkemahan yang sesungguhnya. Seperti yang sudah direncanakan, acara perkemahan ini akan diadakan selama 2 hari 3 malam. Karena kemaren hanya diisi dengan pembagian tugas, sehingga hari ini baru disebut hari pertama.


Untunglah semua masalah dan pikiran kacau Fanny dapat dienyahkan oleh kesibukan sebagai panitia acara. Hari pertama yang diisi dengan banyak game, membuat semua panitia sibuk mengurus segala persiapan dan kebutuhan selama game berlangsung.


“Fanny bisa tolong kamu bantu jaga game di pos pertama? Disana kekurangan orang fan,” tanya kak Kina dan pergi tanpa menunggu jawaban dari Fanny. Karena semua urusan di bagian peralatan sudah beres, Fanny memilih pergi ke pos pertama yang disana memang sudah dipadati banyak orang.


“Fan! Main yok?” teriak Keira yang tengah mengantri di antara peserta yang ingin mendaftar.


“Gue nggak bisa ikut kei, gue masih banyak tugas. Have fun ya!” teriak Fanny dan berlari mendekat ke meja pendaftaran.


“Ada yang bisa saya bantu kak?” tanya Fanny saat melihat Alex kesusahan meladeni peserta yang justru meminta foto bersamanya. Siapa lagi kalau bukan kaum hawa yang terpesona dengan wajah dingin ketua satu ini.

__ADS_1


“Kamu bantu kakak buat daftar yang ingin ikut lomba ya. Kakak nggak sanggup lama-lama di sini, sesak banget,” bisik alex.


“Ok kak. Kakak istirahat aja dulu di tenda panitia. Biar Fanny dan yang lain yang urus di sini,” saran Fanny dan mulai mencatat peserta lomba yang justru mengeluh kecewa saat Alex memilih duduk di samping Fanny.


“Loh? Kok malah duduk kak?” tanya Fanny tanpa melirik sedikitpun. Alex diam tidak menjawab dan memilih memeriksa hp yang tidak sempat dibukanya akibat kesibukan sejak pagi.


Melihat Fanny yang fokus dan tidak melirik ke arahnya, Alex tersenyum tipis dan memfoto Fanny tanpa sepengetahuannya. Melihat hasil foto Fanny dari samping, terlintas ide untuk memposting di akun instagramnya. Baru beberapa menit diposting, sudah masuk banyak like dan komentar. Malas meladeni komentar yang tidak penting, Alex memilih membantu Fanny mencatat peserta.


“Lo suka Fanny Bin?” tanya Devan yang berdiri tepat di belakang Bintang. Bintang yang baru saja membalikkan badan, terkejut saat mendapati Devan berdiri menatap khawatir ke arahnya. Tidak ingin ditanya lebih jauh, Bintang diam dan pergi meninggalkan Devan yang menatap sendu ke arahnya.


“Lo yakin mau diam aja Bin? Gue tau lo gimana orangnya!” teriak Devan yang tidak dipedulikan Bintang. Devan yang tidak mendapat jawaban, memilih kembali melakukan tugas yang sempat tertunda.

__ADS_1


Tanpa terasa, rangkaian acara hari pertama berjalan lancar. Semua peserta dan panitia berkumpul membentuk lingakaran di depan bara api. Setelah makan malam, agenda hanya diisi dengan istirahat dan mengobrol ringan. Fanny yang baru saja bergabung, melirik sekitar mencari keberadaan Keira. Niat ingin berbicara berdua dengan Keira, Fanny urungkan saat melihat Keira mengobrol dengan Devan. Tidak ingin mengganggu kedekatan mereka, Fanny memilih berjalan ke arah pantai. Sudah 2 hari di sini, tapi sayang jika belum menikmati indahnya pantai.


Lelah berjalan di sekeliling pantai, Fanny memilih duduk di pinggir pantai menikmati udara malam. Tidak lama setelah Fanny duduk, Bintang yang melihat Fanny sendirian mendekat dan ikut duduk menikmati udara malam. Fanny yang sadar dan sedikit terkejut melihat Bintang yang sudah susah payah dia hindari seharian, berniat pergi dari sana.


“Saya harus gimana fan?” tanya Bintang berhasil menghentikan langkah Fanny. Sadar Fanny diam tidak beranjak, Bintang berdiri dan mendekat ke arahnya. Fanny memilih menunduk tidak ingin menatap Bintang sama sekali.


“Saya tau tidak pantas, tapi saya cemburu fan. Saya tau saya pengecut, tapi saya juga ngak bisa hapus perasaan ini begitu saja,” lirih Bintang. Fanny yang juga merasakan hal yang sama, mengangkat pandangan dan menatap Bintang penuh luka.


“Lo tanya ke gue? Gimana gue mau jawab kalau lo sendiri juga nggak mau berusaha. Gue juga bisa lelah bin! Apalagi saat gue udah berjuang buat seseorang yang nggak bisa gue gapai! Buat seseorang yang tidak mau berjuang juga! Gue juga bisa lelah dan nyerah bin! Justru seharusnya gue yang tanya ke lo! Gue harus gimana?!” teriak Fanny kecewa.


“Lo nggak tau mesti jawab gimana kan? Sama! Gue juga nggak tau bin. Gue rasa gue memang harus nyerah bin. Mungkin benar kalau gue sebenarnya cuman terobsesi dan bukan suka lo beneran. Gue nyerah bin, gue nggak mau lagi suka dengan milik orang lain. Awalnya gue berniat tetap perjuangin lo walaupun lo udah tunangan. Apa salahnya kan gue dekatin tunangan orang selama dia belum nikah. Tapi, semenjak lo bilang nggak bisa dan nggak mau mencoba berjuang juga, gue nyerah bin.” Bintang terdiam tidak tau harus bagaimana. Ingin dia juga berjuang dan menentang keputusan keluarga, tapi dia tidak bisa.

__ADS_1


“Jadi gue mohon sama lo, jangan bahas lagi masalah ini. Kalau lo masih bahas masalah ini, gue terpaksa jaga jarak dari lo!” lanjut Fanny dan berlari meninggalkan Bintang yang masih tetap diam.


__ADS_2