
"Fanny! uy...mau kemana lo?"
"Biasa, keliling sekolah aja," jawab Fanny yang sudah tau siapa yg bertanya, tanpa harus melihat siapa yang bertanya.
"Lah, rajin amat lo keliling sekolah. Udah mau 3 tahun juga lo disini, ngapain coba keliling," sahut Keira heran.
"Eh, lo jadi temen kok cerewet amat sih. Kalo mau ikut yaudah ayok, gak usah basa basi deh," jawab Fanny kesal.
"Hehehe, namanya juga manusia fan. Basa-basi dululah," cengir Keira.
Fanny yang lagi malas meladenin Keira, memilih tidak menjawab. Lagian, setelah berteman dengan Keira, dapat Fanny simpulkan kalau mulut mereka sejenis. Fanny yang gak tau mau ngapain atau bisa dikatakan kurang kerjaan, memutuskan berkeliling sekolah mencari hal yg menarik. Saat sampai di depan ruang kepsek, tiba-tiba aja Fanny berhenti jalan dan mengakibatkan Keira yang jalan di belakang Fanny berakhir menabrak punggungnya.
"Oi! jangan ngerem tiba-tiba dong, terkejut nih gue," omel Keira.
"Oi, kok bengong aja sih. Liatin apa sih?? kangen lo sama pak kepsek? Gih, masuk sana kalau kangen," sahut Keira yang heran liat Fanny masih bengong liatin ruang kepsek yang terbuka.
“Gue gak kangen sama pak kepsek ya, gue lagi liatin cowok yang lagi ngomong sama pak pesek tuh..eh..kepsek maksud gue," jawab Fanny cepat tanpa mengalihkan pandangan dari si cowok.
Keira yang penasaran pun ikutan liat kedalam. Tetapi, dia tidak kenal dengan cowok itu, dan merasa tidak pernah melihatnya sebelum ini.
"Siapa sih tu? Lo kenal?" tanya Keira penasaran.
"Gue gak tau namanya, karena baru ketemu sekali sama dia kemaren. Tapi yang pasti gue yakin kalau dia itu masa depan gue," jawab Fanny yakin sambil memegang dadanya sendiri.
"Ih, geli gue dengarnya. Nama aja gak tau tapi udah ngaku-ngaku aja,kepedean lo!" ledek Keira sembari menoyor pelan kepala Fanny.
Fanny yang masih senyum sambil memerhatikan kedalam ruang kepsek tidak mempermasalahkan kepalanya yang dipukul Keira.
"Bucin banget sih lo. Belum kenal juga dianya kek mana, bisa aja gak sesuai ekspetasi lo fan," peringat Keira malas.
__ADS_1
"Udah deh, jangan banyak bacot ya. Diam aja lo. Kalau masih bacot juga, mending lo balik sana,"usir Fanny yang mulai malas dengar ucapan Keira.
"Yaudah deh, gue ke kantin aja. Lapar gue liat kebucinan lo. Bye!" pamit Karin dan langsung lari ke kantin.
Fanny tidak menjawab dan tetap berdiri di depan ruang kepsek dengan tatapan tetap fokus ke arah cowok yang kemaren bertabrakan dengannya.
“Heh fanny! Ngapain kamu berdiri di sana? Mau ngintipin saya ya kamu? Kangen sama saya ya?!" tanya pak kepsek yang sadar kalau ada yang berdiri di luar ruangannya.
Fanny yang masih melamun, langsung tersadar saat mendengar suara pak kepsek yang lumayan keras.
"Ih, jangan Ge-Er ya pak. Siapa juga yang kangen sama bapak. Yang ada bapak tuh keknya yang kangen sama saya,"jawab Fanny sambil masuk ke ruang kepsek dan berdiri disamping cowok itu.
"Iya kan pak? ngaku aja deh," tanya fanny sesekali melirik cowok disampingnya.
"Heh, ngapain saya kangen sama kamu sih? Saya punya anak dirumah kok, gk penting banget saya kangenin anak orang," jawab pak kepsek malas.
"Eh, saya juga punya papa di..."
Fanny dan pak kepsek yang baru sadar ada orang lain selain mereka, langsung memusatkan perhatian ke arah cowok itu.
"Kalau sudah tidak ada masalah lagi, saya pamit ke kelas ya pak," pamit si cowok.
"Oh, iya silahkan. Pokoknya, kamu tenang saja. Semuanya akan saya urus, nanti kalau saya sudah dapat kabar akan saya kabarin ke kamu langsung. Jangan khawatir ya,"jawab pak kepsek.
"Aku duluan ya," pamit si cowok ke Fanny sambil senyum ramah.
Fanny tidak menjawab dan hanya menatap kepergian si cowok dalam diam.
" Heh, melamun aja kamu. Gak balik ke kelas kamu? 5 menit lagi mau bel loh, balik sana. Bosan saya liat kamu," usir pak kepsek.
__ADS_1
"Yeee..siapa juga yang masih mau disini. Eh, tapi saya boleh nanya gak pak?" tanya Fanny.
"Nggak!" jawab pak kepsek cepat.
"YAUDAH!! BYE PAK KEPSEK BAKHIL!" jawab Fanny kesal dan langsung keluar dari ruang kepsek.
Pak kepsek yang sedikit terkejut mendengar jawaban ngegas Fanny hanya geleng-geleng kepala.
"Ih! Dasar kepsek pelit. Nanya aja gk boleh, kalau bukan terpaksa juga ogah gue nanya ke dia," omel Fanny sambil berjalan ke kelas.
"Oii!! Fanny!! Mau ke kelas kan? Bareng kuy?!" teriak Keira sambil berlari kecil ke arah Fanny yang masih sibuk ngomel sendiri.
"Ngapa sih lu?? Ngomel-ngomel sendiri?" tanya Keira saat sudah berjalan di samping Fanny.
"Itu! Si kepsek, gue nanya doang kagak boleh. Kesel gue,"keluh Fanny.
"Mau nanya apa?."
"Itu tadi kan gue masuk kedalam ruangannya, terus si cowok masa depan gue pamit dan,"jawab fanny sambil berhenti melangkah dan terdiam tidak melanjutkan kalimatnya saat sudah sampai di tengah koridor.
"Dan? Dan apa? Kok diam sih?" tanya Keira penasaran.
"Aaaaaaarrrrrgggghhhhhhhh," teriak Fanny tiba-tiba sambil menjambak rambutnya.
"Lah, ngapa lagi lo?" heran Keira.
"Gue lupa lagi nanya nama dia!" ucap Fanny frustasi.
"DASAR DIRIKU!!!KOK BENGONG LAGI SIH TADI!!!!" teriak Fanny yang langsung saja, menarik perhatian murid lain yang juga berjalan di koridor.
__ADS_1
"Malu gue," ringis Keira sambil menutup muka dengan rambut, saat sadar semua tatapan mengarah ke arah mereka.
"APA LIAT-LIAT LO! GK PERNAH LIAT CEWEK CANTIK??!" teriak Fanny sambil melotot ke orang-orang yang menatap mereka. Padahal, sebenarnya Fanny juga merasa malu. Tetapi karena masih menjaga imej ya jadinya ngegas gitu deh.