Cintaku Tak Bisa Dalam Diam

Cintaku Tak Bisa Dalam Diam
Bintang


__ADS_3

Sesuai dengan hasil rapat dadakan Mapala kemarin, hari ini mereka sepakat dengan kampus lain akan membicarakan kelanjutan event bersama. Fanny yang kebetulan tidak ada kelas lagi, langsung pergi ke ruang Mapala setelah kelas terakhir selesai. Setelah mengirimkan pesan ke Keira bahwa Fanny tidak bisa pulang bersama, Fanny langsung memasukkan hpnya kedalam tas. Saat masuk keruangan Mapala, ternyata semua anggota sedang menunggu kedatangan ketua.


“Kak Alex tumben telat kak?” tanya salah satu anggota kepada kak Kina. Kak kina yang juga merasa heran, langsung menaatap kak Bagas yang sibuk melihat hp. Karena kak Bagas tidak sadar bahwa dirinya ditatap seluruh anggota, kak Kina menyikut siku kak Bagas.


“Ngapa?” tanya kak Bagas tanpa mengalihkan tatapan dari hp.


“Lo udah ditatap satu ruangan Gas, fokus amat sama hp. Kamu ada selingkuhan ya?” tanya kak Kina curiga.


“Ngawur kamu,ngapain aku selingkuh coba. Aku kan udah punya kamu Kin, rugi kalau aku duain kamu,” jawab kak Bagas tanpa memedulikan tatapan iri para jomblo diruangan ini.


“Aduuuh, yang digombalin kak Kina, kok gue yang meleleh ya fan,” bisik Angel pelan menatap iri kak Kina dan kak Bagas yang saling melempar senyum, seolah dunia milik mereka berdua.


“Ehem! Bukannya mau gangguin kakak-kakak yang lagi kasmaran nih. Tapi pertanyaan saya belum dijawab,” tegur anggota yang bertanya tadi. Kak Bagas akhirnya menelfon kak Alex yang tidak kunjung datang.


“Halo?” sahut suara diseberang telfon yang tak lain adalah kak Alex. Kak Bagas sengaja memasang mode speaker agar semua anggota dapat mendengar.


“Lo dimana?” tanya kak Bagas.

__ADS_1


“Sorry, gue masih dijalan ke kampus nih. Gue ada urusan mendadak tadi, gak sempat megang hp. Gue usahain 10 menit lagi nyampe kok,” jelas kak Alex cepat.


“Oke deh, kami tunngu nih,” jawab kak Bagas dan mematikan sambungan telfon.


Setelah sambungan terputus, semua anggota memilih menunggu diruangan sambil mengobrol, melamun, dan ada juga yang sibuk dengan hp masing-masing. Belum nyampe 10 menit, semua mata menatap ke arah pintu yang terbuka cukup kuat. Kak Alex datang dengan baju basah keringat.


“Lo kekampus lari?” tanya kak Bagas heran. Fanny menatap heran kak Alex yang justru menatap tajam kearahnya. Kak Alex yang pertama kali memutuskan tatapan, langsung menarik keluar kak Bagas tanpa suara.


“Aneh banget sih,” gumam Fanny pelan masih bingung maksud tatapan tajam kak Alex padanya.


“Sebenarnya kita hari ini akan rapat dengan beberapa anggota Mapala kampus lain. Tetapi, ketua mereka baru saja dapat musibah. Dan saya telat kesini karena dapat kabarnya saat dijalan mau ke kampus tadi. Jadi mereka tidak bisa kesini semuanya. Mereka hanya mengirim utusan 1 orang untuk ikut rapat dengan kita. Orangnya baru aja telfon saya kalau dia sudah sampe dikampus. Mungkin bentar lagi nyampe kesini,” jelas kak Alex membuka rapat.


“Nggak perlu kita jemput kak, nantik nyasar lagi,” tanya Angel.


“Nggak kok, kemaren dia juga ke kampus kita karena ada urusan. Dan dia juga udah saya kasih tau langsung letaknya kemaren,” jawab kak Alex.


Tak lama setelah kak Alex bicara, perhatian semua anggota langsung beralih kearah pintu yang baru saja dibuka.

__ADS_1


“Maaf, saya tadi terima telfon dulu diluar. Makanya agak telat masuk,” ucap cowok yang baru saja masuk dan langsung bersalaman dengan kak Alex sebagai tanda formalitas.


“Wih, ganteng fan. Namanya siapa ya,” tanya Angel yang duduk tepat disebelah Fanny. Fanny yang ditanya hanya diam menatap kosong kearah kak Alex yang sedang berbicara berdua dengan cowok yang baru saja datang. Angel yang tidak mendengar Fanny merespon, menatap heran Fanny yang justru bengong menatap cowok didepan.


“Lah, terpesona juga lo,” ledek Angel tertawa melihat Fanny tidak berkedip menatap kedepan.


“Akhirnya…” lirih Fanny pelan tersenyum.


Angel yang juga tidak mendapat jawaban dari Fanny, memilih mengobrol dengan anggota lain.


“Perhatian semuanya. Kenalkan, ini utusan dari pihak kampus mereka,” ucap kak Alex menarik perhatian.


“Perkenalkan, nama saya Bintang Ardiansyah. Panggil saya bintang saja. Semoga kita bisa bekerja sama buat event ini,” ucap bintang tersenyum memperkenalkan diri.


“Wow! Akhirnya!” teriak Fanny berdiri dan langsung mendapatkan tatapan heran dari semua orang. Angel yang duduk disebelah Fanny bahkan terkejut saat temannya tiba-tiba berdiri dan teriak.


Eh, malu gue. Sangking senangnya tau namanya, gue lupa lagi rapat, rutuk Fanny dalam hati atas kebodohannya. Fanny hanya tersenyum canggung dan kembali duduk saat semuanya menertawakan tingkahnya.

__ADS_1


__ADS_2