Cintaku Tak Bisa Dalam Diam

Cintaku Tak Bisa Dalam Diam
Mari Berjuang!!


__ADS_3

Sudah 3 bulan semenjak Fanny bertabrakan dengan si gebetan. Dan juga, 2 bulan lagi mereka akan UN, yang berarti 2 bulan lagi mereka akan tamat dan melanjutkan ke universitas impian masing-masing.


"Kacau! Setelah kejadian di ruang kepsek, gue gak ada ketemu dia lagi. Sial banget sih gue. Lagian nih sekolah sebesar apa sih sampai gue sama dia gak pernah ketemu lagi," ucap Fanny kesal. Dimana saat ini dia lagi duduk sendirian dipinggir lapangan basket.


"Lagian gue heran deh, udah mau tamat kok gue gak sadar ada cowok seganteng itu disini. Kemana aja sih dia dulu. Kok baru muncul baru-baru ini. Coba aja dianya muncul dari dulu, kan banyak waktu gue buat PDKT! Lah ini! Cuman tinggal 2 bulan lagi. Masa iya gue harus nyerah sih? Mana gue gak tau lagi dianya mau lanjut kuliah dimana. Sial banget kisah cinta SMA gue."


"Fanny! Pulang yok" ajak Keira saat sudah berdiri dihadapan Fanny.


"Kei, gue galau nih. Udah 3 bulan, tapi kisah cinta gue gak ada perkembangan sama sekali. Gue cuman tau dia anak kelas 12 dari pin jas doang. Lagian ni sekolah kok gak nulis nama sih di seragam kita. Norak deh. Terus juga, kok kelas 12 banyak amat muridnya!! Sebel gue," curhat Fanny ke Keira yang ikut duduk disebelahnya.


"Mungkin emang bukan jodoh lo. Udahlah, lagian bentar lagi kita tamat, terus kuliah. Nah, disana kita cari cowok. Mana tau jodoh kita senior terkenal gitu. Hahhahaha," jawab Keira sambil tertawa membayangkannya.


"Ogah ah! Gue maunya dia Kei. Udah fix keputusan gue. Liat aja ya, kalau sampe gue ketemu lagi sama dia, gak akan gue lepasin! Pokoknya dia milik gue Kei! Mau dia banyak yang suka, pokoknya dia milik gue! Titik!" putus Fanny dan berjalan meninggalkan keira.


Keira yang gak bisa ngomong apa-apa lagi hanya pasrah saja dan ikut berjalan.


dirumah___


"Fanny pulang!" teriak Fanny saat sudah masuk kerumah.


"Yah, masih sepi ni rumah. Mau tidur aja deh," ucap Fanny dan berjalan kekamar.


Fanny yang baru saja mau memejamkan mata, terkejut saat ada yang masuk ke kamarnya.


"Mama mau pergi lagi malam ini, kira-kira mama pergi sekitar 3 bulan. Papa juga tadi ngabarin kalau dia nunda pulang 4 bulan lagi karena ada urusan mendadak. Uang jajan kamu udah mama transfer, kalau ada perlu sesuatu tinggal minta ke bibi," ucap mama Fanny dan langsung pergi begitu saja.

__ADS_1


"Pergi mulu perasaan, baru kemaren malam pulang. Perginya lama banget lagi. Anak mau perpisahan sekolah pun, gak bisa luangkan waktu buat nemenin. Kalau kek gini nasib gue buat apa coba gue dilahirkan. Bikin cape perasaan aja," lirih Fanny memejamkan mata. Tanpa sadar, Fanny menangis sambil terpejam.


"Ck, pake nangis segala!" ucap Fanny bangkit dan pergi ke kamar mandi.


__________________


Fanny dan Keira yang memutuskan ke kantin saat jam istrahat, terpaksa membatalkan rencana karena semua kelas 12 disuruh berkumpul di aula.


"Laper gue," keluh Fanny.


"Iya, sama. Mana nih aula ramai amat. Udah lapar, ditambah pusing lagi karEna ribut," jawab Keira.


"Semuanya tolong diam. Bapak cuman mau menyampaikan sedikit info."


"Baiklah, hanya ini yang ingin bapak umumkan. Silahkan kalian lanjutkan istirahat kalian."


Fanny dan Keira yang sudah kelaparan, langsung berlari ke kantin setelah mendapatkan angket.


di kantin_____


"Eh, lo mau lanjut kemana Kei?" tanya Fanny saat mereka sudah selesai makan dan memilih duduk-duduk, menghabiskan waktu istirahat yang tersisa di kantin.


"Gue belum tau Fan, kalau lo gimana? Udah ada rencana?" tanya Keira.


"Gue mau ambil jurusan hukum Kei, tapi belum tau dimananya," jawab Fanny sambil memperhatikan angket ditangannya.

__ADS_1


"Hukum? Hahahaha, lucu oi. Yang biasanya langgar, eh malah mau kuliah hukum," ledek Keira.


"Yeee, terserah gue dong," jawab Fanny.


"Yaudah deh, gue ikut lo aja. Lagian, gue gak ada cita-cita. Gak tau juga mau kuliah apa. Ikut lo aja deh. Kemana lo pergi gue ikut, setia kan gue?" tanya Keira bangga.


"Terserah lo deh," kata Fanny.


"Oiya, kek mana kelanjutan kisah cinta lo?" tanya Keira penasaran.


"Ga tau gue. Keknya nih takdir takut deh mempertemukan gue sama dia," jawab Fanny lesu.


"Yaudah, seiring berjalannya waktu pasti lo bisa move on kok," ucap Keira sambil merangkul Fanny.


"Au ah, yuk balik," ajak Fanny.


Pokoknya dia jodoh gue, batin Fanny.


"Gue pastikan itu, bagaimanapun caranya," ucap Fanny.


"Ha? Cara apa?" tanya Keira.


"Ga ada", ucap Fanny dan tersenyum merangkul Keira.


"Aneh," gumam Keira.

__ADS_1


__ADS_2