Cintaku Tak Bisa Dalam Diam

Cintaku Tak Bisa Dalam Diam
Kesempatan Kedua


__ADS_3

Devan hanya bisa berdiri dalam diam di samping Keira. Sekuat tenaga dia menahan emosi agar tidak meledak saat cowok yang tiba-tiba muncul itu meraih kedua tangan Keira dihadapannya.


“Apa sih pegang-pegang!” bentak Keira melepaskan genggaman tangannya.


“Kakak mau ngomong sesuatu Kei.”


“Apalagi sih kak? Masih belum puas mainin perasaan aku? Apa belum cukup jadiin aku korban kakak yang kesekian kalinya? Mau apa lagi sih?” tanya Keira kesal dengan sikap cowok yang merupakan cinta pertama dan juga luka pertamanya, Kevin.


“Kakak minta maaf Kei, kakak nyesal. Awalnya memang kakak ngaku kalau kakak cuman jadiin kamu mainan kakak. Tapi kakak suka kamu akhirnya. Kasih kakak satu kesempatan lagi ya?” mohon Kevin lirih.


Keira terdiam menatap Kevin. Bagaimanapun bukanlah hal mudah untuk melupakan yang namanya cinta pertama. Tetapi, apakah Kevin layak dan dapat dipercaya untuk mendapatkan kesempatan kedua, itulah yang saat ini dipikirkan Keira.


Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang keberadaanya tidak dianggap sama sekali. Devan menahan emosi saat mendengar permohonan cowok didepan Keira. Devan langsung paham kalau cowok inilah yang sudah membuat Keira patah hati. Tapi, hanya karena dia menyesal maka dia pantas mendapat kesempatan kedua dari Keira? Tentu saja Devan tidak akan membiarkan itu terjadi.


“Nggak bisa gitu dong!”


Keira dan Kevin langsung menatap Devan yang berdiri di antara mereka. Kevin mengertakan gigi menatap tajam Devan. Devan pun tak mau kalah, dia akan pastikan cowok didepannya ini tidak punya kesempatan sama sekali.


Keira menghela nafas pelan menyaksikan 2 cowok yang masih tahan dengan aksi adu tatap mereka. Memang tadi sejenak Keira hampir goyah untuk memberikan kesempatan kedua untuk kak Kevin, untungnya Devan menyadarkan dia. Walaupun rasa itu masih ada untuk cowok yang sudah melukainya, tapi Keira tidak akan mau memberikan kesempatan kedua. Baginya, sekali melakukan kesalahan maka tidak ada kesempatan kedua. Mungkin kalau memberikan maaf dia tidak keberatan.

__ADS_1


“Gue peringatin ya! Lo jangan muncul lagi deh di hadapan Keira,” ancam Devan kesal. Kevin semakin menatap tajam Devan tanpa menjawab ucapannya.


“Gue muak sama—“ baru saja Devan ingin meledak lagi, mulutnya bungkam saat pundaknya disentuh Keira. Keira tersenyum tipis kode agar Devan tidak bicara lagi. Dengan berat hati, akhirnya Devan mundur dan membiarkan Keira bicara.


“Nggak akan ada kesempatan kedua kak. Aku nggak akan bisa kasih kesempatan kedua buat orang yang udah nyakitin bahkan saat kita nggak ada hubungan sama sekali. Kalau maaf, aku udah maafin. Jadi, jangan ganggu aku lagi, kami permisi ya kak. Kami udah ketinggalan rombongan,” pamit Keira dan menarik Devan menjauh.


Kevin terdiam dan menatap sendu punggung Keira yang menjauh dari pandangannya. Rasa penyesalan akibat ulahnya sendiri semakin membesar saat melihat ada cowok lain yang masuk dalam hidup Keira. Kevin tau, selama Keira mengejar cintanya, tidak ada satu cowokpun yang ada didekat Keira, bahkan teman cowok sekalipun. Dan kini semua sudah berubah, ada cowok disamping Keira yang tidak ditolak Keira kehadirannya. Justru dialah yang sekarang ditolak kehadirannya.


Gue udah telat, batin Kevin menahan sakit saat Keira tidak lagi melihat kebelakang sama sekali. Dengan berat hati, Kevin beranjak dan pergi berlawanan arah dengan Keira.


“kamu nggak apa-apa?” tanya Devan menatap Keira sambil berjalan.


“Ck! Nggak adil!” kesal Devan. Keira menatap heran Devan tidak mengerti apa yang tidak adil.


“Kamu kalau ngomong sama dia, pakai aku kamu kayaknya. Eh,sama aku malah lo gue. Nggak adil kamu. Kan dia juga bukan siapa-siapa kamu! Kok kamu nggak adil gini sih?” tanya Devan kesal sendiri.


Karin menahan diri untuk tidak tersenyum mendengar pertanyaan yang terkesan kekanakan menurutnya.


“Jadi? Mau aku pakai aku kamu? Kan kita juga nggak ada hubungan apa-apa?” tanya Keira seraya menaikkan sebelah alisnya.

__ADS_1


“Yah… apa salahnya pakai aku kamu. Kalau hubungan, aku sih udah berapa kali yah ditolak sama kamu? Tapi aku nggak bakalan nyerah sih walaupun kamu udah nolak aku berkali-kali. Tapi ya kalau kamu yang nembak aku, nggak bakalan ada aku tolak, tenang aja,” jawab Devan tersenyum geli.


“Yeee, itu sih maunya kamu!” ledek Keira terkekeh.


“Nah, kan enak kalau kita sama-sama pakai aku kamu,” Devan tersenyum lebar saat melihat pipi Keira memerah.


“Key,” panggil Devan lembut meraih tangan kanan keira. Keira menelan ludah saat melihat Devan menatap serius matanya.


“Aku tau kamu masih terluka dan sulit buat percaya aku. Aku nggak akan nuntut kamu buat percaya dan nerima aku di hari kamu. Tapi, aku cuman minta dan mohon banget, jangan suruh aku menyerah dan berhenti buat deketin kamu, please key,” mohon Devan sambil merapikan poni Keira yang tertiup angin.


“Iya, aku nggak akan nyuruh kamu berhenti.”


Devan tersenyum dan semakin merekatkan genggaman tangannya. Karin tersenyum tulus membalas senyuman Devan.


“Lah! Malah pacaran disitu kalian. Cepat jalannya woi!” teriak Bintang merusak suasana. Devan menggeram menahan kesal dengan teriakan temannya itu. Keira terkekeh melihat wajah kesal Devan.


“Awas aja lu bin! Kalau ketahuan sama gue lu ada mojok pacaran, bakal gue ganggu!” gumam Devan pelan dan menarik tangan Keira melanjutkan perjalanan. Keira diam dan tidak berusaha melepaskan genggaman tangan Devan.


Seandainya gue percaya sekali lagi dengan yang namanya cowok, apa gue nggak akan terluka lagi? Apalagi, kali ini bukan gue yang ngejar duluan. Apa bisa gue percaya lo Dev? Batin Keira menatap tangannya yang semakin digenggam erat oleh Devan.

__ADS_1


__ADS_2