Cintaku Tak Bisa Dalam Diam

Cintaku Tak Bisa Dalam Diam
Move On


__ADS_3

Fanny yang baru saja pulang dari kuliah, terkejut melihat keadaan Keira yang berbaring di sofa seperti mayat hidup. Seingat Fanny sebelum dirinya berangkat kuliah, Keira juga sudah bersiap-siap buat berangkat. Dan tadi pagi juga, Fanny liat Keira semangat buat kuliah. Dan entah apa yang membuat keadaan keira seperti ini. Make up yang luntur karena air mata, tas yang isinya berserakan entah kemana, sampah minuman kaleng yang jumlahnya gak main-main , dan ditambah dengan suara musik yang menganggu.


“Lo kenapa sih? Kek pegawai habis dipecat aja,” omel Fanny dan duduk di sofa yang sama dengan Keira.


“Lo benar fan, si Kevin itu jahat banget!” lirih Keira menatap kosong minuman kaleng yang dipegangnya.


Fanny memutuskan diam dan mendengarkan Keira berbicara. Dia tau saat ini Keira hanya ingin didengar dulu. Dirangkulnya bahu Keira saat melihat temannya itu ingin menangis. Fanny juga sudah menduga akan begini akhirnya.


“Dia, si jahat itu… ternyata cuman jadiin gue barang taruhan sama teman-temannya. Gue kira sikap ramah dia ke gue itu tulus fan, rupanya cuman buat main-main aja sama dia. Seharusnya gue percaya aja sama lo, gue nyesel,” ucap Keira dengan perasaan campur aduk. Sedih, marah, nyesal, lega, semuanya dia rasakan saat ini.


Fanny hanya diam dan mengelus bahu Keira sampai tangisnya reda. Setelah tangisnya reda, Keira yang duluan melepaskan pelukan dan diam menunduk tanpa bersuara.


“Gue tau gue gak seharusnya merasa begini, tapi gue lega lo udah tau semua kebusukan dia itu kei. Bukan maksud gue merasa senang diatas kesedihan lo, tapi gue seneng lo udah tau kak Kevin itu orangnya bagaimana,” ucap Fanny memecahkan keheningan diantara mereka.


“Iya, maaf kalau gue gak mau dengar nasehat lo,” gumam keira pelan. Fanny diam menatap Keira yang kembali menangis pelan.

__ADS_1


“Udahlah, ngapain juga tangisin tuh orang. Perasaan waktu kita baru nyampe di Jogja, lo yang paling semangat. Kok sekarang lo yang paling menyedihkan sih?” ledek Fanny bercanda.


“Resek lo!” keluh Keira dan tertawa saat mengingat dirinya yang paling semangat buat ke Jogja. Fanny ikut tertawa lega melihat Keira tertawa.


“Kok jadi kebalik ya. Padahal pas kita nyampe Jogja, lo yang masang muka galau kan?” sindir Keira.


“Gak merasa tuh,” bantah Fanny datar.


“Iya, kan lo galau gak tau dimana keberadaan gebetan tanpa nama lo itu. Sampai sekarang malah lo juga masih gak tau namanya,” sindir Keira terkekeh.


“Iya, lo kan gak ta-“


“Apa! Bintang? Siapa tuh? Namanya bintang? Kok lo bisa tau sih? Eh, tunggu-tunggu! Lo sampai sekarang masih mikirin tuh cowok? Serius? Kok lo bisa tau namanya sih? Lo udah ketemu?” tanya Keira heboh sendiri. Fanny menghela napas dan mulai menceritakan apa yang terjadi beberapa hari belakangan ini.


“Gila! Kok bisa samaan di Jogja ya? Masa sih emang jodoh?” heran Keira.

__ADS_1


“Gak boleh sirik! Kayaknya emang dia jodoh gue deh,” ucap Fanny bangga. Keira menatap kesal Fanny yang senyum-senyum sendiri.


“Eh, hati-hati lo! Bisa aja tuh orang bukan cowok baik. Lo gak mau kan berakhir kayak gue?” kata Keira yang membuat Fanny berhenti tersenyum. Kalau dipikir-pikir, Fanny belum tau tentang Bintang selain nama dan kampusnya. Dia bahkan tidak tau apakah Bintang masih single atau tidak. Dan tipe cowok seperti Bintang, mustahil tidak ada cewek yang mendekatinya.


“Maksud gue, lo cari tau dulu tentang dia. Eh, berarti tuh cowok bakalan ikut kemah juga kan?” tanya Keira menyadarkan Fanny dari lamunannya.


Fanny hanya mengangguk sebagai jawaban. Keira ikut terdiam memikirkan sesuatu. Lama mereka terdiam dengan pikiran masing-masing. Sampai akhirnya, Keira tersenyum mendapat ide.


“Gue juga mau ikut kemah deh. Acaranya buat umum kan?” tanya Keira semangat.


“Tumben?” heran Fanny menatap curiga Keira yang justru tersenyum.


“Gue mau refreshing. Mana tau gue bisa move on disana,” jawab Keira sambil senyum-senyum sendiri dengan pikirannya.


Aduuuh, cepat juga nih orang move onnya. Kalau gue sih gak yakin bakal secepat itu buat move on, batin Fanny menatap takjub Keira yang sudah kembali semangat.

__ADS_1


__ADS_2