Cintaku Tak Bisa Dalam Diam

Cintaku Tak Bisa Dalam Diam
Modus


__ADS_3

“Woi, tuh mata tolong dikedipin ya! Gue tau tuh cowok ganteng. Tapi, gak harus lo pelototin mulu keles,” bisik Angel pelan saat rapat masih berlangsung. Setelah kejadian Fanny berteriak, rapat dimulai dengan mendengar usulan Bintang mengenai rencana yang sudah disusun oleh kampusnya. Dan sedari Bintang mulai bicara sampai bintang selesai, Fanny terus menatapnya tanpa berkedip. Angel yang sadar dengan tingkah temannya itu, merasa malu saat Bintang sadar ditatap.


Fanny yang ditatap balik oleh Bintang, justru membalas dengan tersenyum. Bintang yang risih ditatap dengan senyuman, memilih fokus mendengar Alex berbicara.


“Ehem! Bisa serius Fanny?” tegur Alex dingin saat sadar Fanny tidak memperhatikan penjelasannya.


Fanny yang sadar dari lamunannya kearah Bintang, tersadar saat Angel menyikut sikunya.


“Apa sih?” gerutu Fanny menatap tidak suka Angel yang mengganggunya.


“Lo ditegur kak Alex oon!” omel Angel pelan.


Fanny langsung menatap kak Alex, dan terkejut saat ditatap dingin. Baru saja ingin bersuara meminta maaf, Fanny langsung bungkam saat kak Alex melanjutkan penjelasannya.


“Mampos!” sahut Angel terkekeh yang tidak dihiraukan oleh Fanny. Saat rapat kembali berjalan, Fanny melirik sekilas kearah Bintang. Dan hal yang tidak terduga yang justru Fanny lihat, Bintang justru menggeleng disertai senyum mengejek kearahnya.


Gila, makin nyeri jantung gue liat dia senyum, batin Fanny menatap terkejut Bintang yang masih tersenyum. Bukannya malu diketawain Bintang, Fanny justru membalas tersenyum kearah Bintang yang langsung saja membuat bintang bungkam, saat merasa gagal mengejek Fanny.


“Baklah, saya rasa cukup sekian rapat kita. Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, saya mengutus Fanny buat ikut rapat ke kampus Bintang. Fanny yang tidak mendengar isi rapat, hanya bengong saat Alex menunjuknya sebagai utusan. Bahkan, saat Alex mengakhiri rapat, Fanny masih terdiam dikursi tanpa berniat beranjak.

__ADS_1


“Makanya jangan melamun, kenak kan lo,” sindir Angel yang juga msih duduk sembari bermain hp.


“Eh, tadi apa sih isi rapat?” tanya Fanny panik saat tersadar dari lamunannya.


“Ga tau!” jawab Angel sewot dan beranjak meninggalkan ruang rapat.


Fanny semakin panik saat Angel justru meninggalkannya tanpa memberi tahu. Saat menatap ruangan rapat, hanya tinggal kak Alex, kak Bagas, kak Kina dan Bintang yang sedang mengobrol.


Keknya Cuma bisa nanya ke kak Kina deh, pikir Fanny dalam hati. Setelah menunggu beberapa menit sampai akhirnya kak Kina beranjak keluar dengan kak Bagas. Fanny langsung ikut berdiri hendak menyusul kak Kina selagi kak Alex masih mengobrol dengan Bintang. Bisa bahaya kalau nanya pas masih ada kak Alex, pikir Fanny.


Baru beberapa Fanny berjalan, kak Alex sudah memanggilnya untuk mendekat. Fanny hanya bisa menatap sedih pintu saat melihat kak Kina sudah keluar dari ruangan. Saat berbalik menuju kak Alex berdiri, Fanny memasang muka tersenyum berharap kak Alex tidak membahas isi rapat yang sama sekali tidak didengarnya.


‘Ada apa kak?” tanya Fanny tersenyum manis menyembunyikan kepanikannya saat ditatap dingin oleh kak Alex.


“Iya kak,” jawab Fanny pelan menatap kearah lain asalkan bukan kearah kak Alex. Saat berusaha menghindar dari tatapan kak Alex, Fanny sempat bertatapan dengan Bintang sekilas. Dan Fanny dibuat terkejut lagi saat melihat Bintang menertawakannya tanpa suara.


Ternyata nih cowok jahil juga ya,rutuk Fanny dalam hati.


“Kamu bisa serius kan? Biasanya kamu gak kayak gini. Jangan diulangi lagi fan. Kakak akan kirim isi rapat tadi ke email kamu. Dipelajari buat rapat 2 hari lagi.”

__ADS_1


“Iya kak, gak akan diulangi kok,” jawab Fanny pelan menatap kak Alex.


Setelah berpamitan dengan Bintang dan Fanny, Alex beranjak keluar ruang rapat meninggalkan Fanny hanya berdua dengan Bintang.


“Gue minta nomor lo,” kata Fanny menyodorkan hpnya.


“Buat apa?” tanya Bintang curiga menatap hp yang disodorkan tanpa mengambilnya.


“Kan gue mau ke kampus lo, biar kalau kesana gue bisa hubungin lo. Nantik gue nyasar lagi.”


“Owh, kirain,” sahut Bintang pelan tapi masih dapat didengar Fanny.


“Kirain apaan?” tanya Fanny heran.


“Kirain kamu modus lagi ke saya. Daritadi kamu juga liatin saya kan? Kenapa? Kamu naksir saya?” tanya Bintang tersenyum dengan satu alis terangkat mengejek Fanny.


“A- Apa?” tanya Fanny terkejut. Bukannya terkejut dengan pertanyaan Bintang yang tepat sasaran. Tetapi, Fanny terkejut saat tau Bintang punya sisi narsis yang lumayan tinngi menurut Fanny. Selagi Fanny masih terdiam menatap terkejut Bintang, Bintang justru mengambil hp fanny dan mengetik nomornya. Bintang dibuat tertawa saat sadar Fanny masih terdiam menatap kearahnya saat dia mengembalikan hpnya.


“Kalau udah gak ada urusan lagi, saya pamit ya,” sahut Bintang dan berbalik meninggalkan Fanny yang masih terdiam. Saat sudah didepan pintu, Bintang berhenti dan membalikkan badan menatap Fanny terkekeh.

__ADS_1


“Boleh aja sih kamu naksir saya, tapi saya gak jamin bakal bisa balas perasaan kamu. Mending nyerah aja deh, saya gak mau tanggung jawab lo,” sahut Bintang terkekeh dan beranjak meninggalkan Fanny yang makin terkejut mendengar ucapan Bintang kepadanya.


“Enak aja nyuruh gue berhenti. Sekarang sih iya belum berbalas perasaan gue. Tapi, hati siapa yang tau kedepannya kan?!” teriak Fanny saat sadar dari terkejutnya, tapi Bintang sudah pergi jauh dan yang pastinya tidak dapat mendengar teriakan Fanny.


__ADS_2