
Tidak terasa, sudah 3 bulan semenjak Fanny kuliah di Jogja. Dan bukanlah hal mudah untuk Fanny melupakan perasaannya. Agar tidak terlalu memikirkannya, Keira menyarankan Fanny agar mengikuti banyak kegiatan di kampus. Awalnya Fanny mengira kalau dia aktif di kampus akan membantunya melupakan perasaannya secara perlahan, makanya dia setuju dengan saran Keira. Tetapi, siapa yang bisa menduga apa yang justru terjadi. Bukannya Fanny melupakannya, justru perjalanan cinta Fanny sesungguhnya malah baru akan dimulai.
“Heran gue sama lo, mau kuliah atau mau fashion show sih?” tanya Fanny saat dirinya baru saja keluar kamar, dan terkejut saat melihat dandanan Keira yang menurutnya terlalu modis untuk hanya sekedar pergi kuliah.
“Please deh fan, lo kan tau gue lagi naksir sama kak Kevin. Dan kak Kevin itu tipenya cewek fashionable kayak gini,” jelas Keira.
Kevin Alvaro. Siapa yang tidak tahu tentang senior satu ini. Bahkan saat pertama kali mereka masuk kuliah, nama Kevinlah yang jadi trending diantara para mahasiswa baru, terutama kauh hawa. Tetapi dimata Fanny, senior satu ini hanyalah pria brengsek yang suka menipu perasaan wanita. Karena dari yang Fanny liat, pria itu hanya tebar pesona seolah memberi harapan bagi cewek-cewek yang mengaguminya tanpa ada niat memberi kepastian. Contohnya saja, seperti Keira ini. Keira yang saat itu tanpa sengaja bertabrakan dengan Kevin, ketakutan saat mengira akan mendapat teguran dari seniornya saat melihat tatapan tajam Kevin. Tetapi, dengan mudahnya pria satu itu mengubah raut mukanya menjadi tatapan ramah saat melihat siapa yang menabraknya. Bukannya memarahi Keira, justru pria itu malah mengucapkan gombalan buat Keira. Dan Fanny yang melihat bagaimana Kevin yang dengan mudahnya mengubah raut wajah, tentu saja tau niat Kevin yang hanya tertarik dengan paras cantik Keira.
“Apa bagusnya sih tuh cowok. Muka buaya kayak gitu lo suka,” Fanny tertawa miris melihat perubahan drastis Keira hanya untuk mendapatkan perasaan senior brengsek itu.
Sudah berkali-kali Fanny mengingatkan Keira, bahwasanya Kevin bukanlah pria baik. Padahal, sudah banyak beredar gosip tentang banyaknya wanita yang sudah dia sakiti. Karena Keira yang baru pertama kali jatuh cinta, dia tidak peduli dengan nasehat Fanny dan gosip yang beredar. Menurutnya, Kak Kevin pasti memiliki sisi baik yang tidak diketahui oleh orang lain.
“Dengar ya fan. Selama gue naksir kak Kevin itu gak merugikan lo, tolong jangan larang gue buat suka dia.” Fanny rasanya ingin menghajar manusia bernama Kevin yang sudah membuat Keira seperti ini. Padahal sebelum bertemu Kevin, temannya satu ini selalu mendengar dan mencoba mengerti dahulu maksud perkataan Fanny. Tapi liatlah sekarang, semua perkataan Fanny hanyalah dianggap angin lalu baginya. Dan Fanny sudah mulai lelah mengingatkan Keira. Sepertinya Keira harus merasakan dulu bagaimana rasanya dipermainkan Kevin seperti dia memainkan perasaan para mantannya selama ini.
“Yaudah, sekarang terserah lo kei, gue gak akan ikut campur lagi. Sekarang kita berangkat aja deh, nantik kita telat,” kata Fanny pelan. Jujur Fanny kecewa dengan sifat Keira sekarang.
Lo beneran udah buta karena cinta kei, rutuk Fanny dalam hati.
.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.
Seperti biasa, setelah kelas selesai Fanny tidak langsung pulang. Fanny merupakan salah satu anggota Mapala di kampusnya. Awalnya Fanny hanya asal masuk, tetapi setelah bergabung dan beberapa kali ikut mendaki bersama, Fanny mulai menyukai kegiatan ini. Baginya, kegiatan ini bisa dijadikan cara untuk menyegarkan pikiran dari tugas kuliah dan perasaan yang masih tidak bisa dia lupakan. Siang ini, semua anggota Mapala mengadakan rapat dadakan.
“Tumben kita rapat mendadak,” tanya Angel yang merupakan satu-satunya anggota Mapala yang seangkatan dengan Fanny. Itulah salah satu alasan kenapa Fanny mudah akrab dengannya. Alasan utamanya, karena Angel orang yang asik dan tidak memandang bulu saat berteman.
__ADS_1
“Gue juga gak tau,” jawab Fanny yang juga bingung saat kak Alex yang merupakan ketua Mapala mengumpulkan mereka mendadak.
Tidak membutuhkan waktu lama untuk menunggu semua anggota Mapala berkumpul. Setelah semua anggota berkumpul, kak Alex selaku ketua memulai rapat.
“Sebelumnya saya minta maaf ngumpulin kalian mendadak begini. Saya sendiri juga baru saja dapat kabar ini. Saya mau menyampaikan dan mendengar pendapat kalian. Kita dapat tawaran mengadakan event bersama dengan Mapala kampus lain. Sebelum saya memberi jawaban kepada mereka, saya ingin mendengar pendapat kalian. Apa ada yang tidak setuju dengan ini?” tanya kak Alex kepada semua anggota Mapala. Kak Alex membiarkan semua anggota berdiskusi dahulu.
Setelah membahas sisi positif dan negatif dari tawaran event tersebut, akhirnya semua anggota setuju untuk menerima tawaran tersebut.
“Baiklah, kita semua sudah setuju dengan event ini, saya harap kita semua bisa profesional saat sudah bergabung dengan mereka. Kakak harap tidak ada masalah kedepannya,” ucap kak Alex mengakhiri rapat.
.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.
Setelah keluar dari ruang rapat Mapala, Fanny memutuskan menghampiri Keira kekelasnya. Fanny dan Keira memang satu jurusan, tetapi kelas mereka berbeda. Makanya, jadwal kuliah mereka pun berbeda.
Saat tiba dikantin, Ternyata kantin tidak seramai biasanya. Saat akan mencari kursi, Fanny menoleh saat mendengar ada yang memanggil namanya.
“Fanny! Duduk sini aja,” teriak kak Kina yang berada di meja pojok kantin. Ternyata selain kak Kina juga ada kak Alex dan kak Bagas. Kak Kina merupakan bendahara Mapala. Orangnya juga friendly, makanya Fanny mudah akrab dengannya. Sedangkan kak Bagas, dia wakil ketua Mapala. Dari kabar yang beredar, mereka bertiga sudah berteman dari SMA. Bahkan, kak Kina dan kak Bagas sudah pacaran dari SMA. Walaupun begitu, mereka tetap terus bertiga kemana-mana.
“Kamu juga gak ada kelas lagi fan?” tanya kak Kina saat Fanny bergabung duduk dengan mereka.
“Iya kak, ini Fanny cuma lagi nunggu temen ada kelas,” jawab Fanny canggung saat sadar kak Alex terus menatap datar ke arahnya semenjak Fanny duduk dihadapannya.
“Jangan ditatap mulu si Fanny lex,” tegur kak Kina saat sadar Fanny tidak nyaman ditatap oleh temannya.
__ADS_1
“Maklum aja fan, gak pernah liat cewek cantik dia,” lanjut kak Kina terkekeh. Fanny hanya tersenyum canggung menanggapi.
“Keknya Alex naksir sama kamu fan, makanya natap terus dari tadi,” ledek kak Bagas yang langsung dibalas tatapan tajam kak Alex.
“Jangan fitnah gas,”
“Dia bukan tipe gue,” kata kak Alex pelan dengan ekspresi datar. Memang saat kak Alex mengucapkan kalau Fanny bukan tipenya tidak ada nada menyindir, tetapi tetap saja Fanny tersinggung mendengarnya.
“Hati-hati kalau ngomong lex. Nanti kalau lo naksir beneran, nyesal lagi pernah ngomong kayak gitu ke Fanny,” sahut Kak Bagas menatap Fanny bersalah dengan ucapan temannya.
“Eh, jangan mengada-ngada deh. Mana mung…”
“Fanny mau ke kelas temen dulu ya kak, mau liat udah keluar atau belum,” kata Fanny memotong ucapan Alex dan beranjak setelah mendapat anggukan dari Kina. Tentu saja Fanny berbohong kalau dia ingin ke kelas temannya.
Fanny merasa tersinggung saat kak Alex mengatakan dirinya bukan tipenya. Bukan karena dia suka dengan kak Alex, tetapi fakta kak Alex mengucapkan dengan ekspresi datar dan langsung dihadapannyalah yang membuat perasannya sakit. Bagaimanapun dia juga cewek yang terluka saat ada yang mengatakan langsung didepannya. Apalagi disana ada kak Kina dan kak Bagas yang menatap tak enak kearahnya. Fanny gak suka itu.
Fanny memutuskan pulang duluan setelah mengirim pesan kepada Keira. Saat akan menuju parkiran, langkah Fanny melambat saat melihat seseorang yang baru saja masuk ke mobil tak jauh dari posisinya berdiri saat ini. Fanny tidak menyangka akan bertemu lagi dengan cowok yang baru saja masuk ke dalam mobil tersebut.
“Dia juga ada di Jogja? Kuliah disini juga? Berarti doa gue terkabul, akhirnya gue ketemu lagi sama lo,” gumam Fanny dan langsung memfoto plat mobil tersebut, saat sadar kalau mobil tersebut melaju ke luar kampus.
“Akhirnya. Emang kalau jodoh gak akan kemana,” gumam fanny tersenyum menatap foto yang berhasil dia dapatkan, untuk dijadikan info buat mencari cowok tersebut.
Kali ini, lo benar-benar gak akan gue biarkan lepas lagi dari pandangan gue. Bakal gue pepet terus lo, rutuk Fanny terkekeh dalam hati.
__ADS_1