
Nggak terasa UN sudah semakin dekat. Dalam dua minggu kedepan, UN akan dilaksanakan. Yang berarti dalam waktu kurang dari sebulan Fanny akan lulus. Dan melanjutkan ke jenjang kuliah.
"Gini amat nasib gue. UN udah semakin dekat, tapi kisah cinta gue gak ada nampak mendekati hasil," galau Fanny.
Fanny yang sedang berbaring, meratapi nasib sambil memandangi atap kamarnya.
"Keknya ada yang aneh deh, masa iya gue gak pernah lihat dia lagi setelah berbulan-bulan. Iya sih tu sekolah banyak muridnya, tapi pasti ada dong yang namanya kebetulan. Padahal tiap jam istirahat gue sempatin keliling sekolah deh."
"Perasaan gue ada yang aneh. Dan perasaan gue jarang meleset," gumam Fanny.
Karena terlalu banyak pikiran, tanpa sadar Fanny tertidur dengan masih menggunakan seragam sekolah.
2 Minggu dijalani Fanny masih dengan rutinitas mencari gebetan disela-sela jam istirahat. Dan 2 minggu masih tidak ada hasil. Dan 2 minggu juga fanny masih tidak menyerah.
"Gak nyangka 3 hari lagi kalian udah mau UN, yang kalian pelajari selama terobosan 2 minggu ini, jangan lupa dibaca lagi dirumah ya."
"iya buk!!!!!" sahut kelas XII.
"Yasudah, setelah ini langsung pulang. jangan keluyuran gak jelas. istirahatkan tubuh kalian," ucap buk guru dan langsung keluar kelas.
"Pulang yok fan," ajak Keira setelah membereskan mejanya.
"Iya, duluan aja," jawab Fanny.
__ADS_1
"Lah, kok tidur sih Fan. udah pada pulang semua lo," omel Keira saat Fanny menelungkupkan kepala ke meja bukannya beranjak pulang.
"Lagi galau Kei," jawab Fanny.
"Galau gak nemuin gebetan lo?" tanya Keira tepat sasaran.
"Iya kei. Keknya ada yang aneh deh. Coba deh lo pikirin, gue udah berbulan-bulan nyari dia tiap hari setiap jam istirahat, tapi sama sekali gak ketemu. Jangankan ketemu, bahkan gak sengaja ketemu juga gak pernah. Ditambah lagi gue gak tau teman dia satupun, soalnya 2 kali ketemu, dianya sendirian waktu itu. Padahal yah, gue mau kesampingkan harga diri gue buat nanya pak kepsek tentang tu cowok. Eh, nasib gue gak beruntung! SI KEPSEK MALAH ADA URUSAN KELUAR KOTA!" curhat Fanny heboh.
"Iya ya Fan, emang ada yang aneh," angguk Keira yang sependapat dengan Fanny.
"Au ah, gue pikirin lagi deh cara nyari tu cowok," ucap Fanny dan beranjak keluar diikuti Keira.
_________
"Eh, non Fanny udah pulang. Mau bibi siapin makan non?" tanya bibi saat Fanny melewati dapur.
Fanny baru terbangun saat jam menunjukkan pukul 17.20, dan langsung memutuskan untuk mandi.
Setelah keluar dari kamar mandi, Fanny yang ingin ke dapur untuk mencari cemilan menghentikan langkahnya saat mendengar notifikasi hp nya.
"OMG!!!!!!!!!!" teriak Fanny tak percaya saat membaca pesan dari Keira.
Langsung saja Fanny memakai jaket dan pergi keluar untuk bertemu Keira, setelah mengirim pesan balasan untuk bertemu kepada Keira sebelumnya.
__ADS_1
________
"Fan! Sebelah sini," panggil Keira saat melihat Fanny memasuki kafe yang tidak jauh dari rumahnya.
"Kaget gue pas liat foto yang lo kirim. Dapat darimana tuh foto?" tanya Fanny langsung saat sudah duduk di hadapan Keira.
"Santai napa sih. Makan dulu deh kita," ajak Keira.
Setelah memesan makanan, Fanny yang gak bisa menahan bicara kembali bertanya.
"Jelasin sekarang aja Kei, selagi nunggu makanan."
"Yaudah. Jadi gini, tadi siang setelah pulang sekolah gue pergi nemanin nyokap nyari kado buat temannya. Nah, pas mau keluar mall, gue papasan sama tu cowok. Karena gue terlalu kaget tadi, gue cuman sempat foto samping wajahnya aja Fan," jelas Keira.
"Yaaah, gak ada informasi tentang dia dong," gumam Fanny kecewa.
"Sorry ya Fan."
"Gpp Kei, setidaknya gue tahu kalau dia emang benar-benar ada. Dan itu cukup buat jadi alasan gue terus berjuang," jawab Fanny mencoba menyemangati dirinya sendiri.
"Hadeeeuh, lo emang pantang nyerah ya. Gue bantu doa aja deh," sahut Keira.
Setelah pesanan datang, mereka makan sambil kembali melanjutkan membicarakan kemungkinan tentang si cowok yang sampai sekarang masih belum diketahui namanya.
__ADS_1
Fanny memutuskan pulang setelah dari kafe. Saat di kamar, Fanny membaringkan tubuhnya di kasur dan mulai menjelajahi medsos. Saat melihat kembali foto yang dikirimkan Keira, langsung saja Fanny menjadikannya sebagai wallpaper hp nya.
"Sekarang foto wajah lo dari samping dulu yang gue jadiin wallpaper. Kalau besok lo udah jadi milik gue, baru deh foto kita berdua," gumam Fanny terkekeh sambil memandang geli layar hpnya.