Cintaku Tak Bisa Dalam Diam

Cintaku Tak Bisa Dalam Diam
Siapa Ya?


__ADS_3

“Kok malah melamun sih?” tanya Alex heran saat mereka sudah berhenti di depan swalayan.


“Oh, iya kak. Aku belanja bentar ya kak. Gpp kan kakak nunggu bentar?” tanya Fanny ragu.


Bukannya menjawab, Alex justru melepaskan seat belt dan beranjak keluar duluan. Fanny hanya bisa mengekor dibelakang Alex yang sudah lebih dulu masuk ke dalam swalayan.


“Kamu mau beli apa? Ayok,” ajak kak Alex yang semakin membuat Fanny panik. Fanny menatap ragu kearah rak yang menyediakan barang yang diminta Keira. Kalau tau akan jadi begini, lebih baik dia tidak mengiyakan permintaan Keira tadi.


“Mau beli apa sih? Kok malah melamun sih?” tanya Alex lagi. Fanny menatap sekeliling memastikan keadaan sebelum menjawab. Setelah yakin tidak ada orang disekitar mereka, Fanny mendekat dan berbisik “Mau beli barang cewek kak,” bisik Fanny menahan malu.

__ADS_1


“Ha? Barang apaan?” tanya kak Alex heran. Fanny makin malu saat ditanya lagi. Lama Fanny terdiam menatap rak yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri. Alex yang tidak mendapat jawaban, ikut melirik ke arah pandangan Fanny. Lama Alex terdiam mencerna keadaan. Setelah sadar apa yang membuat Fanny panik dan malu daritadi, Alex terdiam menatap kearah lain.


“Ka-Kakak mau beli apa?” tanya Fanny memecah kecanggungan yang dipastikan akan berlangsung lama jika dibiarkan.


“Ha? Oh, mau beli minum aja kok. Yaudah, kakak titip aja ya. Kakak tunggu dimobil aja deh,” jawab Alex cepat dan langsung beranjak keluar menuju mobil.


“Untung peka tuh orang,” lega Fanny menatap kak Alex yang sudah keluar. Langsung saja Fanny menuju rak yang menyediakan barang yang daritadi menjadi sumber kepanikannya. Setelah membayar semuanya, Fanny langsung keluar menyusul kak Alex. Langkah Fanny memelan saat melihat kak Alex berbicara dengan perempuan. Dari yang Fanny liat, sepertinya bukanlah pembicaraan biasa, lebih seperti adu mulut.


“Gila! Udah sampai nangis tuh cewek, kak Alex masih juga bentak-bentak bicaranya,” heran Fanny dengan cara bicara kak Alex yang disertai bentakan. Malahan Fanny yang sedang duduk dibangku depan swalayan yang agak jauh dari mereka, bisa mendengar suara kak Alex yang terdengar membentak. Diliat dari cara berpakaian perempuan itu, bisa dipastikan cewek itu dari kalangan atas. Sepertinya mereka memang ada hubungan, walaupun belum dipastikan hubungan apa. Fanny yang mulai bosan menunggu mereka berdebat, memutuskan mendekat. Karena, daritadi Keira terus mengirim spam chat agar cepat pulang.

__ADS_1


“Kamu kenapa kejam kali sih sama aku lex?” Fanny yang sudah berdiri di belakang kak Alex, terdiam saat perempuan itu bertanya sambil menagis. Fanny yang ingin bicara, memutuskan diam saja menunggu kak Alex menjawab. Lagian, kak Alex tidak tau kalau dia berdiri dibelakangnya. Perempuan yang berbicara dengan kak Alex melirik sebentar kearahnya, lalu kembali menatap kak Alex yang mengalihkan pandangan tidak mau menjawabnya.


“Kamu selalu kayak gini lex! Gak pernah mau menjawab. Udahlah, terserah kamu aja lagi! Aku udah muak sama kamu!” setelah perempuan itu pergi, Fanny terdiam tidak tau mau bagaimana. Apalagi, kak Alex juga masih berdiri tanpa bergerak daritadi.


“Sejak kapan kamu disini?” tanya Alex terkejut saat membalikkan badan dan melihat ada Fanny. Alex bahkan lupa kalau dia kesini bersama Fanny. Memang jika sudah berbicara dengan perempuan tadi, pikirannya bisa kacau.


“Lumayan lama sih kak. Tapi saya gak ada niat nguping kok! Sumpah deh! Saya tadi gak sengaja dengar dikit kak,” jawab Fanny meyakinkan.


“Emang saya ada bilang kamu nguping? Udah siapkan belanjanya? Kita pulang aja yok,” ajak Alex dan langsung masuk kemobil.

__ADS_1


Tidak memakan waktu lama, mereka sudah sampai didepan apartemen Fanny.


“Makasih ya kak udah mau nemanin hari ini. Terus saya juga minta maaf kalau ngerepotin ya. Oh iya, ini minum yang kakak titip tadi,” ujar Fanny menyodorkan minuman kepada Alex. Alex hanya mengangguk dan mengambilnya tanpa berniat menjawab. Fanny yang mengerti kalau suasana hati kak Alex sedang tidak baik, memutuskan keluar dan berdiri menatap kepergian kak Alex sampai mobilnya menghilang dari pandangan Fanny.


__ADS_2