
Prilly dan ke 4 sahabatnya segera berbaris menuju bagian barisan yang masih kosong
Sedangkan arfali sedari tadi fokus memandang prilly. Hari ini prilly tampil sederhana namun berkelas dan bagi arfali dengan pakaian itu prilly terlihat lebih sexy.
Rafa mendekati arfali lalu berbisik "awas tu mata ngegelinding, tau rasa lo"
Arfali menatap rafa sekilas, lalu menatap ke depan lagi.
"Husst.. husst..."
"Apaan sih sa ? " tanya gibran
"Si prilly cantik ya, apalagi make piercing kayak gitu. Gue jadi pen make juga" aksa heboh sendiri membayangkan dirinya yang memakai piercing.
Gibran menggeplak kepala aksa "bukannya makin ganteng yang ada makin kek tai lu sa"
Genta dan nichol tertawa mendengar jawaban spontan dari gibran
"Sekali ngomong langsung nge jleb ke tulang² yaa bun" ejek rafa
Aksa hanya mampu memajukan bibirnya 1cm.
P.malik yang melihat murid²nya yang memang susah di atur itu hanya bisa menghela nafas pelan. Ia tidak bisa berbuat apa² di karenakan orang tua arfali adalah pemilik sekolah elit ini. Ia tidak mau kehilangan pekerjaan'nya di tambah lagi guru di sini di bayar 2 kali lipat dari honor guru pada umumnya.
__ADS_1
"Aksa kamu pimpin teman²mu melakukan pemanasan sekarang. Saya mau rapat sebentar" titah p.malik lalu pergi meninggalkan murid²nya
Senyuman aksa mengembang, ia maju kedepan.
"Aksa kamu pimpin teman²mu untuk melakukan pemanasan sekarang ! Saya mau rapat sebentar" p.malik memerintah aksa lalu pergi meninggalkan murid²nya.
________________________________
Senyuman aksa mengembang, ia perlahan melangkah ke depan untuk memimpin.
Sementara dari baris paling belakang terdengar suara tawa yang cukup menggema.
Prilly menoleh ke arah belakang, dan tepat saat prilly menoleh ia secara tidak sengaja bertatapan dengan arfali, menyadari hal itu ia langsung memutuskan kontak mata lebih dulu.
"Jan bacot deh sa" teriak nichol
"Kalem dong boy" jawab aksa
"Kak, buruan mulai dong. Ini cuacanya makin panas loh" ketus prilly.
"Oww oke beb, kuyy kita mulai"
Aksa mulai menggerakkan badannya, seperti cacing kepanasan. Bukan pemanasan pada umumnya, melaikan pemanasan versi aksa sendiri. Pinggul bergoyang ke kanan dan kekiri di ikuti tangan yang berada di pinggang.
__ADS_1
Hal itu membuat semua kaum jantan yang berada di sana tertawa ngakak. Sedangkan kaum betina hanya mendengus kesal.
Aksa terus beraksi layaknya boyband masa kini. Lalu di lanjutkan dengan goyang itik dan goyang gergaji.
BUGH
Suara sepatu yang mengenai kepala aksa, dan yang melempar sepatu bersikap santai seolah-oleh tidak melakukan kesalahan.
"Eh curut, jan lempar sepatu dong. Mentang² sepatu lo jelek main buang sembarangan" ketus aksa
Genta menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal "hehehe pisss kaga sengaja gue✌"
"Kalo ampe muka gue yang gantengnya kek jungkok ini lecet. Lo harus tanggung jawab. Muka gue belum di asuransi'in yaak" teriakan membahana dari aksa membuat mereka menutup telinga.
"Halah muka kek wc jongkok aja. Sok²an mo jadi jungkok" kata sarkas dari Rafa membuat aksa mengelus dada pelan. Memiliki teman seperti rafa harus extra sabar
"Iri bilang boss" aksa menaikan sebelah alisnya dengan wajah mengejek
"KALO MAO DEBAT SONO DI MATA BATIN" teriak genta
Nichol menggeplak kepala genta "bukan mata batin goblok, tapi mata mak ijah"
"Lo juga goblok sat" ketus genta
__ADS_1