Cowok Dingin VS Cewek Bar-Bar

Cowok Dingin VS Cewek Bar-Bar
EPISODE 20


__ADS_3

Semua mata fokus kepada keluarga prilly yang baru datang. Kilatan flas dari kamera tanpa henti terus tertuju kepada keluarga farhan yuda wardana. Mereka bertanya-tanya siapa gadis yang ada di tengah² mereka. Karna selama ini mereka menyembunyikan identitas anak tunggalnya.


Sementara prilly hanya tersenyum manis ke arah kamera dan juga orang² yang menatapnya.


Keluarga prilly di giring menuju keluarga yang mengadakan acara ini.


Nadya memeluk sahabatnya "selamat ulangtahun pernikahan hellen"


"Akhirnya kita bertemu juga, setelah sekian lama nggak jumpa" ucap hellena drenda winata selaku yang memiliki acara


"Oh iya kenalin ini putriku" nadya menyenggol prilly agar memperkenalkan diri


"Prilly tante" ucap prilly disertai dengan senyum manis.


Setelah berkenalan dengan sang tuan rumah. Prilly memilih untuk meninggalkan kedua orang tuanya yang tengah asyik berbincang dengan rekan bisnis mereka.


Kini tangannya sedang memegang minuman, sedang tangan sebelah masih menenteng tas mewahnya.


Berjalan menuju meja, belum sampai di meja matanya memicing kala melihat banyaknya pemuda di meja yang paling luas di antara yang lain'nya. Wajah² mereka tak asing bagi prilly.


Mata prilly melolot lucu saat mengingat para pemuda yang ada di meja itu, iya mereka adalah geng yang paling di segani di sekolahnya. Tapi pertanyaan'nya bagaimana bisa mereka ada di tempat ini. Bahkan mereka tampak sedang bercanda tawa, jika di hitung mungkin sekitar ratusan yang ada di beberapa meja yang paling luas di antara meja yang lain. Mungkin meja itu memang khusus untuk mereka


#sedangkan di salah satu meja yang luas banyak pemuda yang tengah bercanda dan tertawa.


"Gilase, bos kalo bikin pesta suka kagak mikir pengeluaran dana" salah satu dari mereka berdecak

__ADS_1


"Ya iyalah, sultan gitumah. Emangnya elo, timbang 500 perak aja pakek sgala di ungkit²"


"Ya lo pikir dong. Kalo kagak ada 500 perak kagak bakal jadi serebu"


Saat tengah asyik berdebat, salah satu dari mereka tanpa segaja menatap gadis yang berdiri tak jauh dari meja tempat mereka


"Shutt shutt" Kevin menyenggol salah satu sahabatnya


"Apaan see gue lagi makan. Jan sampe gue keselek, kalo gue keselek trus mati, lo yang gue gentayangin duluan"


"Ck. Noh cewek" kevin menunjuk gadis yang tengah menatap sekitar


"Anjirr, itu bubos" pekik salah satu pemuda itu tanpa sadar, hingga seluruh orang yang berada di meja itu mengikuti arah pandang aksa


"Calon makmum ku"


"Emakk calon istriku udah ketemu"


"Makk jodoh anakmu ada di sini"


"Subhannallah cantiknya"


Pekikan² itu berhasil mengalihakan pandangan semua orang ke arah meja itu. Hingga pelaku yang berteriak² tak jelas hanya menyengir kuda


"Samperin ah" Gilang memperbaiki tatanan rambutnya. Namun ketika ia akan berdiri dari kursinya, suara seseorang mengintrupsi agar ia duduk kembali

__ADS_1


"Duduk atau kaki lo patah" suara berat nan dingin itu membuat bulu kuduk mereka merinding seketika.


Mereka diam, duduk manis bak anak anjing yang penurut✌.


Seorang itu berdiri, lalu pergi dari meja itu untuk menghampiri gadis yang tengah berdiri sendiri itu. Dia menatap gadis itu dari atas kepala hingga kaki. Penampilan yang sempurna, gadis yang memporak_poranda kan hatinya.


Seseorang itu menghampiri gadis yang kini tengah melihat sekelilingnya. Pemuda itu melingkarkan tangannya di pinggang gadis itu hingga membuat gadis itu kaget.


"Bangs*t lep-," belum sempat melanjutkan perkataannya, gadis itu terlebih dahulu di tarik menuju pelukan seorang pemuda yang mengejutkan'nya itu.


"Jangan ngumpat,gue nggak suka" katanya tegas


Sang gadis hanya memutar matanya malas meladeni cowok menyebalkan di depannya ini. Namun harus ia akui bahwa penampilan cowok di depannya ini terlihat begitu tampan.


"Enggak kog kak, oh iya ngapain disini kak ?" Gadis itu bertanya dengan nada polosnya


"Ortu yang punya acara"


"Ooh"


"APA !" Teriakan itu berasal dari sang gadis yang terkejut atas jawaban yang di berikan oleh pemuda di depannya itu


Pemuda yang tak lain adalah Arfali itu menatap prilly dengan pandangan yang sulit di artikan. Dalam hati arfali mengutuk prilly yang berpenampilan sempurna di depan banyak orang. Apalagi saat arfali melihat banyak pria yang menatap kagum ke arah gadisnya, rasanya arfali ingin mencongkel mata mereka satu persatu.


"Kenapa dandan" tanya arfali

__ADS_1


__ADS_2