
"Oh... ini raf, si satya mo nge gebet prilly" ujar doni dengan wajah santainya. Tanpa menyadari tatapan tajam arfali
"Ar, lo mo di tikung masa" adu genta seperti anak kecil yang mengadu kepada ibunya
"Wah parah lu sat , jan nikung paketu napa" kata nichol
"Lha emang prilly siapanya pak boss ?" Tanya satya
"Ya ceweklah masa adeknya" jawab genta
Aksa menatap satya "Jan nikung lo. Sadar diri noh saingan lu" tunjuk aksa kepada arfali "muka arfali kek bret pitt lah muka lo kek tikus kejepit... mana bisa saingan ama paketu😂😂" ejek aksa
Semua yang mendengar perkataan aksa tertawa ngakak, bahkan genta dan nichol memegang perutnya yang sakit karna terlalu banyak tertawa
Satya mendelik kesal namun juga sedikit tertawa mendengar perbandingan yang terlontar dari aksa "gila lo. Gue di sama"in ama tikus kejepit. Muka lo tuh minta di tusuk ama sumpit"
Sementara prilly sedang santai menyantap bakso super pedesnya, tanpa menghiraukan orang² yang ada di dekatnya.
Suapan prilly berhenti, ketika ada tangan yang menarik mangkok baksonya. Prilly mendongak menatap orang yang sudah lancang mengambil baksonya
"A-apaan sih kak, sini'in bakso gue" Ujar prilly gugup
__ADS_1
Jujur saja prilly sedikit takut dengan tatapan arfali yang tajam.
Arfali memberikan 2 mangkok bakso milik prilly kepada genta. Dan dengan senang hati genta menerimanya.
"Ck giliran yang gratis aja gercep lo gen" decak aksa
Sedangkan genta tengah asyik memakan baksonya di samping prilly, tanpa memperdulikan orang lain.
Prilly menatap tajam genta, namun tak di gublis sama sekali hal itu semakin membuat prilly kesal setengah mati.
"Ck kalo bukan kakel, udah gue telen lo kak" gumam prilly namun masih terdengar oleh mereka
"Apaan pril, kagak denger gue" tanya rafa sambil menaikkan satu alisnya
"Pesen" ucap arfali
"Hah-'apaan maksud lo ar, gue kagak ngerti" aksa menggaruk kepalanya yang tak gatal
"Maksudnya pesenin. Gitu aja lo kagak ngerti" decak nichol
"Hehehe..." aksa menadakan tangannya "uangnya ar, gue lagi hemat biar cepet kaya"
__ADS_1
"Euww tadi nyindir gue, suka gratisan. Eh nggak taunya situ juga suka" sindir genta
"Udah jan bacot. Cepet pesen" lerai rafa
Arfali mengambil uang ratusan 5, lalu ia sodorkan kepada aksa, tapi tangan genta lebih dulu mengambil uang itu.
"Ini kebanyakan ar" protes genta. Lalu mengambil 3 lembar uang itu lalu di masukkan kedalam saku celananya, sedangkan 2 lembarnya ia berikan kepada aksa
"Lo tuh jan suka morotin temen sendiri. Ntar kalo lo mati masuk neraka jalur VVIP, mau lo !" Cerocos genta sambil makan bakso
"Keselek mampus lo" setelah mengatakan itu, aksa pergi memesan bakso yang baru untuk mereka
Sedangkan prilly menunduk lesu, matanya berkaca-kaca. Ia marah sekaligus kesal dengan tingkah arfali yang seenak jidad mengambil baksonya. Tapi ia juga tak bisa berbuat apa², melawanpun ia tak cukup berani.
Arfali yang melihat mata prilly berkaca-kaca pun tak tega. Lalu menarik prilly untuk duduk di pangkuannya "maaf udah buat kamu kesel, aku nggak mau kalo nanti kamu sakit perut"
Prilly menenggelamkan wajahnya di dada bidang arfali.
Arfali mencium kening prilly berkali-kali.
Acara romantis itu seketika buyar karna kedatangan aksa dengan 3 pelayan yang membawa makanan mereka.
__ADS_1
Arfali mengambil dua mangkok bakso, dan memberikan kepada prilly. Awalnya prilly ingin menyendok sambal banyak.