
"Gue nggak trima penolakan" arfali menekan setiap kata
"Gii nggik trimi pinilikin" cibir prilly sambil memonyong-monyongkan bibirnya.
Disisi pintu rooftop terdapat 5 orang yang tengah asik menguping, ralat hanya 4 orang karna yang 1 cuek bebek dengan keadaan sekitar.
"Huwaaa gue terharu, setelah sekian abad ternyata paketu bisa juga suka ama cewek" genta mendramatisir
"Iyalah emang lu kagak laku" cibir aksa
"Heh, enak aja tu monyong ngomong. Gue bukan kagak laku, tapi belum nemu yang pas aja" jawab genta
"Iyalah ora nemu, wong muka ae pas-pas kek dompet si nichol"
Cibir rafa
Genta mendengus kesal "heh muka gue ganteng yah, cuma nggak glowing aja. Gue udah pake segala produk skincare dari yang mahal ampe yang murah meriah tapi nggak ada yang cocok ama kulit muka gue"
"Muka lo banyak tingkah. Udah miskin, belagu lagi"
Genta mengus dada sabar mendengar cibiran dari yamuliya Gibran. Yang mulutnya kek boncabe pedesnya berlevel-level.
Cerocosan mereka buyar ketika pintu terbuka, dan menampilkan wajah datar arfali. Jangan lupakan prilly yang berada dibalik punggungnya.
__ADS_1
"Ehh paketu. Gue nggak nguping sumpah ✌, mereka berempat yang nguping" aksa menunjuk ke 4 sahabatnya
"Fitnah lebih kejam dari fitnes" kata nichol
"Goblok lu emang udah mendarah daging yee nich" ucap genta sambil memukul bokong nichol
Gibran menatap arfali "ke kantin"
Arfali hanya berdehem singkat
"Gini nih kalo kulkas di satuin, hawanya dingin² menghanyutkan
Ehem
"Gue ke kantin duluan kak, gue laper. Belom di kasih makan sama mommy" prilly memelas
"Anjirrrr walau muka melas tetep aja syantikkk ya neng" pujian itu berasal dari aksa
Seketika prilly jadi salting "hehehe gue biasa aja kog kak. Tapi Gue emang udah dari lahir cantik kak. Gue juga cantiknya alami no operasi²"
"Merendah untuk meroket" ucap nichol sambil tertawa
Prilly pergi tanpa memperdulikan arfali dan teman²nya. Tujuannya saat ini adalah ke kantin untuk mengisi perutnya yang telah meronta-ronta.
__ADS_1
Sesampainya di kantin ternyata sepi, mungkin karena pelajaran masih berlangsung.
"Mpok prilly pesen bakso 2 sama es teh 2" teriak prilly
Mpok mimin mengacungkan jempolnya kepada prilly.
Tiba² ada 3 orang yang duduk di depan prilly. Prilly memicing dahinya berkerut, ia seperti belum mengenal cowok² yang ada di hadapannya ini.
"Eh prilly... bolos ya lo" tuduhan itu berasal dari Doni (salah satu anggota scorpio juga)
"Mana ada gue bolos, lo pada kali yang bolos" ketus prilly
"Baperan amat neng" tangan Diky mencolek dagu prilly, yang semakin membuat prilly cemberut
"Ehem... kenalin gue Satya amorda" ucap satya (salah satu anggota scorpio)
"Lo cantik, gue suka" to the point satya sambil tersenyum manis
"Astaga, gue tau kalo gue tuh cantik. Tapi tolong dong jan suka gue, gue udah ada pawang" jawab prilly santai
Satya mendesah kecewa, di tolak sebelum bertindak. Sedangkan kedua sahabat satya hanya tertawa.
Arfali dan ke 5 sahabatnya memasuki kantin. Matanya memicing saat melihat anggota Scorpio yang sedang mencoba mendekati prilly. Arfali melangkah menuju meja yang di tempati oleh prilly dan di susul oleh para sahabatnya.
__ADS_1
Rafa menatap 3 anggota Scorpio "lah lo ber 3 ngapain disini?"