
[Mathilde Basset sudah ditemukan, dia bersama dengan salah satu Jenderal Orc. Berada di arah jam 11 sejauh 10 km. Dia bersama dengan beberapa pasukan pengawal yang kuat.]
“Aku tidak peduli dengan pasukan kuat itu, aku yakin mereka tidak akan sekuat Raja Orc yang berhasil melukaiku itu! Sekarang waktunya mencoba skill baru!”
“Orbiting Sword : Pengendalian Pedang!”
{Sebuah Skill yang mampu mengendalikan beberapa pedang secara bersamaan dengan bebas, sesuai dengan keinginan pengguna. Penggunaannya menghabiskan 1 mana tiap detik dan akan dikalikan 10 setiap 1 km.}
Eric tersenyum menakutkan, dia melemparkan Sword of Rage ke udara dan mengendalikannya dengan Mana miliknya. Lalu dia mengarahkan sisi tajam pedang itu ke sebuah arah dibarengi dengan mengayunkan tangannya ke arah tersebut.
*SWOOSH!
Sword of Rage melesat cepat menembus udara yang ada di medan peperangan itu, pedang itu lalu bermanuver sebentar ke atas dan bergerak menuju bawah dengan kecepatan lebih tinggi ketika sudah sampai di tempat Mathilde Basset.
“Matilah!” Eric mengayunkan tangannya ke bawah dengan cepat dan…
*SLASH!
*SLASH!
*SLASH!
[Master berhasil membunuh 3 penjaga orc dengan level 70.]
__ADS_1
***
“Hati-hati Pangeran Orc!” Beberapa penjaga yang ditugaskan untuk terus mengikuti kemana perginya Pangeran Orc langsung menjadi tameng hidup untuk tuannya itu.
Sayangnya ketiganya langsung mati seketika dan menyisakan sebuah Pedang Terbang berwarna merah kehitam-hitaman berhadapan langsung dengan Pangeran Orc dan salah satu selirnya yaitu Mathilde Basset.
“Bajingan mana yang mengirimkan pedang ini! Aku akan membunuhnya!” teriak Pangeran Orc (atau sebelumnya dikenal sebagai salah Jenderal Orc yang bekerjasama dengan Mathilde Basset) ke sembarang arah.
*SLASH!
Sayang sekali karena kekuatannya sama sekali tidak sebanding dengan pengguna pedang terbang yang bisa dikendalikan dari jarak jauh itu, pengaran orc itu harus merelakan kepalanya yang tiba-tiba terpisah dari tubuhnya.
“AAAAAAAAAAA! Pangeran Orc Mati!” teriak Mathilde Basset yang membuat beberapa pasukan orc yang mendengarnya tidak fokus dengan peperangan dan ingin segera kesana.
Hal itu juga yang membuat Raja Singa Leon menjadi lebih mudah membunuh Raja Orc yang tiba-tiba berbalik badan. Raja Singa Leon berhasil memenggal kepala musuh dan mengangkatnya tinggi-tinggi ke langit, tanpa bahwa mereka sudah menang.
“Menyerah atau mati!” teriakan Raja Singa Leon menggema ke segala arah, dia juga mengaktifkan skill auman pemelah mental miliknya, sehingga beberapa orc juga langsung terjatuh ke tanah menyatakan kekalahannya.
Mengesampingkan hal tersebut, Eric Basset sekarang sudah berada di depan Mathilde Basset yang sudah terkena ratusan sayatan dari pedang terbang miliknya.
“Argh! Ini sangat menyakitkan!”
Eric tidak memedulikan teriakan orang yang telah menyiksa dan membunuh kedua orang tuanya itu. Bahkan dari tampang wajahnya, dia sedikit menikmati penyiksaan yang dia lakukan pada Mathilde Basset itu.
__ADS_1
“Kemarilah Sword of Rage!” Eric menggenggam pedang itu dengan tangan kanannya.
“Ini adalah balasan atas apa yang kamu lakukan pada orang tuaku dulu!”
*SLASH!
Eric memotong tangan kanan dan kaki kiri Mathilde Basset dan membiarkannya bergeletakkan begitu saja.
“Argh! Lebih baik kamu bunuh saja aku!”
“Dan ini adalah akibatnya karena kamu mengancam nenekku dan membunuhnya dengan cara yang keji, aku akan membiarkanmu mati dengan kehabisan darah!”
*SLASH!
Eric memotong tangan kiri dan dilanjutkan dengan kaki kanan perempuan licik itu, lalu dia membiarkan darah mengucur deras dari keempat anggota tubuh yang terpotong itu.
“Argh! Anakku akan membalas atas ini semua!”
“Kamu akan mati dan kamu … akan … mendapat … pembalasan … yang … lebih … bu … ruk … da … ri … in–”
Eric melihat detik-detik terakhir Mathilde Basset mati setelah disiksa olehnya, dia yang masih belum puas hendak ingin mencabik-cabik mayat perempuan itu dengan pedangnya sekaligus memenggal kepalanya, namun…
“SUDAH CUKUP!!!”
__ADS_1