
“Gubernur jangan mendekatinya, itu hanyalah tubuh tipuan!”
Salah satu dari Penyihir Penjaga menyadari ada yang tidak beres dengan Caroline Renaud yang terluka itu.
Karena pada dasarnya setelah terkena serangan atau mendapat luka yang besar, maka hawa kehadirannya akan sedikit melemah.
*CRACK!
“Oh ternyata ada seorang yang menyadari trikku, padahal tinggal sedikit lagi aku bisa membunuhmu dengan mudah Albert!”
Tubuh palsu Caroline Renaud pecah menjadi bongkahan es, sedangkan dirinya yang asli keluar dari kepulan asap bersama dengan Eric dan Dimitri.
“Awas Gubernur!”
Beberapa Penyihir Penjaga berdiri di depan Albert sambil membentuk sihir pertahanan, mereka semua berjaga-jaga dengan serangan 3 musuh kuat di depan mereka itu.
“Bagaimana mungkin hawa keberadaan mereka sangat kuat seperti ini? Bukankah mereka terlalu muda dengan kekuatan yang begitu luar biasa ini? Level berapakah mereka?”
“Tidak perlu kalian tahu berapa levelku yang sekarang. Tapi aku akan memastikan satu hal, bahwa kalian semua yang berhubungan dengan Albert dan telah membantai Keluarga Renaud di masa lalu akan aku kirim ke neraka semuanya!”
__ADS_1
“Holy Ice Power : Bekukan seluruh bangunan ini!”
Caroline sudah mengeluarkan skill miliknya, ruangan yang luas beserta seluruh perabotannya seketika menjadi es, tidak ada yang bisa terlepas dari itu kecuali beberapa orang saja.
Karena Eric dan Dimitri berjanji untuk tidak mengganggu pertarungan tersebut, mereka hanya memastikan agar tidak ada yang bisa melarikan diri dari serangan Caroline saja.
“Ice Arrow : Matilah kalian semua!”
Caroline membentuk puluhan panah es yang kemudian langsung dilemparkan ke penghalang yang dibentuk musuh, dia memanfaatkan musuh yang tidak bisa bergerak akibat skill sebelumnya.
*BRAK!
*BRAK!
“Gubernur! Kita tidak bisa terus-terusan seperti ini, lebih baik kita mundur dan melarikan diri dari sini,” usul salah satu Penyihir Penjaga.
“Kalian semua adalah Penjaga Penyihir dengan level 150 ke atas, kenapa kalian semua harus takut pada bajingan kecil seperti mereka?” hardik Albert.
“Kalian ternyata memang tidak bisa diandalkan, kalau begitu biarkan aku saja yang menyerang mereka, aku akan mengerahkan elemen khususku untuk melawan es-es ini.”
__ADS_1
“Aku yakin dia hanya menggertak saja di awal, bagaimanapun aku sekarang sudah berada di level 183, tidak mungkin aku akan kalah oleh mereka bertiga!”
“Flame Burst : Lelehkan semua es yang ada di ruangan ini!”
“Flame Burst : Semburan Api Abadi 10 kali lipat!”
Albert dengan sombong mengeluarkan skill dan serangannya, dia tidak peduli dampak yang ditimbulkannya pada bangunan kediamannya itu.
Yang dia pedulikan hanya bagaimana caranya mengalahkan dan segera membunuh Caroline, yang merupakan musuh bebuyutannya sejak dulu kala.
“Ice Shield : Perisai Es!”
Caroline tidak bergeming, dia hanya perlu menggunakan satu tangannya untuk menahan semburan api dari musuhnya itu.
Tangannya yang lain masih terus mengendalikan Panah Es yang terus menghujani lawan, sampai akhirnya serangannya itu berhasil menembus pertahanan musuh.
“Tuan Albert! Tolong maafkan kami, tapi kami tidak mampu lagi menahan serangan musuh, kemungkinan besar mereka semua berada di atas level 200.”
“Dan kita sama sekali tidak bisa menang melawannya, kami akan membuat Anda pingsan terlebih dulu dan melarikan diri dari sini! Sekali lagi maaf!”
__ADS_1
Salah satu Penyihir Penjaga memukul tengkuk Albert sampai di pingsan, lalu dengan bantuan Penyihir Penjaga lainnya, dia mencoba keluar dari ruangan tersebut, sayangnya usahanya sia-sia karena…
“Memangnya ada yang mengizinkan kamu untuk keluar dari ruangan ini? Bagaimana jika aku membantumu dan tuanmu itu untuk menutup masa selamanya?!” ucap Eric dengan penekanan suara menakutkan.