
[Peringatan! Petir akan menyambar Master kurang dari 1 menit dari sekarang! Harap menggunakan kekuatan sisik naga iblis untuk menghalaunya.]
[Master akan mengalami mati rasa selama beberapa menit, lalu Anda akan memiliki resistansi pada serangan itu jika terus menerimanya dengan kekuatan fisik saja.]
"Terima kasih peringatannya Sistem. Kalau begitu, aku akan melakukan seperti sebelumnya, mari kuatkan sisik naga iblis milikku ini," ucap Eric percaya diri.
"Kamu hanyalah makhluk lemah, tidak akan bisa bertahan dari serangan suci ini, jika kamu gagal menahannya bersiaplah mati mengenaskan!" sombong Demigod Gemini bersiap.
[Petir Penghakiman Datang!]
“Uhuk!!!” Eric sedikit muntah darah setelah menerima petir yang berjumlah puluhan itu dari atas, namun dia masih bisa berdiri dengan tegak tanpa jatuh sama sekali.
“Mari kita kuat lebih menegangkan lagi, aku akan mendatangi petir penghakiman itu! Aku ingin merasakan inti dari petir itu! Mari Pedang Mana!”
Eric dengan gagahnya menaiki salah satu pedang mana miliknya dan terbang menuju ke pusat petir, dia sama sekali tidak takut dengan petir itu.
“Kemarilah petir-petir bajingan! Aku ingin kalian semua menjeratku dengan baik, aku tidak ingin kalian menyia-nyiakan tubuhku yang berharga ini!”
“Tampaknya kesombongan sudah memenuhi dirimu Iblis Tengik! Maka matilah dengan seluruh mana yang aku kumpulkan ini! Pergilah Petir!” teriak Demigod Gemini mengayunkan tangannya ke bawah.
*JLAR!
*JLAR!
Tubuh Eric sudah terbungkus dengan kilatan petir secara langsung, setiap inci pori-pori kulitnya sekarang sudah sangat panas dan sakit sekali.
Bahkan teriakannya sempat memancing beberapa bawahannya untuk menyelamatkannya, namun dilarang olehnya, karena dia mau latihan katanya.
__ADS_1
***
“Benar-benar gila! Tidak ada orang gila yang mau melakukan itu ketika pertarungan berlangsung, hanya kamu yang melakukannya Eric!” kagum Raja Naga Api.
“Aku berani bertaruh dia akan selamat! Bahkan sisik naga iblis miliknya sudah mulai berevolusi ke tingkat lebih tinggi, apakah kamu tidak mau mencobanya Raja Naga Api?” tanya Raja Naga Tanah.
“Eric tidak akan membiarkan kita mendekat, lebih baik kita lakukan tugas kita saja menghabisi para pengikut ini saja, apalagi kita masih harus mencari inti Lingkaran Sihir Raksasa ini!” jawab Raja Naga Api tenang.
“Benar juga, kalau begitu mari kita lakukan, dengan begitu, ancaman terakhir tidak akan bisa apa-apa!” ucap Raja Naga Tanah semangat, sambil mengeluarkan skillnya untuk mencari dimana letak inti lingkaran sihir itu.
***
Pertarungan lainnya juga berlangsung begitu mengagumkan, sayangnya Para Raja Naga sudah lebih kuat dari para Demigod itu dan mereka berhasil mengalahkan mereka semua dengan sangat mudah.
“Kenapa kalian tidak membunuh kami dan malah mengumpulkan kami disini? Apa yang hendak kalian lakukan pada kami hah?!” teriak Demigod Aquarius yang sudah tergeletak di tanah.
Raja Naga Air menjawab sambil menginjak Demigod Aquarius dengan biasa saja. Dia sama sekali tidak peduli, dia malah mengagumi kekuatannya sendiri setelah menerima hadiah dari Eric kala itu.
***
“AAAAAAAAAAAARGH! Sekarang aku sudah bisa lepas dari serangan itu dan aku sudah memiliki resistansi itu! Sekarang kamu akan menyerangku dengan apa Demigod Gemini!” teriak Eric di ketinggian.
*CRACK!
Tubuh Eric sudah berubah menjadi lebih gelap, tubuhnya seperti seorang ular yang sedang ganti kulit, sekarang kekuatan sisiknya sudah bisa menanggulangi petir sekuat tadi.
“Ba– bagaimana itu mungkin! Kenapa kamu bisa melakukannya?! Aku bahkan harus bersujud dan meminta skill itu dalam waktu lama dari Para Angel! Mereka juga mengatakan tidak akan ada yang bisa lepas dari itu!”
__ADS_1
“Lalu kenapa sekarang kamu bisa menanggulanginya dengan mudah! Ini semua tidak masuk akal! Lalu kenapa aku harus menjadi budak para Angel itu jika aku tidak memiliki kekuatan yang absolute?!”
Demigod Gemini terus menerus bertanya pada dirinya sendiri. Dia merasa sudah dibohongi oleh Para Angel. Meskipun dia sendiri merasakan bahwa Petir tadi sangat kuat, tapi hatinya semakin ragu dengan kebenaran Para Angel.
Tapi jika dilihat dari seluruh dunia, maka serangannya tadi bisa menghancurkan sebuah provinsi secara langsung dan bisa menyerangnya dari jarak jauh, sayangnya yang dia hadapi sekarang adalah Eric.
Orang yang ditakdirkan dan orang yang memegang peranan sebagai salah satu dewa di masa depan. Pengganti Dewa Iblis, dimana semua ketakutan akan bermuara padanya, itulah kenapa dia memiliki titel Sang Malapetaka Dunia.
“Tanyakan itu pada dirimu sendiri! Kenapa juga aku harus menjawab pertanyaan tidak berbobot itu! Lalu sekarang sudah waktunya kami mati!”
“Lihatlah seluruh pengikut yang sebelumnya mendukungmu sudah mati mengenaskan, beberapa Demigod juga sudah bergabung denganku!”
“Kamu sekarang tidak memiliki apapun lagi! Jadi menyerahlah dan matilah dengan tenang, agar tidak ada Demigod dengan ambisi bodoh sepertimu!”
“Tidak! Tidak! Aku masih memiliki Lingkaran Sihir Raksasa ini! Aku akan mengaktifkan penghancuran diri, dengan begitu kalian semua akan mati bersamaku!” teriak Demigod Gemini sambil tertawa seperti psikopat.
“Eric! Kami sudah menonaktifkan Lingkaran Sihir ini sejak tadi, kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau tanpa menghiraukan semuanya, jadi lakukan apa yang seharusnya kamu lakukan!” teriak Raja Naga Api percaya diri.
“Hehe … kamu memang bisa diandalkan, kalau begitu mari kita buat semuanya menjadi seperti seharusnya. Black Hole : Penyerapan Makhluk Hidup! Buat kekuatan mereka menjadi milikku!”
Sebuah Bola Hitam yang memiliki kekuatan menyerap segala sesuatu muncul di depan Eric dan langsung mengarah pada Demigod Gemini yang memiliki dua tubuh terpisah.
“Tidak! Tidak! Jangan lakukan ini padaku! Aku hanya menginginkan kekuatan saja! Sihir Demigod : Pembelah Dimensi! Sihir Demigod : Penghakiman Petir! Sihir Demigod : Peniruan Suci! Tiru Iblis Tengik itu!”
Demigod Gemini sudah di ujung keparahannya, semua skill yang dikeluarkannya mengalami kegagalan telak, bahkan skill penirunya.
Hal itu bisa terjadi karena skill itu mengharuskan orang yang ditiru lebih lemah dari pengguna, sedangkan disini Eris sudah sangat overpower.
__ADS_1
“Matilaaaaaaaah! Serap semuanya!”