
Kali ini adalah pertama kalinya bagi mereka bertiga untuk menyusup ke wilayah manusia.
Oleh karena itu, banyak persiapan yang sudah dilakukan dengan seksama, demi menjamin keselamatan.
Termasuk mengenakan sebuah pakaian sihir untuk menyamarkan aura seorang iblis dan menyembunyikan tanduk khas milik ras iblis.
Setelah memastikan semuanya siap, mereka berjalan santai masuk mendekati gerbang Ibukota Provinsi salah satu kerajaan tersebut.
“Selamat datang di Ibukota Provinsi, biaya masuk ke dalam ibukota adalah 50 perak tiap orang, silakan membayarnya terlebih dulu,” arah Penjaga Gerbang Masuk.
[Menukarkan 1000 PS menjadi 1000 Koin Emas.]
[1 Koin Emas setara dengan 100 Koin Perak.]
“Bolehkan aku bertanya sesuatu Penjaga?” tanya Eric sambil memberikan sebuah kantong kain yang berisi sekitar 10 koin emas.
“Ekhem! Kalian berdua gantikan aku sebentar, aku masih ada urusan dengan ketiga tamu ini,” ucap Penjaga itu pada temannya yang lain.
***
__ADS_1
Beberapa saat kemudian.
“Baiklah terima kasih Tuan Penjaga, ini aku tambahkan 10 koin emas lagi, silakan lanjutkan pekerjaan Anda, terima kasih karena telah menjawab semua pertanyaan kami,” ucap Eric sopan.
Eric bersama dengan kedua orang di belakangnya melanjutkan perjalanan mereka menuju ke sebuah arah, tak butuh waktu lama sampai akhirnya mereka sampai ke pusat kota.
“Jadi ini tempat sekaligus kediaman Gubernur yang membuat keluargamu hancur, kita akan melakukannya di malam hari, sekarang kalian berdua menyebar dan cari informasi yang berguna sebanyak mungkin,” perintah Eric.
“Baik Tuan Muda.” Caroline dan Dimitri menghilang begitu saja, mereka berdua menuju arah yang berbeda untuk mengumpulkan informasi setelah memastikan dimana tempat pertemuan nanti malam.
“Aku juga tidak boleh berdiam diri saja, aku juga akan mencari informasi di sekitar sini. Terutama masalah keamanan dan kekuatan yang dimiliki oleh provinsi ini,” batin Eric dalam hati.
***
Malam hari di Penginapan Black Rock.
“Kalian semua sudah mencari informasi dengan baik dan aku bisa menyimpulkan bahwa kekuatan musuh kali ini tidak terlalu kuat.”
“Aku juga mengabulkan permintaanmu Caroline, kamu boleh balas dendam pada mereka semua, kami berdua hanya akan membantu dari belakang.”
__ADS_1
“Terima kasih Tuan Muda. Akhirnya setelah 5 tahun perjuangan keras, saya berhasil mencapai titik ini dan memiliki kekuatan untuk balas dendam pada musuh.”
“Kalau begitu mari kita bergegas masuk ke dalam kediaman tersebut.”
Mereka bertiga sudah sangat terlatih dalam hari penyusupan dan pembunuhan dalam senyap, dalam waktu singkat, mereka bertiga berhasil masuk ke dalam rumah utama dan melewati semua penjaga yang sedang berjaga.
Singkatnya mereka sampai di sebuah kamar yang tidak lain adalah milik Albert Agard. Mereka membobol jendelanya dan masuk ke dalam kamar tersebut.
“Sihir Api : Bola Api!”
Sebuah teriakan terdengar tepat setelah mereka bertiga masuk dan ternyata kedatangan mereka sudah diperkirakan. Karenanya, mereka mendapat serangan dadakan dari lebih 10 penyihir penjaga kediaman tersebut.
“Ha ha ha … setelah sekian lama akhirnya kamu muncul lagi Caroline Renaud! Aku tahu kamu akan balas dendam padaku suatu hari nanti.”
“Salah satu penjagaku tadi juga melihatmu berkeliling ibukota provinsi ini. Dan maafkan aku karena telah menggagalkan balas dendammu ini!”
Albert Agard keluar dari kerumunan penyihir penjaga yang melemparkan bola api cukup besar tadi dan berkata sombong pada Caroline Renaud terlihat kesakitan menahan rasa sakit akibat luka bakar di tangan kanannya.
“Kamu sama sekali tidak berubah bajingan!”
__ADS_1