CRAZY DEMON SYSTEM

CRAZY DEMON SYSTEM
Bab 049 - Dark Elf Menjadi Bagian Pasukan.


__ADS_3

“Ada apa? Kenapa kamu menghentikanku Ratu Elf Hutan? Bukankah dalam hal ini, kita sudah sepakat bisa berbeda pendapat?”


“Apalagi setelah aku menyatakan sumpah setia, maka kami akan dibawa menuju ke sebuah dunia khusus milik Sang Pemilik Takdir.”


“Jadi kami semua tidak akan tinggal di hutan ini lagi, oleh karena itu jangan menghalangi kami menentukan masa depan kami.”


Ratu Elf Hutan tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia masih sangat ragu dengan hatinya sendiri. Dia masih harus mempertimbangkan banyak hal termasuk perjanjian damai dengan manusia bari-baru ini.


Dia sendiri sudah sadar bahwa salah satu ras tidak menghargai perjanjian perdamaian itu sendiri adalah ras manusia, tapi dia selalu menutup mata akan hal itu.


“Daripada kamu terlihat ragu, maka lebih baik kamu memberikan kesempatan pada seluruh Elf Hutan untuk memenuhi keinginan mereka sendiri.”


“Aku tahu yang kamu pikirkan adalah bahwa kamu sudah berjanji pada Kaisar Ras Manusia untuk tidak lagi mengganggu kehidupan manusia apalagi memerangi.”


“Dan hatimu masih ragu apakah Sang Pemegang Takdir ini bisa mengalahkan Kaisar Manusia itu, kan? Tapi kami sebagai Dark Elf masih akan tetap setia pada Tuan Eric Basset!”

__ADS_1


Eric kagum dengan cara penanganan dan ketegasan dalam bersikap Ratu Dark Elf tersebut, sampai tanpa sadar dia menanyakan nama dari Sang Ratu Dark Elf itu.


“Siapa namamu?”


Ratu Dark Elf kembali mengalihkan wajahnya ke Eric.


“Izinkan saya Alice Florentine mewakili seluruh Ras Dark Elf yang ada di hutan ini, dengan total populasi sebanyak 10.000 Dark Elf bersumpah setia pada Tuanku Eric Basset!”


“Alice Florentine, Kebenaran Yang Bermekaran, sebuah nama yang pantas atas sikap dan ketegasan dalam menyampaikan sesuatu. Aku menerimamu Wahai Perwakilan Dark Elf!”


“Terima kasih tuanku dan maafkan aku jika sedikit lancang, apakah Anda sudah memiliki pasangan (istri)? Jika belum maka saya siap menjadi istri Anda,” ucap Ratu Dark Elf masih berlutut.


Eric terkejut bukan main, tapi wajahnya tetap berusaha untuk tetap tenang. Karena dirinya tak menyangka pertanyaan pertama yang diajukan padanya adalah mengenai hal itu.


[Kenapa dia bertanya seperti itu, karena menurut ramalan bangsa Elf. Seharusnya Sang Pemegang Takdir yakni Master akan memiliki setidaknya 4 istri dari berbagai ras. Dia ingin memastikan hal itu sepertinya Master.]

__ADS_1


Setelah mendengar penjelasan sistem, Eric baru paham dengan gamblang. Sepertinya Alice ingin mengetahui sampai mana ramalan itu sudah terjadi, dengan begitu dia bisa mempersiapkan diri bersama dengan seluruh rasnya.


“Aku masih belum menikah sama sekali, tapi jika bertemu dengan wanita yang bisa kupercaya ada dua, mungkin sekarang ada tiga dengan dirimu Alice,” jawab Eric ringan, dia mencoba untuk tetap terlihat biasa saja.


“Oh itu artinya kita masih memiliki banyak waktu dan mungkin salah satu saran saya adalah agar tuan segera menikah, dengan begitu Anda bisa berbagi keluh kesah bersama dengan istri Anda,” sambung Alice Florentine lagi.


“Sudah-sudah, nanti lagi kita akan membahasnya, kalau begitu sesuai dengan perkataanmu tadi. Ajak aku menemui seluruh Dark Elf, kita akan pindah ke tempat yang berkali lipat lebih baik dari tempat ini,” ucap Eric mengubah topik.


“Dan Ratu Elf Hutan, aku tahu memang tidak sekuat Kaisar Ras Manusia sekarang. Tapi ingatlah, suatu hari nanti jangankan dia, bahkan para dewa akan bertekuk lutut di hadapanku!”


“Mereka adalah awal yang menyuruh ras lain untuk mengucilkan ras iblis kami, jadi jangan sampai salahkan aku juga kalian tidak bergabung denganku sekarang, sampai jumpa lagi.”


Eric berjalan bersama dengan Alice diikuti oleh Caroline dan Dimitri di belakangnya. Begitu juga dengan beberapa Dark Elf disana, mereka sekarang sudah bukan bagian dari hutan ini dan akan hidup mengikuti sumpah ratu mereka.


“Semoga keputusanku sekarang benar, karena sudah berulang kali Sang Pemegang Takdir muncul dan selalu kalah dengan Kaisar Manusia, Demigod dan Para Angel, aku tidak ingin mengulanginya lagi,” batin Ratu Elf Hutan sambil berjalan kembali ke kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2