
Eric, Dimitri & Caroline kembali lagi dan sekarang mereka langsung datang ke Istana Kerajaan.
“Jadi kalian bertigalah yang sudah membuat kerajaanku menjadi lemah seperti ini, tidak bisa dimaafkan, semua orang bunuh ketiga orang ini!”
“Ruler’s Sword : Tebasan Pedang Aura!”
*DUAR!
Satu serangan Eric berhasil menghancurkan setengah bangunan megah tempat mereka berada, namun tidak ada korban dalam kejadian itu, karena para petinggi kerajaan sempat menghindar di detik-detik terakhirnya.
“Aku akan melawan Raja Louis secara langsung, sedangkan kalian berdua lawan beberapa bawahannya yang lemah itu, kita akan menghabisi petinggi kerajaan dan seluruh keluarga kerajaan sampai tak tersisa hari ini, lakukan!”
Caroline dan Dimitri mengangguk paham, kekuatan mereka yang meningkat selama setahun terakhir menjadi lebih menakutkan lagi, bahkan mereka percaya diri bisa melawan 10 petinggi secara langsung.
“Kurang ajar, kalau memang kau mau melawanku, maka tidak ada alasan untuk takut, kemarilah bajingan licik!”
Raja Louis melesat mendekati Eric, keduanya berhadapan secara langsung dan lesatan serangan tak terelakkan lagi.
*TING!
*TING!
Keduanya sama-sama cepat dan pengguna pedang yang handal, bisa dikatakan untuk sekarang mereka berdua masih setara baik secara kekuatan maupun secara kecepatan.
__ADS_1
Namun, akibat ruang ruangan yang begitu sempit, mereka berdua meledakkan serangannya dan malah membuat ruang tahta itu hancur lebur menjadi berkeping-keping.
Sekarang sudah tidak ada lagi bangunan yang berdiri kokoh disana dan digantikan dengan reruntuhan ruang tahta istana.
“Bahkan batuan yang membentuk ruangan ini bisa kamu hancurkan dengan mudah. Sepertinya kamu bukan pemuda biasa! Dan kamu adalah iblis yang memimpin pemberontakan ini bukan?”
Raja Louis mundur puluhan meter setelah mendapat serangan berat dari Eric.
“Batuan apa, ini hanyalah bongkahan batu sedimen yang mudah rapuh, bahkan salah anak buahku akan tetap bisa menghancurkan ini dengan mudah Raja Louis.”
Eric menjawab ringan, sambil menyiapkan serangan selanjutnya.
“Ruler’s Sword : Hentakkan Pedang Gempa!”
Eric menancapkan pedangnya ke tanah, dia mengkombinasikan serangannya dengan elemen tanah, dimana dengan hal tersebut, membuat tanah menjadi bergetar hebat dan retakan tanah mulai terjadi.
Raja Louis kehilangan pijakannya, dia berlarian tepat di tanah-tanah yang belum hancur penuh, sambil menghindari serangan pedang jarak jauh Eric yang masih mengincarnya itu.
“Aku tidak bisa terus menghindar seperti ini, aku harus memberikan serangan balik yang masif juga. Aku akan menggunakan salah satu Skill Ultimate milikku.”
“Sun Strike : Gelombang Panas Matahari!”
Sebuah gelombang panas yang dapat menyebabkan kerusakan area muncul dari Padatan Mana Raja Louis.
__ADS_1
Dimana dia melemparkan inti gelombang panah itu mengikuti hawa panas yang ada dalam diri Eric, sebuah serangan yang bisa mengejar targetnya.
“Kamu memiliki skill yang tak kalah hebat Raja, sayangnya musuhmu kali ini adalah aku, jadi mungkin skill ini akan dengan mudah aku–”
Eric yang sedikit besar kepala terkena batunya, inti gelombang panas yang niatnya mau dihancurkan dengan tebasan pedang malah menghilang begitu saja dan muncul lagi tepat di depan ulu hatinya.
*BOOOM!
Inti Gelombang Panas itu telak mengenai Eric dan membuatnya terpental mundur sejauh 50 meter. Membuatnya muntah darah dan harus minum elixir untuk mengembalikan kondisinya.
“Ha ha ha, kamu masih terlalu muda untuk bisa memahami skill milikku anak muda bajingan! Sekarang kamu tahu bukan, siapa yang lebih kuat?”
“Dengan Inti Gelombang Panas yang tidak bisa kau hindari itu. Maka, seluruh organ dalam milikmu akan secara perlahan terbakar hebat dan kau akan mati mengenaskan!”
Raja Louis seperti berada di atas kertas, dia bisa memenangkan pertarungan ini dengan mengandalkan ketidaktahuan musuh.
Serangan Orbiting Sword yang sejak tadi terus membatasi gerakannya sudah tidak ada lagi. Kini, gantian dia yang mendekati Eric dan hendak menebas kepalanya.
“Sepertinya aku mendapat pelajaran yang berharga hari ini. Bagi orang yang memang berniat menyembunyikan kekuatannya, maka aku harus lebih memahami serangan musuh.”
“Kamu telah menyadarkanku atas kecerobohan itu Raja Louis, sekarang terserah kamu mau menebasku dan menjadikan ini kemenangan milikmu atau…”
“Atau apa? Kenapa dari kata-kata milikmu itu aku merasakan sedikit ancaman! Apa yang telah kamu rencanakan dengan senyuman menjijikkan itu hah!”
__ADS_1
Raja Louis sadar ada yang tidak beres, seharusnya Eric sudah sekarat. Namun, wajahnya masih menandakan bahwa dirinya tidak terkena apa-apa dan seperti menunggu sesuatu terjadi.
“GURU AGUNG! KAMI SUDAH SELESAI MELAKUKANNYA!”