
“Biarkan mereka masuk, sebelumnya mereka sudah mengirim surat dan Sang Raja Dwarf sudah menunggu kalian di Istana, mari ikuti saya…”
Seorang Jenderal Pasukan yang memiliki tinggi tak terlalu tinggi namun berotot datang dan menyambut kedatangan Eric dan dua bawahannya.
***
Sampai di Istana Kerajaan Dwarf.
“Jadi apa yang kalian inginkan dari kami? Apakah kalian bertiga masih kekeh dengan yang tertulis di surat itu?!” Raja Dwarf terlihat sangat marah di atas singgasananya.
“Kami hanya menawarkan kesepakatan, bukankah kalian sudah melihat bagaimana cara kami memberikan kesepakatan dan hadiah?” jawab Eric dengan tenang.
“Itu adalah penghinaan besar bagi Ras Dwarf. Meskipun kalian mampu membawa bijih-bijih besi dan logam paling berharga sekalipun, itu sangat tidak bisa diterima!”
“Jika memang tidak bisa diterima, kenapa kalian membolehkan kami masuk? Apakah kalian ingin menyergap kami dan mengambil bawaan kami untuk kesepakatan itu?”
Eric sudah mengeluarkan tekanan penguasa yang ada dalam dirinya, dia bersama dengan kedua pelayannya melihat sekitar, ternyata mereka bertiga sudah dikepung dalam istana.
“Sepertinya kalian salah paham akan sesuatu, memangnya kami ingin kalian bergabung karena kekuatan? Jangan bermimpi terlalu tinggi!”
“Unlimited Mana Sword : 100 Pedang Mana Tinggi!”
__ADS_1
Tepat 100 Pedang Mana dengan kepadatan Mana yang sangat tinggi langsung terbentuk di sebelah leher semua petinggi yang ada di ruang tahta itu.
“Jangan pikir, bisa menakuti kami hanya dengan ini–”
*SLASH!
Tangan salah satu petinggi yang berniat melawan tadi terpotong seketika, hal itu membuktikan bahwa pedang mana itu sangat kuat dan bukan pedang biasa.
Raja Dwarf yang sebelumnya berencana membunuh Eric langsung terdiam. Dia sekarang dalam kebingungan, bukankah semua bawahannya sudah berada di level 500. Lalu kenapa masih bisa terpotong dengan mudah seperti itu.
“Tuan Muda, biarkan kami saja yang mengurus mereka. Bukankah jika memang kesepatakan ini tidak berhasil, maka sudah seharusnya kita menghabisi mereka semua?”
Dimitri mengeluarkan tekanan setara dengan levelnya, yang tentunya membuat beberapa orang di sekitarnya langsung terjatuh, karena efek yang ditimbulkannya.
“Jangan diteruskan, kami mengaku salah, kami akan menerima kesepakatan ini dengan beberapa syarat tambahan, jadi jangan mengeluarkan skill milikmu…”
Dimitri menunggu perintah lanjutan dari Eric mengenai perkataan Raja Dwarf yang terlihat sangat menyedihkan itu.
“Turunkan skill milikmu, Ras Dwarf ini memang terkenal sombong, bukankah begitu Alice?” Eric memandang tepat ke tempat yang berada tepat di belakang Raja Dwarf.
“Aku sudah mengatakannya berulang kali bukan, memang harus dengan cara seperti ini, baru mereka akan bisa dikondisikan dengan mudah.”
__ADS_1
Alice yang memiliki Skill Stealth peringkat SS menampakkan dirinya, dia sudah meletakkan belati pendek miliknya tepat di leher sang raja, hal itu juga yang membuat raja itu memohon seperti tadi.
“Ras Dark Elf!” Semua orang terlihat terkejut dengan pertunjukkan itu.
“Sebenarnya sudah tidak pantas kalian memberikan syarat, tapi demi menghargai kesepakatan yang keluar dariku melalui surat yang kamu pegang itu, aku akan mendengarkannya.”
Eric memberikan kode pada Alice untuk meletakkan belatinya kembali ke sarungnya. Dan dia mendekati Raja Dwarf yang sudah berkeringat dingin.
“Uhuk… uhuk… uhuk…”
“Sebelumnya aku akan minta maaf karena perlakukan kami, mengenai syarat kami sebelumnya adalah bisakah kalian mengatasi Naga Pengacau yang ada di Tambang Besar kami?”
“Dengan begitu kami bisa menambang dan menyediakan material paling berharga untuk kelangsungan perang yang akan kalian semua laksanakan, bukankah itu saling menguntungkan?”
“Apakah kamu mau mati sekarang juga Raja Dwarf, mungkinkah kamu mengirim kami kesana untuk mati? Jika syaratmu keterlaluan seperti ini, lebih baik kami menguasai kalian dengan kekerasan!” Alice sangat marah.
“Tunggu!”
“Seekor Naga ya? Sepertinya menarik, aku akan menerima syarat itu, bawa aku kesana! Tapi jika aku berhasil, bersiaplah untuk bersumpah setia padaku!” tegas Eric.
“Tapi Tuan Muda…”
__ADS_1
“Sudah, biarkan aku masuk kesana sendirian, siapa tahu aku akan bisa menjadikannya rekan baru dalam perjalanan kita dan bukankah ras naga memiliki pengetahuan dan kebijaksanaan yang sesungguhnya, aku akan bertanya sesuatu padanya nanti.”