
“Apa tidak mungkin, semuanya sudah aku kerahkan dan serangan itu masih berlangsung sampai sekarang, tapi kenapa Roh Suci Raksasa itu tidak tumbang juga? Uhuk…”
Dimitri terlihat batuk darah, salah satu tubuhnya yang menjadi media serangan sudah hampir menghilang, serangan kuatnya masih terus berlangsung sampai sekarang tapi musuh tidak kalah juga.
“Jangan memaksakan dirimu Tuan Dimitri! Lebih baik kita mundur dan menghilang dari musuh, dengan begitu kita masih bisa merencanakan hal lainnya!” teriak Demigod Leo tegas menghentikan Dimitri.
“TIDAK! Kita memang bisa melarikan diri dengan cepat! Tapi bagaimana dengan nasib mereka semua? Aku tidak akan memiliki wajah jika sampai bertemu dengan Tuan Muda!”
“Sekarang mari kita gunakan tubuhku yang kedua ini! Biarkan aku menjadi media sekali lagi agar ada dua serangan secara langsung yang bisa menghancurkan Roh Suci itu sekali lagi!”
“Sihir Gabungan Demigod : Pengekang Demigod!” ucap Demigod Leo bersama lainnya.
“Kami sangat terkesan dengan pengorbanan Anda, tapi ingatlah juga, bahwa Tuan Muda tidak akan senang jika melihat salah satu bawahan setianya mati sekarang, jadi maafkan kami…”
“Apa yang kalian lakukan? Lepaskan aku dari sini! Biarkan aku ikut bertarung bersama kalian semua! Jangan bodoh! Cepat kembali kesini!”
__ADS_1
“Sampai jumpa Tuan Dimitri. Biarkan kami yang menjadi korban untuk semua orang, bagaimanapun kami adalah pengikut baru yang belum terlalu berkesan untuk semua orang.”
“Tapi terima kasih sudah menunjukkan bagaimana ketulusan itu ada dan kebetulan sekali kami memiliki beberapa perhitungan dengan para malaikat. Jadi, sampai jumpa lagi…”
11 Demigod lainnya langsung maju, mereka meninggalkan Dimitri di belakang dan bergabung dengan pasukan lainnya yang sudah melakukan pertarungan ronde berikutnya dengan Roh Suci Raksasa yang baru bangkit lagi.
***
“Dimana Dimitri?”
“Aku paham, sepertinya Roh Suci Raksasa ini lebih kuat dari sebelumnya ya, kalau begitu tidak ada pilihan lain, mari kita menyerangnya bersama-sama sampai titik darah penghabisan!”
Para Demigod, Para Raja Naga dan semua pasukan mengangguk, mereka semua langsung menyerang dari berbagai arah, sampai tak terasa pertarungan mereka sudah berlangsung selama 1 bulan lamanya.
Dan tanda-tanda kemenangan sudah mulai terlihat, dimana Roh Suci Raksasa masih berdiri kokoh di tengah semua serangan. Sedangkan Pasukan Perdamaian sudah banyak yang kehabisan mana dan kekurangan stamina.
__ADS_1
“Sihir Roh Suci Raksasa : Kehancuran Dunia!” Roh Suci itu mengepalkan tangannya dan bersiap memberikan serangan lanjutan dan membunuh semua orang yang ada di sana.
Beberapa naga dan para demigod mencoba menghalangi, sayangnya mereka bukan tandingan dari Roh Suci itu dan akhirnya terlempar ratusan kilometer jauhnya dan langsung sekarat.
“Kalian memang cukup alot, sayangnya Ras Iblis di belakang kalian yang seharusnya menjadi musuh alami kami, malah melindungi orang-orang tidak berguna seperti kalian! Karena itu MATILAH KALIAN SEMUA!”
Semua orang hanya bisa pasrah, termasuk Raja Naga Cahaya yang sudah kehilangan kedua tangannya karena pertarungan mereka sebelumnya. Dimitri yang ada di kejauhan hanya bisa bersedih melihat hal tersebut.
Ketika serangan Roh Suci Raksasa itu hampir mencapai mereka semua, sebuah cahaya merah turun dengan deras dari langit dan langsung menghantam roh itu sampai gagal mengeluarkan serangannya.
“Yoooo lama tidak bertemu para pasukan setiaku, sepertinya kalian semua sudah berusaha dengan keras melawan Roh Suci Raksasa ini, sekarang istirahatlah dan biarkan aku menyembuhkan kalian terlebih dulu!”
Eric datang sambil menenteng 3 ikatan kain yang ada di pinggangnya, lalu dia memberikan berkah kesembuhan pada semua orang sampai tubuh mereka kembali normal, namun mana dalam tubuh mereka masih dalam proses untuk bisa kembali lagi.
Roh Suci Raksasa sudah bangkit dari posisi terjungkalnya, wajahnya terlihat sangat marah dan langsung berniat menghantam Eric yang sudah memukulnya dari atas itu.
__ADS_1
“MATILAH DASAR IBLIS BODOH! JANGAN PIKIR KAMI AKAN KALAH SEMUDAH ITU!”