
Di kamar Eric, di dalam [CHAOTIC WORLD].
“Apa yang sedang kamu lakukan Alice?”
“Ini sudah menjadi kewajiban kami ketika kami bersumpah setia pada seorang tuan baru. Apakah memang Tuan Eric tidak tertarik dengan tubuh saya?”
“Apakah kamu memang benar-benar menginginkannya? Meski aku sudah pernah mendengarnya, tapi melakukannya secara langsung adalah hal yang berbeda.”
“Saya melakukan ini bukan semata-mata karena ingin mendapatkan benih Anda, tapi ada sesuatu hal yang tersimpan di tubuh saya.”
“Sesuatu ini sudah tersimpan dari turun temurun dan yang bisa membukanya hanyalah Sang Pemegang Takdir, jadi tolong jamahi saya Tuan Muda.”
Alice Florentine memang tak pandai berbohong atau mengungkapkan rasa malunya, dia dengan terang-terangan mengajak Eric berhubungan.
Meskipun sudah berulang kali diperingatkan oleh Caroline untuk tidak melakukannya. Namun, Alice selalu beralasan mengenai ramalan dan Caroline pun kalah dalam hal itu.
“Aku hanya pernah melakukannya bersama dengan dua wanita, pertama dengan Leonie Castillo, sekutu kita yang masih mempersiapkan pasukan singa yang kuat dan perkasa.”
“Yang kedua adalah Caroline Renaud yang selalu kalah debat denganmu. Jadi kamu adalah wanita ketigaku, aku harap kamu tidak keberatan dengan hal itu.”
Eric mengatakan wanitanya dengan jujur dan benar saja ada sedikit kecemburuan di mata Alice, karena tidak bisa menjadi yang pertama, tapi dia rela melakukannya.
“Tenang saja Tuan. Saya tidak keberatan sama sekali, saya melakukan semuanya karena memang saya senang bisa ditakdirkan bersama dengan Sang Pemegang Takdir.”
__ADS_1
Tangan Alice sudah meraih baju dan celana yang dikenakan Eric, tanganya sudah memainkan senjata Eric yang semakin lama semakin menegang di bawah sana.
Eric terdiam menikmati, lalu karena dia tidak ingin kenikmatan ini berjalan satu arah saja, dia dengan kasar lalu melemparkan Alice ke tempat tidur miliknya.
Lalu dia melepas semua baju dan celananya, dia juga beralih ke Alice serta melakukan hal yang sama. Tak berhenti disana Eric lalu menjilati Perahu Tembem milik Alice sampai basah.
Suara kenikmatan mulai dikeluarkan oleh Alice. Dia sangat senang bahwa Eric menikmati tubuhnya dengan kasar. Karena dirinya juga suka sekali diperlakukan seperti itu.
Setelah itu Eric memerintahkan Alice untuk duduk di bawah sedangkan dirinya berdiri tegak, dia menyuruh memasukkan senjatanya ke dalam mulut Alice.
Alice melakukan semua perintah itu, dia memasukkannya sampai ke pangkal tenggorokan, dia ingin memberikan sensasi kepuasan pada tuannya tersebut.
“Sekarang kita berdua sudah basah dan aku sudah tak tahan lagi ingin menyerang Perahu Tembem milikmu, berikan aku posisi yang terbaik!” perintah Eric sedikit kasar.
Lalu sebuah Senjata Panas tiba-tiba masuk dan menembus Perahu Tembem Alice, dia mengerang kesakitan dan keluar darah segar dari sana.
“Pelan-pelan Tuan, ini sakit…”
Eric memelankan serangannya, dia lalu bergerak lebih pelan tapi sangat dalam. Lalu setelah beberapa saat, dia mengencangkan lagi gerakannya.
Alice juga sudah mulai menikmati dan sekarang gilirannya yang ada di atas dan memainkan Senjata Panas Eric sesukanya, tentunya dengan Perahu Tembem miliknya.
Setelah beberapa saat berlalu, keduanya sudah mencoba berbagai posisi yang ideal, sekarang kedua orang itu hampir mencapai puncaknya.
__ADS_1
“Aku akan keluar!”
“Aku juga tuan, berikan saya sebanyak mungkin!”
Keduanya sampai di puncak secara bersamaan, kemudian nafas menderu sebelumnya sudah menghilang digantikan nafas lega dari keduanya.
“Tadi permainan yang sangat bagus Tuan Eric.”
“Aku juga sangat senang sekali dengan telinga runcingmu itu. Bagiku itu adalah sensasi baru dan sangat menggemaskan.”
“Jangan mengatakan itu, saya malu tuan.”
“Oh ternyata kamu bisa malu juga, bukankah tadi kamu yang datang ke kamarku dan mengajakku melakukan itu?”
“Eh benar juga, tapi tetap saja saya malu.”
Alice memeluk tubuh Eric dari belakang, keduanya masih belum menggunakan busana apapun.
Karena hal itu mereka berdua tertarik melakukannya lagi sampai 2-3 kali lagi. Sampai keduanya benar-benar lemas dan sekarang mereka berdua mengobrol ringan menjelang tidur.
“Tentu saja, nanti ikutlah bersamaku menuju ke Perut Bumi Dwarf! Kita akan menarik mereka semua menjadi bagian dari Kekaisaran Grande Paix.”
“Terima kasih Tuan Muda. Kalau begitu, mari kita tidur, karena besok masih ada banyak pekerjaan menanti.”
__ADS_1
“Yaaa.”