
Keduanya bertarung dengan fisik masing-masing selama tujuh hari tujuh malam tiada henti, bahkan sekarang tembok dan gerbang raksasa yang sebelumnya memisahkan Kerajaan Dwarf dan Tambang Besar sudah retak.
Gunung tempat adanya Tambang Besar itu bahkan sudah hancur sebagian besarnya, pertarungan kedua makhluk itu berlanjut sampai di langit, mereka berdua tidak ada hentinya saling jual beli serangan.
***
“Sangat menakutkan! Apakah itu kekuatan asli dari Tuan Eric?” tanya Raja Dwarf.
“Meskipun aku juga baru pertama kali melihat Tuan Muda bertarung seperti ini, tapi aku bisa mengatakan kekuatannya mungkin masih bisa bertambah lagi,” jawab Dimitri bangga.
Raja Dwarf dan para petinggi lainnya yang melihat pertarungan di langit itu menelan ludah. Mereka semua saling menyalahkan diri sendiri karena berniat tidak tunduk di hadapan makhluk yang setara dengan naga itu.
“Jadi aku ingatkan sekali lagi pada kalian semua, meskipun kami pernah mendengar bahwa kalian bisa menciptakan Senjata Pemusnah Naga demi membunuh naga yang ada disana, tapi…”
“Jangan samakan Tuan Muda kami dengan naga itu, dia lebih gesit dan bisa saja lebih kuat dari naga itu. Jadi senjata kalian tidak akan berfungsi secara maksimal!”
“Lihatlah tembok dan gerbang yang kalian banggakan itu, jika aku menyerangnya beberapa kali lagi mungkin itu akan hancur. Jadi pikirkanlah baik-baik mengenai tawaran kami!”
Alice dan Caroline memberikan ceramah pada Raja Dwarf dan seluruh petinggi kerajaan yang ada di sana.
***
“Jadi apakah kamu masih mau mengeluarkan skill lainnya? Tidak bisakah aku menjadikanmu sebagai temanku atau tungganganku saja?”
“Kamu sendiri yang mengakui bahwa meski aku belum mencapai level 600, tapi aku bisa hampir menyamai kekuatanmu yang berada di level 800, bukankah itu sebuah pengakuan?”
“Cih! Jangan besar kepala dulu Iblis Kuat! Kamu hanya beruntung saja selama ini karena memiliki tubuh kecil sehingga aku kesulitan untuk membunuhmu! Jika tidak–”
Naga Legendaris Api sudah mulai mengubah panggilannya pada Eric. Meski begitu, dia sebagai salah satu ras terkuat yang sudah hidup ribuan tahun, tidak akan bisa ditundukkan dengan semudah itu.
“Ternyata kamu masih saja keras kepala! Kalau memang seperti itu mari kita buat pertarungan yang sudah berjalan selama seminggu ini berakhir, bagaimana dengan serangan pamungkas dan terkuat kita?”
“Kau sombong juga ya! Kalau begitu mari kita lakukan!”
__ADS_1
Baik Naga Legendaris Api maupun Eric menghentikan serangan mereka sesaat dan mengambil jarak, ketika mata kedua makhluk itu bertemu, keduanya sudah mulai mengeluarkan serangan terkuatnya.
***
“Sial! Kita cepat menghindari dampak serangan itu! Mungkin benturan kedua serangan itu akan menghilangkan kehidupan dalam radius 100 km dari sini secara instan, jika tidak mau mati maka larilah!” teriak Dimitri.
Tentu saja semua orang yang ada disana paham tanpa perlu dijelaskan lagi, apalagi kedua serangan yang terbentuk di atas sana sudah mampu menekan mereka semua sampai mengeluarkan keringat dingin.
***
“Gabungan Skill Ultimate Unlimited Mana Sword & Black Hole : Terbentuklah Pedang Penyerap Mana Ultimate! Musnahkanlah semua hal yang ada di sekitarmu! Majuuuuuuuuuuuu!”
“Sihir Naga Api Tertinggi : Kendalikan Mana Alam dan Jadilah Sebagai Meriam Api Suci Paling Dahsyat yang pernah ada! Jangan buat aku kecewa Iblis Kuat! Majuuuuuuuuuuuu!”
*BOOOOOOOOOOOOOM!
Dampak serangan itu sangat kuat, tepat di tengah benturan serangan itu terbentuklah sebuah kubah ledakan yang menghilangkan segala sesuatu dalam radius 100 km, termasuk Tambang Besar yang ada di bawah sana.
Beberapa saat kemudian Naga Legendaris Api berteriak keras karena kaki kanannya yang depan terpotong oleh serangan Eric yang masih belum hancur sepenuhnya dan dengan itu juga dia mengakui kekalahan.
***
Eric mendekati Naga Legendaris Api itu dengan tubuh yang penuh luka, dia sendiri cukup terdampak akibat serangan tadi.
“Cih! Ternyata kamu baik juga Iblis Kuat! Bahkan kamu bisa melihat luka dalam yang ada pada tubuhku,” puji Naga Legendaris Api sedikit tersenyum.
“I– ini Elixir Air Mata Abadi! Sebuah harta karun yang bahkan sangat dicari oleh ras kami. Bahkan Elixir ini mampu membuat pertarungan antar ras tingkat tinggi atau kekaisaran terjadi, apakah kamu benar memberikannya padaku?”
[Pembelian Elixir Air Mata Abadi seharga 100.000 Poin Sistem berhasil.]
“Kenapa aku harus ragu, minumlah! Aku tidak mau memiliki teman yang cacat! Jadi apakah dengan ini kamu mau menerimaku menjadi tuan baru? Atau lebih tepatnya teman baruku?”
Naga Legendaris Api tidak melihat keraguan dan kebohongan dari mata Eric. Meskipun sedikit ego dalam hatinya untuk menolak, tapi kata-kata yang keluar malah berbeda.
__ADS_1
“Baiklah mulai sekarang aku akan menjadi teman, sahabat dan keluarga barumu. Terimalah Kontrak Naga ini!” Naga Legendaris Api memberikan kepalanya untuk disentuh Eric, tanda menyetujui kontrak.
***
Di Kerajaan Dwarf.
“Kami menerima Tuan Eric sebagai pelindung baru Kerajaan Dwarf dan kami menyatakan bersumpah setia. Dan siap bergabung kepada Kekaisaran Grande Paix!”
“Baguslah karena kalian sudah bersumpah setia dan memberikan pernyataan dalam kontak jiwa kalian. Aku tidak perlu khawatir lagi, kalian semua kemarilah, aku akan membawa kalian ke sebuah tempat!”
Tak butuh waktu lama bagi Eric untuk memindahkan semua orang termasuk dengan seluruh ras yang ada beserta bangunan kerajaan ke dalam [CHAOTIC WORLD].
***
Beberapa hari kemudian, setelah semua orang bisa beradaptasi dengan cepat dan mendapat banyak hadiah yang sangat melimpah dan diimpikan seluruh ras dwarf.
“Apakah kamu harus berubah menjadi kecil seperti ini? Bukankah keagungan dan kewibaanmu akan hilang Naga Legendaris Api?”
“Terserah aku saja, bagaimanapun aku melakukan ini agar bisa berkomunikasi dengan mudah denganmu, tidak ada salahnya.”
“Dan yang malah menjadi perhatianku adalah bagaimana kamu memiliki semua material tingkat tinggi yang bahkan setara dengan sisikku itu?”
“Apalagi kamu memberikan semua percuma pada dwarf itu? Apakah kamu benar-benar orang yang ditakdirkan itu? Aku sangat curiga sekarang.”
“Aku tidak mau mengakuinya, toh kamu sering bercerita bahwa dari dulu banyak kandidat yang akhirnya mati sebelum menuntaskan tugasnya.”
“Jadi daripada aku beromong besar, lebih baik aku lebih tertutup saja, apalagi musuhku kali ini akan melibatkan para manusia, demigod dan angel.”
“Ada benarnya juga.” Naga itu tidur di pundak Eric tanpa rasa bersalah, dia sering kali bermalas-malasan di sana, sambil mengikuti kemanapun Eric pergi.
Eric lalu teringat mengenai hadiah yang akan diterimanya setelah menaklukkan Naga Legendaris Api.
[Sistem sudah menambahkan semuanya, jadi apakah Master ingin memasangkan skill dan menyebarkan Poin Distribusi?]
__ADS_1
‘Tentu saja, kenapa tidak?’
[Selamat...]