
Sampai di Ibukota Kerajaan Matahari Terbit.
“Ingat misi utama kita berubah, kalian semua cepat cari tau dimana saja letak toko budak yang menjual ras iblis berada, setelah itu kirim tanda atau sinyal padaku, paham?”
“Kami paham Tuan.”
“Baik, bergeraklah!”
“Aku sudah mendapatkan rencana tambahan bagaimana aku membasmi kalian semua God, Demigod dan Angel! Aku akan membuat kalian semua merasakan apa yang telah dirasakan oleh ras iblis kami!”
Eric bergumam sendiri menahan amarahnya, tapi hanya sampai disitu saja, dia kembali pada ketenangannya dan keluar dari rumah terbengkalai yang ada di pinggiran ibukota tersebut.
Tak butuh waktu lama sampai akhirnya dia mendapat kabar dari salah satu pelayannya, dimana tempat para budak iblis dijual.
Eric langsung kesana, dia ingin membuat semuanya tetap berjalan tenang tanpa memunculkan kecurigaan beberapa orang.
Karena misi utama mereka dimana membunuh sang raja masih akan dilakukan beberapa hari berikutnya.
***
Di Toko Penjual Budak.
“Apakah Anda adalah tuan yang dikatakan wanita cantik tadi? Kalau begitu saya sudah menyiapkan semua budak sesuai dengan yang tuan cari, silakan!”
__ADS_1
Pemilik toko tersebut menyambut Eric dengan ramah, tentu saja sebagai seorang pebisnis ulung, dia tidak akan melepaskan ikan besar yang akan membelanjakan banyak emas padanya itu.
Mereka berdua masuk ke ruang bawah tanah, disana langsung terlihat pemandangan yang sangat berbeda dari kerapian di lantai atas.
Di ruang bawah tanah itu terdapat banyak ruangan berjeruji besi dan di dalamnya terdapat 10 sampai 20 budak yang siap dibeli.
Namun betapa mirisnya hari Eric ketika sampai pada ras iblis, dengan ruangan yang sama, 30 dari mereka tinggal di tempat yang sama.
Bahkan untuk tidur saja mereka harus berhimpitan satu sama lain, bahkan pada para budak saja, iblis mendapat diskriminasi yang tidak adil.
“Total, kami memiliki lebih dari 170 budak ras iblis dan harga mereka juga bervariasi tergantung dengan jenis kelamin serta kegunaan mereka Tuan.”
“Aku tidak peduli, cepat sebutkan harga mereka, aku akan membeli semuanya. Dan jika kamu memiliki budak iblis yang baru lagi, segera kabari aku, aku akan membelinya lagi.”
Pemilik Toko mengeluarkan alat hitungnya dan melihat satu per satu budak iblis yang dimilikinya, setelah menghitung semuanya, dia kembali ke Eric.
“Tuan ingin menggunakan pembayaran koin emas atau perak?”
“Aku ingin menggunakan keduanya, totalnya jadi berapa?”
“Total budak ras iblis ini di angka 163 koin emas dan 2.790 koin perak Tuan.”
“Baiklah ini uangnya, kalau begitu berikan aku Kontrak Budak sekarang juga.”
__ADS_1
“Wangi uang yang sangat indah, tunggu sebentar Tuan, saya akan mengambil seluruh Kontrak Budak yang ada.”
Setelah melakukan transaksi dan pemindahan tuan dalam kontak budak tersebut, Eric langsung membawa seluruh budaknya menuju ke pinggiran kota, sesampainya di sana, dia langsung memasukkan semua orang ke dalam [CHAOTIC WORLD].
“Lihatlah ini!”
Eric membakar seluruh kontrak budak yang ada di tangannya, itu artinya semua iblis yang sebelumnya terikat oleh kontrak tersebut bebas dan merdeka.
“Aku juga merupakan seorang iblis dan tujuanku sekarang ada mengembalikan kejayaan ras iblis di masa lalu, aku akan memberikan pertanyaan pada kalian semua sebelum aku tinggalkan disini.”
“Apakah kalian mau membantuku untuk merebut kembali kehormatan ras iblis yang sudah diinjak-injak oleh ras lainnya selama ribuan tahun ini? Atau hanya akan menjadi budak selamanya?”
*SWOOSH!
“Aku sudah menyiapkan seluruh makanan dan minuman disini, kalian boleh berpikir sambil menghabiskan ini semua, aku akan pergi dulu membeli budak-budak iblis yang lain.”
Eric lalu keluar dari dunia itu dan melanjutkan pembelian seluruh budak iblis yang ada dan memberikan pertanyaan yang sama, jumlah budak iblis yang berhasil dibeli selama beberapa hari terakhir sudah mencapai angka 10.000 budak.
Sudah tidak ada yang tersisa lagi Toko Budak yang menjual Budak Ras Iblis, sekarang budak iblis yang tersisa sudah menjadi milik para bangsawan kerajaan ini.
“Kalau begitu kita akan membunuh mereka semua dan mengambil seluruh budak yang mereka miliki, sudah waktunya kita menunjukkan kehadiran kita di ibukota ini pada Raja Matahari Terbit.”
“Baik, Tuan Muda!”
__ADS_1