
Kembali lagi ke Istana dan sekitarnya.
“Great Influence : Sadarlah & Dengarkan Perintahku!”
Suara Eric menggema ke seluruh penjuru kota, dengan kalimatnya itu dia mampu menghentikan kesadaran semua orang sesaat dan akhirnya mereka semua kembali bisa berpikir jernih.
“Apa yang telah kita lakukan? Kenapa kita saling menyerang?”
“Benar sekali, memangnya apa yang terjadi pada kita semua?”
Gemuruh suara dari semua prajurit maupun penduduk biasa kebingungan, mereka semua baru saja terlepas dari sebuah skill manipulasi pikiran.
“Dimitri! Kumpulkan semua petinggi di halaman istana. Aku ingin mengatakan sesuatu!” perintah Eric dari posisi terbangnya.
Dimitri mengangguk dan langsung menjalankan perintah tuannya tersebut.
***
__ADS_1
Semua orang sudah berkumpul di depan Istana, total petinggi dan pemimpin pasukan yang hadir sekitar 10.000 orang dengan berbagai pangkat dan tanggung jawab.
“Great Influence : Segel Penghalang Pikiran!”
Suara Eric terngiang di telinga semua orang dan seakan-akan dalam suara itu terdapat sebuah sihir yang langsung masuk ke dalam kepala mereka dengan lembut.
“Kalian semua sekarang sudah tidak akan bisa terkena serangan musuh lagi. Dan berikan ini Lingkaran Sihir seperti ini pada seluruh pasukan kalian, jangan sampai tidak, paham?!”
Eric mengayunkan tangannya dan sebuah lingkaran sihir tercetak jelas di tangan masing-masing pemimpin itu. Lalu seperti sebuah keajaiban, mereka semua langsung paham menggunakan Lingkaran Sihir tersebut.
“Sekarang ceritakan padaku, bagaimana awalnya kalian bisa terkena manipulasi pikiran itu. Ceritakan seingat kalian saja!” perintah Eric.
“Apa yang mereka katakan memang hal wajar, tapi aku belum bisa menyimpulkan secara lengkap,” ucap Raja Naga Cahaya.
“Akan tetapi aku berpikiran bahwa pikiran mereka sudah dimanipulasi sejak beberapa minggu yang lalu,” sambung Raja Naga Cahaya.
[Perkataan Raja Naga Cahaya memang seperti yang terjadi sebenarnya, Sistem mendeteksi bahwa skill manipulasi pikiran itu sudah ada sejak beberapa minggu yang lalu.]
__ADS_1
‘Itu artinya, mereka semua terkena serangan tanpa sadar sejak konsolidasi kekuatan di beberapa wilayah waktu itu, bukankah skill musuh ini sangat mengkhawatirkan?’ tanya Eric sedikit cemas.
[Memang Benar, sepertinya sebuah Skill setingkat SSS sudah berperan aktif dalam manipulasi pikiran mereka semua. Jadi, harap Master berhati-hati dan merencanakan segala sesuatu dengan teliti.]
“Aku paham Raja Naga Cahaya, kalau begitu kita harus menguatkan mental semua orang, bagaimana jika aku minta tolong pada kalian dan para ras naga?” pinta Eric.
“Aku mengerti, kamu ingin menggunakan kekuatan mental para naga untuk menyerang semua pasukan. Dengan begitu, kemungkinan mereka dicuci otak semakin sedikit bukan?” simpul Raja Naga Cahaya.
“Tepat sekali, tapi sebelum itu, aku ingin kalian berenam memakan sekaligus membagikan ke seluruh naga yang ada. Ini adalah Air Mata Kehidupan Abadi, aku ingin kalian meningkatkan level terlebih dulu,” ucap Eric.
Mata Para Raja Naga terkejut bukan main, jadi maksud Eric selama ini memikirkan bagaimana cara meningkatkan level mereka dengan cara ini, sebuah cara yang sangat mahal untuk ukuran dunia ini.
“Sudah kubilang bahwa Eric memiliki Air Mata Kehidupan Abadi, kalian semua tidak percaya padaku, sekarang kalian paham kenapa aku mengatakan Eric adalah sumber keajaiban bukan?” ledek Raja Naga Api.
“Kami sekarang paham kenapa kamu begitu lengket dengan Eric, sampai setiap berbicara dengan kami, selalu saja kamu memuji Eric. Sekarang kami semua baru sadar,” jawab Raja Naga Tanah.
“Sebelum itu Eric! Apakah kamu sudah tahu bahwa ketiga kekasihmu menghilang?”
__ADS_1
“Apaaaa?! Apa yang kamu katakan Raja Naga Cahaya?” Eric langsung menyebarkan Mana miliknya dan berusaha merasakan keberadaan 3 orang terdekatnya itu.
“Kurang ajar! Aku akan kesana sekarang juga!”