
Lalu pak Ahmad berdiri dan menbuka kotak di laci yang terkunci dan mengambil sebuah bungkusan pelastik berwarna hitam.
"Nah ini junior paket sembako buat di rumah, mudah-mudahan bisa meringankan dan pas saya kasi ke orang yang tepat, membutuhkan seperti kamu. Ma'af ya sebelumnya", sahud pak Ahmad.
Junior menerima pemberian bosnya, tidak sengaja karyawan lain melihatnya dan berkata kepada pak ahmad.
"Bos pesanan sudah diantar sesuai tujuan", ucap tedi begitu juga karyawan yang satu bernama Eki.
"Syukurlah", ucap pak Ahmad dengan singkat.
(Mereka kembali ke gudang)
"Tuhkan gue bilang, kitamah udah tenaga, keringetan, cuma si bos bialang ya sudah atau terimakasih", ucap Eki yang makin iri.
"Tenang Eki, ini ada masanya, lo sabar aja. tinggal hitungan beberapa hari, yang namanya junior enggak akan ada yang memanggil di sini", ucap Tedi dengan pandanganya tajam.
Paginya Junior yang datang dengan mengoes sepeda kesayanganya sampai di depan gerbang, dari arah belakang cinta yang dari tadi memperhatikanya, mengejutkan dari belakang membuat ia terkejut.
(Dar...)
"Ah kamu... bikin aku kaget, ku kira siapa", sahut Junior membalikan badan.
"Kamu masih muda, tapi kagetan. nanti jantungan loh", ucap Cinta.
"Kalau aku jantungan, aku minta di gantiin pake jantung kamu", jawab Junior.
"Emang bisa?...", tany Cinta.
"Bisa aja, kalau kamu kasih", jawab Junior dengan senyum.
(Mereka berdua masuk sambil mendorong sepeda bersama-sama)
"Jun... sebenarnya sepeda kamu keren tau ...enggak ada yang punya antik.. aku suka", ucap si Cinta.
"Kamu tuh kalau berbicara setengah-setengah!... ", ucap Junior.
"Maksud kamu?...", Cinta yang keheranan.
"Sepeda ini keren karna yang bawanya juga keren kali... ", ucap Junior dengan wajah tersenyum.
"Hem... kamu pede banget...oh ya.. kamu ada waktu kosong enggak?... ", tanya si Cinta.
"Waktu kosong ya... ", Junior dengan wajahnya sedang berfikir.
__ADS_1
"Penuh semua", lalu melanjutkan ucapanya.
"Iiih... udah kya artis kalangan atas. (Tersenyum manja), masa enggak ada yang kosong, kok sibuk banget", ucap cinta dengan wajah penasaran.
"Aku agak beda sama yang lain", Junior menundukan pandangan dengan ekpresi bersedih.
"Beda apanya, ku lihat sama saja sama yang lain", tanya inta.
"Aku mah sibuk karna setiap pulang sekolah aku kerja part time sampai jam 4 sore, jadi kaya enggak anak-anak lain masih bisa main-main, (tarik nafas dan Meneteskan air mata) Wajarlah aku anak miskin, itu semua ku perbuat membantu orang tua, lumayanlah buat ngebulin dapur sambil ketawa kecil hehe", ucap Junior dengan sedih.
"Itu malah bagus Jun, kamu hebat dari yang lain. Disaat mereka menghabiskan uang orang tua, tapi kamu mencari uang", Cinta menyemagatkan Junior.
‘'Tapi kamu nanya itu buat apa si...", tanya Junior
"Aku pengen bersepeda sama kamu, sambil fhoto-fhoto sama ontel ini... itu kalau kamu mau, kalau enggak juga enggak apa-apa, aku kan bukan rampok", Cinta yang tersenyum menyembunyikan ketawanya dengan menutup dengan sebelah tangan kirinya.
"Tenang aja kalau buat kamu... apa aja itu bisa. (Wajahnya sedang memikir) oh ya.. kan tanggal 1 mei, tanggal merah pas banget setiap hari jum’at toko libur. Jadi bisa dong", Junior dengan wajah semangat.
"Emang hari jum’at tanggal merah, aku baru tau... ", tanya Cinta.
"Coba kamu entar pulang lihat tanggal, pasti merah. Kamu aja enggak pernah lihat tanggal, lihat aku terus si", Junior sambil ngegombal.
"Alah kamu... bisa aja, melesetinya... aku jadi tersipu malu nih", ucap Cinta yang wajahnya memerah.
Tiba di hari jumat tepat jam 14.00 ia meminta ijin kepada ibunya yang sudah mulai membaik.
"Bu... hari ini aku libur sekolah, sekarang mau belajar tambahan sama temen kelas", Junior meminta ijin.
(Ibunya mencium kening anaknya itu)
Ia tapi ingat setelah itu jangan main keluyuran", ucap ibunya.
"Pasti bu", dalam hati mengakali ibunya, kalu enggak di boongin pasti enggak akan di ijinin.
Junior mengoes dengan semangat sepeda tuanya itu berjalan di atas terik sinar matahari, beberapa meter dari kejauhan ia melihat gerbang gedung sekolah yang terkunci rapat.
Tepat di depan gerbang berwarna hitam itu, ia melihat dari luar suasana sekolah yang biasanya ramai di kerumuni siswa siswi, kini seperti kampung mati yang di tinggal penduduk. dari kejauhan ada seseorang yang berbaju sapari berwarna hitam nampak berjalan mendekati pagar.
"Hay lo kan yang kemaren langganan telat yang bareng cewek kan?...", tanya penjaga sekolah.
(Tersenyum dan ketawa kecil)
"Bapak hafal aja sama wajah saya", jawab Junior.
__ADS_1
"Ya... iyalah muka lo ke afal udah kaya fhoto copy", ucap penjaga sekolah.
"Bapak bisa aja, ngebanyolnya", sahut Junior.
"Eh.. lo ngapain ke sini, ini kan libur... jangan-jangan lo mau main sama cewek", penjaga sekolah bertanya dengan wajah bercanda.
‘'Ia pak", sahut Cinta.
Seseorang menjawab pertanyaan dari penjaga sekolah, Junior yang belum sempat menjawab ia menoleh ke arah belakang ingin mengetahui siapa yang berani menjawab pertanyaan itu.
Ia terkejut dengan kedatangan Cinta yang tak di ketahuinya. tepat di belakangnya dengan wajah pelongo junior tak bisa berbicara saat itu karna terheran-heran.
"Oh kamu Cinta, ini yang kedua kalinya kamu buat jantung ini hampir tak berdenyut, sejak kapan kamu datang?", Junior yang terkaget.
"Baru saja ...", ucap Cinta dengan berbicara santai.
"Syukurlah kalau begitu", kata Junior.
"Ah syukur... dari pada kelamaan yaudah kita jalan, permisi yak pak (meminta ijin kepada petugas)", Cinta menarik tanggan Junior.
Kedua sepasang itu meninggalkan tempat itu dengan mendorong sepeda ontel sambil bercakap-cakap.
"Kamu suka main sepeda juga?...", tanya Junior kepada cinta.
"Dulu aku punya sepeda karna jarang di pake akhirnya sama si papa di jual gitu. Junior aku lum pernah naik sepeda kaya gini, agak takut naiknya", ucap Cinta.
"Tenang nanti aku yang ajarin, nah sekarang dah sampai di taman, nah kamu coba naik", Junior sambil menyuruh.
coba kamu pegangin sepedanya, jangan di lepasya nanti jatuh", ucap Cinta.
"Ya, aku pegangin setangnya, tuhkan bisa... ", ucap Junior.
"Tapi cara ngeremnya gimana, di depan stangkan ada peganganya aja, ngak ada remnya", tanya Cinta.
"Jadi saat kamu jalan, terus kamu rem, goesanya yang di bawah ini kamu tarik menekan ke arah belakang, coba kamu tes..beberapa langkah", ucap Junior mengajarinya.
"Kamu pegangin dari belakang ya, aku takut jatuh..karna udah lama", Cinta yang ketakutan.
"Tenag aja , aku akan pegangin kalau udah bisa baru aku lepas", jawab Junior dengan santai.
Cinta mengoes sepeda tersebut sambil di pegangin oleh Junior dari belakang. Beberapa meter di lepaskan oleh temanya itu, karna melihat cinta sudah mulai terbiasa. Beberapa putaran ia pun berhenti tepat di depan Junior
"Dan akhirnya... sekian lama dan bantuan kamu aku bisa juga", Cinta tersenyum dengan ketawa kecil.
__ADS_1
"Semua itu karna kamu udah bisa dan kamu coba dengan ke yakinan", Junior sambil menambahkan.