CREATION

CREATION
Balas dendam atas Ayah


__ADS_3

Junior dan anggotanya kembali ke markas. Di dalam kaca mobil yang berwarna gelap di tambah keadaan malam yang gelap. Di depanya ada motor yang sedang laju dengan lambat, supirnya mengkelakson agar orang itu menepi, tidak mengangu perjalanan kami.


Supir mengkelakson kembali dan akhirnya si pengendara itu berjalan menepi, dari postur belakang kelihatanya agak tua, kendaraan ini mulai menyalip, dengan rasa penasaran sipakah driver itu, perlahan melihat juga orang itu, ah ternyata bapak- bapak yang sudah bisa di bilang kakek-kakek, wajarlah tak merespon apa yang kita tegur. Karna faktor usia.


Tak mengenal sosok itu, namun rasanya sudah tidak asing lagi, namun siapa. Tapi mengapa ketika melihatnya sepintas, seperti memotong jari sendiri yak tak sengaja kepotong. Tak menghiraukan apa yang ada di dalam fikiranya. Ia menikmati perjalanan.


Beberapa meter, matanya meneteskan air mata, tak tau apa yang membuatnya bersedih, seakan-akan ia teringat kepada bapaknya yang telah tiada bebrapa tahun lalu.


"Andaikan bapak dan ibu masih ada, mereka akan senang dan bangga atas keberhasilanku. Dan akan ku ajak keliling dunia. Hahahaha...... (ketawa kecil), itu hanya andaikan tapi kenyataanya hanya ada dendam dan kematian", Junior berbicara sendiri.


Ia baru menyadari bahwa orang yang ia lihat tadi adalah orang yang menyebabkan ayahnya meninggal, tanpa berfikir lama ia putar kembali untuk mengejar pengendara motor itu.


Perintah Junior kepada supirnya. Dengan cepat mobil sedan berwarna hitam itu mengejar motor yang mengangu perjalananya tadi.


"Bos itu peria tadi, ia sedang membeli nasi bungkus", supir pribadinya memberi tahu.


"Tunggu, jangan di gas dulu, kalau ia sudah meninggalkan warung itu. Baru kamu gas dan tabrak motor itu, jangan buat ia mati, tabrak sajah", ucap Junior dengan menatap ke arah warung.


Sekitar 5 menit, peria itu keluar dari warung tersebut, dan melaju dengan motornya dengan kencang, setelah jauh dari tempat ia berhenti membeli nasi.


Mobil yang di tumpangi Junior, itu mempercepat laju ke arahnya, hingga dekat dengan kendaraan motor itu, lalu menabraknya hingga terjatuh terpental 5 meter.


Si pengendara itu terbaring koma, sepedanya motornya yang hancur berkeping-keping.


"Bawa orang tua itu ke dalam mobil ini, dan jangan lupa tutup matanya dan ikat tangganya ke belakang dengan tali. Yang cepat jangan lama, jangan sampai orang lain melihat kita semua", junior menyuruh anak buahnya.

__ADS_1


"Siap tuan", jawab anak buahnya itu. Lalu ia membawa orang tua itu yang sudah berumur darah tak tersadarkan diri.


Di dalan gudang ruangan yang kosong, lelaki tua itu di taru di bangku posisinya di tengah ruang. Dan di kelilingi anggotanya Gank White black, tak jauh dari sosok bapak tua itu, ketua umumnya yang bernama tuan Jnior.


Terfokus melihat bapak yang di sekap di sekap di ruangan, di dalam hati berkata, Hati ini sebenarnya tak tega atas usiamu, namun apa daya yang bisa di lakukan, kau begitu kejam dulu. Karna hanya masalah kaca yang pecah.


Akan ku ajari bagaimana cara kamu dekat dengan sang pencipta langit dan bumi ini. Lebih cepat


"Tolong, tolong.... apa salah saya, saya tidak pernah punya musuh... tolong-tolong saya, lepaskan saya, saya tidak melakukan kesalan", teriak pak Emon.


"Bapak tua, jangan berisik. Ini kekuasaan saya, kalau kau ulangi, detik ini juga kau akan tidak bisa menginjak tanah", Junior meneriaki bapak itu.


"Apa salah saya, saya tidak melakukan tindakan keriminal", ucap bapak tua itu.


"Kamu....kamu... kamu ..", ucap bapak tua itu berbicara berbatah-batah.


"SETOP. karna kamu tidak menerima penjelasan anak itu. Dan menfitnahnya tanpa dasar... padahal ia bukan pelakunya melainkan temanya yang jahat. ... itu dulu tapi sekarang yang jahat adalah anak baik itu. Yang tak pernah di anggap baik. Kamu mengerti", Junior sambil meneteskan air mata.


"Tidak...tidak... aku minta ma'af atas ke salahanku... aku minta mohon lepaskan. Aku hilaf ", pak Emon memohon minta ma'af.


"Ya..ya...ya... aku ma'afkan, tapi kenapa kamu datang besoknya merampas uangnya, menginjak dan menghajarnya, hingga ia mati ke esokanya. Jangan bilang aku dulu masih kecil hingga tidak tau sebenarnya. Semua sudah terekam dengan jelas", Junior dengan nada kekesalan.


"Siap-siap ke neraka bapak!", ucap Junior.


Ia pun mèlakukan apa yang pernah dia lakukan kepada bapaknya, waktu dulu. Dengan memukul dan menekan menginjak kepalanya. Nafas bapak tua itu mulai sesak. Lalu Junior merogoh kantungnya di sebelah kiri dan membekap dengan tisu hingga ia mati.

__ADS_1


"Karna aku mempunyai sifat baik hati kematian mu ke percepat. pengawal Bawa mayat ini ke dalam mobil, kita akan taro balik ke rumahnya tapi bukan di dalam atau di luar depan pintunya. Tapi akan kita lempar di kaca rumah paling belakang depan lapangan", Junior memerintah anak buahnya.


Hal ini akan semakin menarik melihatnya. hahahahaha...(tertawa lepas). Anak buah Junior menjalankan perintahnya dengan melemparkan ke kaca. suara kaca yang terpecah akibat jasad Emon.


Mendengar ada suara yang berisik seperti pecahan kaca, para tetangga yang dekat keluar rumah melihat keadaan di luar. Namun tak ada apa-apa, mungkin itu hanya suara atap yang tertiup angin.


Mereka kembali masuk ke dalam rumah, beberapa langkah ia menoleh melihat dari samping belakang, ada jasad di belakang rumah itu. Mereka berlari ke depan lapangan dan melihat apa yang sebenarnya terjadi. Pemilik rumah ini sudah dalam keadan tak bernyawa. Dari ke jauhan ada mobil dan beberapa motor meninggalkan tempat ini.


"Sial, jangan-jangan mereka yang melakukanya. Sudah jauh lagi. Para warga berkerumun dan sudah menelpon dan datang pihak berwajib.


"Terjadi lagi peristiwa yang sangat misterius, dan anehnya ini berturut-turut. Ini adalah suatu kejanggalan, tapi berat sekali untuk memecahkanya, dan membuktikan siapa pelaku di balik ini semua." ; ucap polisi yang bertugas yang melihat tempat kejadian.


"La...la..la...la...hi..hi..hi..uuu...uuu. hahahah. (Tertawa lepas) dia sudah pergi cihuy", ucap Junior sambil bernyanyi.


Sesampai di markas. Junior meminum segelas kofee untuk menenagkan perasaanya, hihihihi.... aku suka bermain hari ini, siapa lagi ya... yang akan kujadikan permainan.


"Oh... iya tedi dan eki.. mereka adalah penjahat dalam selimut, pura-pura baik, tapi dalamnya sangat busuk.... ih bau", ucap Junior yang berbicara sendirian.


Junior lalu mengambil pisau di meja di mana ia memakan buah, lalu pisau itu di goreskan di telapak tangganya, yang membuat terluka dan meneteskan darah ke lantai.


Dengan bibirnya yang gemeteran menuliskan pisau di telapak tangganya. Ia berbicara pelan dengan nada tekan.


"Aku benci namanya teman, aku benci dengan kata kesetian", sahut Junior dengan matanya yang tajam, meneteskan air mata.


Matanya yang sangat tajam, lalu memukul wajahnya sendiri dan menyedot darah di telapak tanganya dengan begitu menikmati.

__ADS_1


__ADS_2