CREATION

CREATION
Balas Dendam karna di Fitnah


__ADS_3

Waktu memang lucu seperti boneka, seingantku baru kamen sore ke di rekrut mafia yang di pimpin tuan Ma goceng, dan tak treasa 1 tahun berlalu ia, telah pergi ke tempat paling tenang dan mungkin dia sedang berbahagia, ya di surga.


"Nasib siapa yang tau, di kursi ini ku berdiri di kawal puluhan anggota yang siap dan berani mengorbankan nyawanya, hanya untuk mengabdi ke pada tuan muda Junior", Junior ketawa.


Tanganya menepruk ke arah kanan, sebagai tanda memangil orang kepercayaan, penjaga bertubuh kekar itu mendatangi ke tuan Mafia White black.


"Ada yang bisa saya bantu tuan ", ucap penjaga itu.


"Ada tugas baru buat kamu, khusus ini", ucap ketua gang Mafia itu.


"Tugas apa itu tuanku?", sahud orang yang bertubuh kekar bernama Helsem.


Junior itu mengeluarkan sesuatu yang sepertinya mirip beberapa fhoto, lalu memperlihatkanya kepada orang kepercayaan.


"Ditanganku ini ada 6 fhoto, tugasmu hanyalah dan tidak lebih mencari tempat di mana meraka tinggal. setelah itu, semua itu urusanku. Dan urusanmu sekarang cepat Pergi meninggalkan tempat ini, dan apa yang ku perintah. kalau belum selesai semua, jangan balik kesini untuk malopor. Mengerti kamu", sahut Junior memerintah.


Orang kepercayaan itu, pergi dari hadapanya. telapak tangan junior mengeprak meja dan semakin kencang geprakanya. Lalu ia menangis, menutup wajahnya dengan ke dua telapak tanganya, tidak beberapa lama ia tertawa hahahaha... tangganya mengepal dengan sangat kuat, memukul meja kembali dan tertawa kembali hahaha.... dan berteriak dengan kencang.


"ku tidak sabar untuk waktu itu", ucap Junior dengan matanya penuh dendam.


Ke esokan harinya, utusan itu kembali melapor ke tuan junior yang sedang meminum segelas kopi hangat.


"Selamat pagi, tuan. Saya melapor, semua orang itu, saya sudah mengetahui tempat tinggal dan profesinya. Yang pertama , andrea di sekarang beraktifitas dan membuka sebuah kedai kopi di jalan ginting, dan yang lainya sudah saya , tulis di fhoto-fhoto ini beserta alamatnya", ucap Helsem orang suruhanya yang bertubuh kekar.


"Agus-bagus saya suka kerja kamu, saya tidak akan membunuh atas sakit hati saya ini, biarkan mereka lega melepaskan nafasnya. Target pertama adalah orang yang suka berhianat kepada temanya sendiri. Saya tidak akan melupakan walau sudah lampau, yah laki", Junior dengan matanya yang tajam.


Sekitar jam 21.10 wib, jalanan agak sepi di lalui lintas kendaraan, hanya lanmpu jalanan yang beberapa menyinari titik kota. tepat di supermarket keluarlah seorang lelaki yang tinggi 170, agak kurus.


Menoleh ke kanan ke kiri kelihatanya sambil menunggu kendaraan umum yag lewat melewati rumahnya, namun malam ini tak seperti malam biasanya, amat begitu sepi. Jika ada beberapa kendaraan lewat, itu hanya kendaraan pribadi.


Ia merogoh kantong celananya, agak masuk ke dalamnya mengambil handphone di saku, namun tidak menemukanya.


Mungkin, di taroh di ransel, ia membuka sleting tengah , secara pelan-pelan (krek...) tangganya mengarah ke dalam tas dan belum ia mengeluarkan handphone ya,


"Laki..laki..laki", ada suara yang meneriaki

__ADS_1


Menoleh dari arah ke depan arah suara itu, namun suara itu berhenti mendadak hilang, dan melanjutkan menggambil handphone yang di taro di tasnya, suara itu terdengar lagi


"Laki.. laki...laki", suara memanggilnya.


Mendengar hal itu terjadi, tak ingin di buat parno ia mengambil cepat handphone itu, lalu menyalahkan dan membuka aplikasi ojek online, melihat pesan sekitar 2 menit lagi driver online tiba.


Namun 2 menit ini tak sebentar, begitu amat lama, ke dua matanya melirik kanan kiri, bawah dan atas , makin gelisah. Suara itu terdengar lagi dengan mendengung


"Laki... Laki.. Laki", suara memanggilnya lagi.


Mendengar suara itu yang sangat menganggu , akhirnya ia emosi.


"Hay pengecut keluar sini, hadapi gue, kita duel. Jangan bernaninya bersembunyi", ucap Laki menghilangkan ketakutan.


"Laki...Laki...Laki" suara itu memanggil lagi.


Ia tak menemukan yang memangilnya itu membuat ketakutan, yang akirnya ia lari dan meninggalakan tempat itu, beberapa langkah.


Motor driver online itu berhenti di depan toko itu, melihat seseorang pemuda dan berteriak ketakutan minta tolong.


"Castumer apakah anda mau naik motor", tanya driver online itu.


"Yang lama banget, datangnya , sata sudah nunggu dari tadi ?",ucap Laki yang bicaranya ketakutan.


"Sorry bang, saya terlambat, tadi saya kesasar", ucap driver online itu


"Emang dari mana bang, tadi saya lihat lokasi, enggak jauh kok, tapi ini baru dateng?", tanya Laki yang tak percaya.


"Saya lagih mempersiapkan, biar seru!"..., ucap driver online itu.


Siapin apaan bang ?", tanya Laki yang bicaranya mulai tenang.


"beberapa saat lagih juga, abang bakalan tau...oh ya bang kelamaan tanya-tanya kita langsung cabut aja ya?", sahut Laki.


"Ok. Bang. Makasih atas helemnya", Laki memakai helem ojek online.

__ADS_1


(Sambil mengobrol driver online itu berkata)


"Bang dari mana?... malam banget pulangnya, saya denger-denger daerah sini ada terjadi pembunuhan sadis oleh sahabatnya sendiri", ucap driver online itu membuka percakapan.


"Ngapain takut bang, mati itu udah di takdirkan Tuhan... lagian kalau saya bakalan aman-aman aja. Karna saya ada si abang yang nganaterin. Jadi aman deh", jawab Laki dengan nada becanda.


Driver online itu memberhentikan motornya di beberapa ruko yang berjajar, di salah satu ruko itu ada tempat duduk yang sedang di duduki.


Lelaki yang memakai topi di kepalanya dan berjas sangat rapi, wajahnya nampak agak enggak kelihatan. Faktor lampu yang redup.


Bang kok berhenti di sini", ucap Laki yang ke anehan.


"Memang disini kan tempat kamu terakhir menghirup nafas hahahah....", driver online itu membuka dan menaruh helemnya di sepoin, lalu ia mundur satu langkah.


Peria yang duduk di bangku itu memakai topeng . lalu berdiri dan mentepruk tanganya sangat keras dan berteriak


"Laki..Laki..Laki", teriak lekaki memakai jas bertopi.


Melihat itu, laki kebingungan dengan hal ini.


"Kamu siapa ?", tanya laki ketakutan.


"Kamu memang lupa, namun aku tidak akan melupakanmu sama sekali dengan hari itu", junior sambil mengigatkan.


"Kamu siapa ?", tanya Laki yang penasaran.


(Lelaki bertopeng itu lalu mendekat satu langkah di depan Laki)


"Aku adalah sahabatmu dari kecil, yang kau hianati", ucap Junior.


Dengan bernafas tidak beraturan laki baru menyadari bahwa ia berhadapan dengan Junior musuhnya dulu.


"Tidak Junior...tidak Junior... ma'afkan aku...", Laki memohon.


Dengan menarik cerurit di belakang badanya ia mengehempaskan ke leher, hingga memisah leher dengan badan lelaki itu. Dan laki mati di tempat secara tragis.

__ADS_1


"Hahaha... aku puas malam ini, telah membunuh manusia yang penghianat. Lalu darah korbanya itu di jilat-jilat di lumurkan ke dalam wajahnya.


"Hahaha.....yang ke dua adalah ia yang telah sok suci di depan masyarakat dan telah menodai ibuku, hingga ia mati. Ialah pak asep, matinya akan lebih tragis dari ibuku.


__ADS_2