
Membalikan badan untuk masuk karna sebentar lagih azan akan berkumandang, 3 langkah kaki melangkah. suara yang hilang itu kembali terdengar lalu membalikan badan ke arah suara terdengar jelas mengarah di pohon mangga itu menatap dan melihat-lihat burung apa yang membuatku hingga rela penasaran di buatnya.
Dalam hitungan 4 detik burung ini terbang .meninggalkan tangkai pohon mangga dan ku melihatnya namun tak bisa melihat dengan jelas jenis burung apa itu, tak penting hal itu yang jelas suaranya indah sekali.
Melihat ke atas, langit-langit berwarna kuning semua Tidak seperti biasanya fenomena ini hal baru ku alami, tak ingin menyianyaikan memandangnya agak lama beberapa menit untuk menikmati kekuasaan tuhan.
Dari luar jendela rumah , ku melihat ibu melambai tangganya memberikan aba-aba ‘sepertinya ia memangil lalu bergegas mendekat lebih cepat agar tau apa yang ibunya lakukan. sesampai di hadapanya membalas dengan senyuman namun ia memberikan ekpresi wajah ketakutan seraya di buat aneh bertanya saja agar tau apa yang membuatnya seperti itu.
'‘Ada apa bu.... kok panik gini?", tanya Junior dengan ekpresi aneh ibunya.
"Ngapain kamu keluar", tanya ibunya dengan wajah tajam.
"Ayolah bu... di luar sana langit-langit indah sekali berwarna kuning, ini monumen jarang kita harus menikmati, ayok bu..... pasti suka....", Junior sambil menarik tangan ibunya.
"Apa kata kamu.... ", ibunya sejenak berbicaranya berhenti.
"Ingat pesan ibumu ini , untuk besok jangan sekali-kali kamu keluar rumah, melihat langit berwarna kuning!...", ancam ibunya ke Junior.
"Memang kenapa bu?.... itu indah kan bu", jawab Junior dengan senyum.
"Tidak Junior itu berbahaya, menurut cerita turun temurun hal itu akan terjadi bencana, baik sakit maupun ada yang meninggal", Ibunya Berbicara agak ketakutan.
"Ah ibu... masih percaya tahayul", dengan wajah candaan Junior.
"Mau benar atau tidak kamu sebaiknya menghindar. Ngerti kamu....", Junior menunjukan satu jarinya.
"Baik bu, Junior faham. Oh ya bu.. tadi aku mendengar suara burung indah sekali tapi burung jarak jalak pertanda hantu hihihi....", wajahnya menakuti ibunya.
"Suara nya kaya gimana?", ibunya menatap dan menyimak penjelasa anaknya.
"Suaranya mendayu begitu wikwikwik", Junior memperlagakan suara burung itu.
"Junioooooooor..... itu pertanda buruk...", terak ibunya.
"Kenapa bu....?", Junior melongo dengan wajah keheranan.
"Itu pertanda bahwa di sekitar kita ada yang akan meninggal", wajah ibunya panik.
"Astaga Junior tidak tau bu... kalau seperti itu", junior berbicara tertahan.
"Yaudah ... engak apa-apa kalau kamu tidak tau, sekarang kamu sudah tau kan. Oh ya... kamu mandi sana sudah azan maghrib tuh", suruh ibunya.
"Baik bu..", Junior menjawab dengan senyuman.
__ADS_1
Pantes aja suasana sore ini begitu berbau mistis, ah aku terlalu terbawa suasana", dalam hatu berbicara.
Mensilakan kedua kaki, tepat di samping ibu yang sedang mengaji melantunkan ayat suci al-quran dengan indah, ku hanya mendengarkanya.
Saaqallahul adzim menghakiri membaca alquran. lalu memberikan tausiyah singkat beberapa patah memberikan nasihat kepadaku agar menjadi anak yang berbakti dan berguna bagi nusa dan bangsa..
"Hay junior sudah larut malam jam 9 , yaudah kita tidur", ibunya mengajak tidur.
Berbaring disamping tidur menemani, tidak berapa lama ia sudah tertidur pulas, ku memandang seraya berkata dalam hati
''Bu... suatu hari nanti akan ku berikan tempat yang lebih layak bahkan semua masyarakat akan segan dan hormat atas anakmu ini", Junior berbicara dalam hati.
Dengan kebiasaan sebelum memejamkan mata ia lalu menyentuh kuping ibunya beberapa kali hingga akhirnya ia memejamkan kedua matanya.
Saat nyenyak menikmati ia mengalami mimpi.
''Junior... Junior", ada suara memangil berkali-kali.
Ada yang memangil namanya berkali-kali siapakah gerangan namun sura itu sangat familiar, sepertinya mengenalnya.
"Junior... Junior.. Junior, Cepat sini... bapak memangil mu... ayolah cepat", suara itu memanggilnya kembali.
Lalu ia terbangun atas panggilan itu suranya memang lagi, sepertinya dari arah jendela iapun mendekat dan melihat dari dalam suasana di luar... ada seseorang yang berpakaian serba putih berdiri sambil melambaikan tanganya serya memangil.
Ku dorong selot pintu yang mengunci pintu untuk membukanya berjalan dengan kaki kecil mendekati agak ragu namun tetap tenang, untuk mendekati beberapa langkah dihadapan orang itu ia baru sadar ternyata bapaknya yang memangil.
"Bukanya bapak masih di kota kok udah pulang, kalau pulang kenapa tidak langsung masuk hanya di luar, tidak seperti biasanya ia memakai baju serba putih bercahaya, wajahnya kenapa sangat putuh seperti di dandani dalam acara sakral", dalam fikiran Junior dalam hati berkata.
"Bapak tidak masuk ke rumah... ibu sudah tidur pak...." teriak Alex bapaknya Junior.
"Biarkan ibumu istirahat bapak tidak mau menganggu. Lagih pula bapak sudah berbeda...", ucap bapaknya.
"Berbeda apa maksudnya Junior makin enggak ngerti...", Junior keheranan.
"Nanti kamu akan tau.... bapak hanya berpesan jaga ibumu jadilah anak yang sukses biar yang menghina keluargamu, menyakitimu akan tau akibatnya. Buktikan kepada mereka bahwa Junior yang sekarang akan kembali dan itu kamu sudah menjadi orang yang di takuti. Apakah kamu bisa mengabulkan permintaan bapak yang ini", tanya bapaknya sambil memberikan amanah.
"Pasti Junior akan sukses sesuai apa yang bapak inginkan. Dan mereka yang meremehkan sebelah mata akan bungkam", jawab Junior dengan percaya diri.
"Bagus... kamu memang anak bapak", Bapaknya tersenyum dan mencium kening anaknya itu.
"Tidak Junior, kita sudah berbeda", Junior menarik tangan bapaknya masuk ke dalam rumah, namun bapaknya menolak.
"Junior makin tidak faham, dari tadi bapak bilang sudah berbeda, sudah berbeda apa yang membedakanya pak", tanya Junior yang ke bingungan.
__ADS_1
Dai wajah bapaknya, Junior menatap wajahnya meneteskan air yang berwarna merah lalu ia bertanya
"Bapak kenapa?", tanya Junior meneteskan air mata.
Menangis darah, ia pun terdiam. Dari kupingnya mengalir air darah hingga leher dan meneyeluruh darah menetes di tubuhnya itu.
Melihat kejadian itu yang menimpa bapaknya...Junior menjadi ketakutan.
"Apa yang terjadi pak?", tanya Junior makin berubah ketakutan.
Bapaknya tersenyum dari giginya mengeluarkan darah dan ia tertawa.
"Hahahaha", bapak tertawa lepas makin kencang.
Junior semakin dibuatnya bingung ketakutan bapaknya
"Hahahahahah.....hihihi....", bapaknya tertawa makin keras.
"Tolong......!!!!!!", teriak Junior dengan ketakutan.
"Ada apa Junior... '', tanya ibunya.
Ibunya yang berada disamping membangunkan anaknya, yang sedang bermimpi dan berteriak memanggil bapaknya, ia akhirnya terbangun juga melihat ibunya sudah berada di hadapanya.
"aha.. kenapa kamu nak..." tanya ibu yang ketawa melihat anaknya.
"Junior tadi bermimpi ketemu ayah, ayah sudah pulang dari jakarta memaki baju serba putih, tangganya ku pegang bu sangat dinggin tatapan matanya sangat kaku. Namun aneh sekali ia selalu berbicara mengulang katanya, kita sudah berbeda. Ia selalu mengucapkan itu. Dan beberapa saat seluruh tubuhnya mengeluarkan darah dan ia ketawa. Hingga akhirnya ibu membangunkan", Junior menceritakan dengan ekpresi teroma.
"Astagfirullah Junior kamu mimpi buruk. Makanya kamu sebelum tidur jangan lupa berdoa", ucap ibunya dengan tersenyum.
"Oh ya bu Junior lupa tadi. Tadi mimpi pertanda apa bu...", tanyakan kepada ibunya.
"Itu pertanda bahwa kamu belum berdoa. Ya sudah kita lanjutkan tidurnya sudah malam", ibunya sambil menenagkan.
(Mereka berdua melanjutkan tidur)
"Astagfirullahallazim semoga itu hanya mimpi biasa bukan pertanda buruk", ibunya berbicara dalam hati.
Dari arah jendela hordeng sepoi-sepoi bergerak, lalu suara itu memangil lagi
"Junior...Junior...junior", suara itu memanggil lagi.
Ia pun dalam keadaan tidur, menoleh ke arah Jendela. matanya melihat ke arah jendela dengan rasa ketakutan, iapun memaksa memejamkan kedua matanya.
__ADS_1