CREATION

CREATION
Di Nodain ke Sucian


__ADS_3

(Mendengar ucapan bosnya itu ia dengan wajah terheran-heran),


"Saya sendiri tidak mengerti maksud bapak?", ucap Junior membela diri.


(Terdiam dengan jawaban anak buah nya itu dia berbicara agak ketus tak memandang wajah Junior)


''Alah kamu bisa aja"... (terdiam sejenak), bagaimana caranya pemasukan tidak seimbang dengan tersedia produk semen yang habis, harusnya stoknya sisa 5, tapi kenapa sekarang benar-benar tidak ada dama sekali?", tanya pak ahmad memperhatikan wajah Junior.


Mendengar ucapan atasanya dengan nada tinggi marah-marah dan terkejut menyalahinya atas ketiadaan barang.


"Mana mungkin pak?"... saya tidak percaya, kemarin semen masih tersisa 50 sak!", junior yang merasa aneh.


(Tedi dan Eki yang melihat pembelaan Junior, merasakan ketakutan)


'Alah, junior kamu ngaku.. aja, sejelek-jeleknya maling, kalau sudah ketangkap basah dia mengakui kesalahanya, tapi kamu aneh.. malah mengelak. Lebih dari maling kamu", sahut Tedi.


''Ted, apa yang kamu katakan tega-teganya kamu sebagai teman dan lebih dewasa malah memprofokator, masalah ini makin jadi runyem", ucap Junior.


"Jun, yang bisa melakukan hal seperti ini, hanya kamu, kamu kan karyawan paling pinter", Tedi dengan nada sindiran.


"Sudah... kalian malah saling mempersalahkan. Yaudah Junior, biar kamu yakin lagi, kita semua ke gudang agrt tau dan yakin "pak Ahmad menahan amarah.


Mereka bersama-sama ke gudang, melihat lihat keadaan yang sebenarnya. pandangan mata junior di buat kaget dengan ia lihat, semua yang dikatakan pak Ahmad benar, produk semen telah habis dan tidak tersisa sama sekali.


"Apah... kok ...bisa terjadi", Junior dengan ekpresi wajah kaget.


"Alah.... acting", Tedi dengan nada menyerang.

__ADS_1


"Di amah biar kita kasian aja heheh...", Eki ketawa kecil meledek.


"Junior semenjak pertama kamu bekerja hingga saat ini bapak ucapkan terimakasih..... silahkan kamu angkat kaki kamu dan jangan kembali lagi untuk ke sini, bapak sudah muak dengan kelakuan kamu " ( terdiam dan memjamkan mata tak ingin melihat anak buahnya itu)... cepat keluar,... kamu di pecat tanpa hormat", ucap pak Ahmad ke Junior.


Dengan menahan tanggisan, meneteskan air mata tak percaya hari ini tak ada yang mempercayai ucapanya yang benar-benar memang benar. Lalu ia menenuduk dan menyembah kaki pak Ahmad.


"pak, saya bersumpah, saya tidak menghianati dan tidak melakukan apa yang hari ini bapak tuduhkan ke saya, itu semua fitnah...percayalah pak, saya benar-benar tidak melakukan hal serendah itu", Junior menyekinkan pak Ahmad.


Pak Ahamad dengan kedua matanya yang tak mau melihat karyawanya itu, lalu ia perlahan-lahan dengan kecil membuka matanya , melihat dan tak percaya dengan kelakuan orang yang paling di percaya, namun keadaan yang memaksa ia harus percaya. ( dia lalu pergi meninggalkan Junior)


''Pak...pak..pak... percaya pada saya, saya tidak melakukan apa-apa yang mereka katakan ", Junior dengan suara meneriaki bosnya itu, yang tak menoleh pergi meninggalkan.


Dari arah belakang Tedi menendang Junior, ia pun terjatuh tersungkur ke tanah. Melihat temanya yang menendang ia dengan mengoyangkan kepalanya, tak percaya mereka yang mendorong.


''Apa yang kamu lakukan Tedi, kenapa kau tendang aku dari belakang?", bertanya keheranan Junior.


Lalu Eki dengan tidak di duga-duga, mengangkat kaki kananya dan menginjak tangan Junior yang berbaling sambil menekan dan memutar-mutar.


"Aaaawwwww... sakit (teriak menahan sakit) apa yang kalian lakukan, aku tidak pernah berbuat kasar ke kalian semua" , tanya Junior.


"Hahah.... Junior kamu memang bodoh, bodohnya kamu selalu jujur dan baik. Orang baik itu selalu salah di mata siapapun hahaah "Tedi lepas menahan ketawa dengan nada sedang.


"Kamu tuh... sok pinter.. makanya gue pinterin. Lo tau enggak, stock semen habis semua.. karna apa?... ceritain ngak sih"... (mengledek Junior)... yaudah gue sebagai senior disini dan akan jadi mantan teman dan calon musuh lo, yang paling lo benci beberapa detik lagi (memainkan 5 jari tangak kirinya) setelah mendengar cerita ini, eki... itung aba-aba 1 sampai 3 ya...


Eki pun menghitung aba-aba '1...2...3.. dan tedi mendengarnya dengan gaya mengeledek Junior


"Stock semen habis karna kita yang ambil semua, biar lo jadi tersangka utama. Dan gue sebagai aktornya, di saat kemarin ada konsumen yang beli dan sedang asik, eki menaru semen di truck, lo gue panggil suruh ke gudang sebagai pengalihan, dan lo masuk ke gudang si eki, masukin barang lebih hingga abis. Setelah lo keluar dan ngitung barang gue alihin lagi, dan gue sebagai senior menyiasatkan lo, agar bantu bos ke depan. Dan gue berdalih ke loe yang bodoh udah gue hitung pengiriman siap. Dan pak Ahmad bos kita itu yang selalu belain lo, menanyakan transaksinya. Dan lo jawab beres. Dan semu yang ada di gudang itu yang bekuasa ngontrol, cuma lo doang. '' Camkan ucapan gue hari ini. Pak ahamd tidak mungkin menyalahkan kita , emang kita bisa apa gitu... heheh", Tedi tertawa kecil menahan.

__ADS_1


Mendengar pengakuan dari Tedi, Junior berdiri dan mengangkat kerah tedi dan membabi buta memukulnya. Eki yang melihat kejadian itu, mengambil kesempatan dengan meneriaki dengan suara keras.


"Junior...jangan..Junior...jangan pukulin Tedi... tolong..tolong", teriak Eki.


Mendengar teriakan karyawanya, dengan cepat pak Ahmad ke gudang melihat apa yang terjadi sebenarnya.


Melihat anak buahnya sedang baku hantam, pak ahamd menarik tangan kanan Junior dan memberikan sebuah gamparan.


Junior dengan reaksi pak Ahmad ia terkaget dan berhenti memukul Tedi.


"Baru bapak tau, kelakuan kamu dari belakang... ini teman kamu sendiri...dia lebih tua dari kamu.., kamu harusnya udah pergi dari sini... cepat keluar dari sini...", ucap pak Ahmad dengan kekesalan.


"Baik, pak saya akan pergi dari sini, saya berkata jujur tidak ada yang percaya, asal bapak tau yang mencuri itu adalah dua karyawan bapak ini, suatu hari bapak akan menyesal telah menuduh dan mengusir saya", Wajahnya langsung menoleh ke arah dua temanya itu.


Dan kalian berdua akan menerima akibatnya telah belaku keji memfitnah saya", Junior pun meninggalkan tempat itu.


Mengoes sepedanya sambil, meneteskan air mata. Tak kuasa di fitnah oleh orang-orang dekat dan tidak di percaya oleh orang di cintai. Tanganya mengengam keras stang sepedanya itu.


Di dalam hati ,tuhan.... kenapa kau beri lagi cobaan ini terhadap hambamu, apa salah hambamu ini tuhan... aku selalu menjalankan perintahmu dan tidak mengerjakan apa yang kau larang. Tapi kenapa kau siksa aku terus menerus.


(Ia pun menepi di pinggir jalan dan berteriak)


''TUHAN KAU TIDAK PERNAH ADIL", Junior berteriak.


Lalu ia kembali mengoes kembali sepeda tuanya itu, dalam beberapa langkah terdengar suara burung jarak, ia pun menoleh ka arah suara itu, yang semakin terdengar nyata ke arah pohon besar tepat di pohon samping jalan.


Mengigat pesan ibunya, jika burung jaram sedang bersuara 'kik..kik..kik' itu pertanda buruk, Ia pun mengambil batu yang ada di depanya dan menempong burung yang hinggap di pohon besar itu, namun tak pergi, berkali- kali ia menempong dengan batu besar yang berbeda, namun burung itu tetap tidak pergi dan bersuara.

__ADS_1


Dengan hal itu, ia merasa tak mengambil pusing. Ia kembali mengoes sepedanya menuju rumahnya.


__ADS_2