
Lelaki itu menoleh ke kanan dan ke samping melihat lalu lintas jalan raya, untuk menyebrang. sambil merapihkan kaca sepion ia lepaskan perlahan-lahan kopling dan mengoper gigi untuk melaju kendaraanya. Suara motornya yang sangat nyaring membising membuat mengangu pengendara lain yang menggunakan jalanan.
Dari kejauhan di dalam kaca mobil, ku melihat sagat jelas wajahnya, tak ada yang berubah dari wajahnya. Ku suruh supir kepercayaan ku untuk mengikuti lelaki yang mengendarai motor yang barusan keluar dari toko bangunan.
Sekitar memakan waktu setengah jam membuntuti di pingir jalan, ada sebuah warung gubuk yang berdiri, lelaki itu berhenti tepat di depanya.
Dengan membuka helem retronya di sangkutkan di kaca sepion dan turun dari motornya, ada seorang wanita sexy yang menyambut kedatangan lelaki itu, begitu hangat menyambutnya.
Walau mengikuti dari kejauhan, ku sudah tau, bahwa dia adalah tedi mantan teman kerja di matrial yang sudah berhasil membuang dan mengusir ku dari sana.
Walau sudah lama kejadian itu, namun masih teringat dengan jelas dan bahkan tidak akan terlupakan sampai kapan pun. Dan hal itu sudah ku simpan di dalam hati ini.
"Dasar tua keladi, makin tua makin jadi, bukanya banyak ibadah di rumah, malah berbuat mesum di luar, kalau anak bininya tau, hem...abis gue yakin dia", Junior bicara dalam hati.
Menunggu dengan sabar, akhirnya ia keluar dari gubuk remang itu, dan memacu motornya dengan cepat, tak ingin kehilangan jejak, ku suruh supir peribadiku untuk meningkatkan kecepatan hingga menempel dan menyengol motor tersebut hingga membuat ia terpancing emosi.
Dengan reaksi tersebut ia menurunkan kecepatan motornya dan sejajar dengan mobil yang di tumpangi Junior, dengan emosi tak terbendung ia mengetuk kaca mobil untuk berhenti dan lalu sang supir membuka kaca samping untuk melihat pengendara motor yang memberhentikanya.
“Woy orang kaya?... bisa bawa kendaraan enggak si !... kamu sangat membahayakan sekali, untung saya siagap, kalau tidak saya bisa celaka “, sahud Tedi di buat geram.
Supir mobil itu, tidak berbicara sepatah kata pun, seakan-akan tak mendengar.
“Woy, lo budek apa tuli, diam aja, dikit kek ngomong", sahut tedi.
Namun supir itu masih tak berbicara sepatah kata pun
“Anjrit nih, bikin gue kedek. Dengan rasa emosi yang tak tertahan, tedi melayangkan tangganya untuk memukul supir tersebut, sebeum mengenai wajahnya
STOP. Suara itu memberhentikan tindakan tedi. Ia penasaran, siapakah yang memanggilnya, dari pintu belakang, Junior keluar untuk memperlihatkan kepada orang yang memfitnahnya dulu, ia pun terkaget melihat wajah lelaki bertopeng yang keluar dari mobil mewah itu.
“Si..si.. sii.. siapakah kamu?", tanya Tedi dengan ekpresi penuh ketakutan melihat lelaki bertopeng.
“Hahaha... tadi kamu galak banget, mengetak anak buahku", tanya Junior.
“Dia yang mulai pak, mengendarai mobil ugal-ugalan“, ucap Tedi memberikan alasan.
“Dia yang ugal-ugalan, kamu benar. itu atas perintahku",ucap Tedi
“Ternyata bapak biang keladinya, bapak salah dan harus bertanggung jawab, motor saya lecet pak", ucap Tedi dengan kesal.
“Pokoknya kamu yang salah dan serba salah dan akan salah, yang membuat orang benar menjadi orang salah", ucap Junior sambil nyindir.
“Maksud bapak, apa... mau ngajak ribut, emang bapak kira saya takut", lalu Tedi memperlagakan beladirinya.
__ADS_1
Lelaki bertopeng itu mengeluarkan cerurit dari belakang tubuhnya, dan memainkan di depan wajahnya.
"Apa yang anda lakukan", sahut Tedi yang di buat gemetar.
"Saya tidak melakukan apa-apa, hanya mengarahkan ke semestinya", jawab Junior dengan tenang.
"Maksud dengan anda ?", Tedi di buat binggung.
"Tedi...Tedi, kamu itu sudah tua, masih aja bodoh, tak mengerti maksud saya", Junior sambil mengigatkan.
"Kok kamu mengenal nama saya", Tedi makin di buat keanehan, lelaki bertopeng itu melangkahkan kakinya satu langkah makin dekat.
"Siapakah kamu, saya tidak pernah mencari gara-gara", sahut Tedi wajahnya penuh keringetan.
"Kamu gampang lupa, ya. Tenang aja saya akan ingakan kamu pada sesuatu, biar kamu tidak mampu bertanya lagi. saya ini adalah masa lalu, yang datang ke dalam masa depan, ya sekarang", sahud Junior mengigatkan dia.
"Sudah, jangan bertele-tele, makin tidak faham saya dengan maksud anda", tanya Tedi yang di buat bingung.
"Saya adalah pemuda yang baik hati da tidak sombong bin lugu apa adanya, yang di fitnah oleh teman kerjanya sendiri dan akhirnya di keluarkan, dan saya adalah Junior. Masih ingatkan kamu dengan nama itu", sahud Junior dengan nada keras.
"Ju..Junior Apa niat mu", berbicara berbatah-batah dengan ekpresi ketakutan.
"Cuma satu, yang aku inginkan, ya menghabisimu dan mengantarkan ke dalam neraka zahanam bersama dengan orang-orang keji dan tak berperi kemanusiaan seperti dirimu.
Junior yang berdiam diri tersenyum melihat tedi berlari melarikan diri.
"Tuan muda, dia kabur, akan ku kejar", Pengawal itu mengejar tedi, beberapa langkah kakinya, ada suara yang memanggilnya.
"STOP", teriak Junior dengan tegas.
"Ada apa tuan, bukan kah kita disini untuk menghabisinya, kenapa sekarang menjadi ragu ?", tanya penggawal itu.
" Biarkan saja dia berlari menghirup nafas beberapa menit, kebetulan hari ini aku ingin bermain-main, dan kematianya akan aku lakukan dengan begitu indah", jawab Junior dengan tersenyum
"Yasudah kamu tunggu sini aja, aku yang akan mengejarnya", ucap Junior lalu mengejarnya.
Di dalam hutan ia tak melihat jejak tedi yang melarikan diri, melangkah ia maju untuk mencarinya, di pohon besar ada suara seseorang yang bernafas tidak teratur, seperti habis di kejar binatang buas.
Junior mendekati pohon besar itu, dan melihat tedi yang sedang jongkok menyumpat dan lalu.
"Dar..ketawan juga", Junior mengkagetkanya.
Persembunyianya yang di ketahui Junior, lalu tedi berlari kembali meninggalkan pohon itu, dan tak sadar kakinya menyentuh akar pohon yang menjalar sangat besar.
__ADS_1
Ia pun terjatuh ke tanah, Junior mendekatinya, tepat di hadapanya yang sedang berbaring. apa daya, Junior menghempaskan ceruritnya ke arah badan Tedi. Namun ia berhasil mengelak dan berlari kembali.
Tak ingin sasaranya lepas, Junior melemparkan cerurit tepat menancap di pundakya dan ia terjatuh.
A.a.a a .. ,Tedi merintih kesakitan, tubuhnya mengalir darah akibat tancaoan cerurit itu. Ia mencoba melepaskanya, namun ia tak kuasa. Junior lalu mencabut dari arah belakang.
Dan membalikan badanya ke arah depan lalu menusukan kembali berkali-kali. Hingga ia terjatuh tergapar tak bernyawa lagi.
Jasadnya ia potong menjadi bagian kecil dan diletakan di bawah pohon besar, agar di makan hewan yang ada di hutan.
Junior meninggalkan tempat tersebut dengan pakian dan wajah berumuran darah, di depan anak buahnya itu ia ketawa.
"Hahahaha", sambil menjilat-jilatin darah yang berumuran darah di ujung cerurit.
"Dia melarikan diri", tanya anak buahnya.
"Kamu tidak melihat darah di tubuhku", ucap Junior dengan meninggikan pandanganya.
Anak buahnya melihat dari atas hingga ke bawah, tubuh bosnya itu berumurah darah.
"Tuan sudah menghabisinya", tanya anak buahnya.
"Tentu sudah ku bereskan dengan sangat rapi. oh ya, ... kita putar balik lagih ke kampung ku", ucap Junior memerintah.
Ada apa, balik ke kampung ?", tanya anak buahnya.
"Aku tak mau mengigat dan mengenang masa lalu yang pahit", ucap Junior dengan tajam pandanganya.
"Maksud tuan ?", tanya anak buahnya.
"Kita akan membakar rumah yang ada di seluruh kampung itu", sahut Junior.
Ada apa tuan, apa mereka bersalah semua", tanya anak buahnya.
"Mereka tidak salah, tapi mereka takut tidak membela keluargaku yang terkena musibah oleh ulah pak asep, mentang-mentang beliau kaya dan aku miskin kaya sampah. dan ini sebagai teguran atas ke tidak pedulian mereka dan merasakan betapa sakitnya tak di pedulikan di bantu ketika peranya sangat di butuhkan", sahut Junior sambil memasuki mobil.
Lalu rombongan itu berjalan menuju kampung dimana kecil junior di besarkan. dengan mata berlinang menahan air mata.
Melihat kampungnya sudah sunyi, karna warga-warganya sudah tidur. Junior dan anggotanya melemparkan air bensin ke rumah-rumah dan melepaskan korek api yang sudah menyala, dan api menjalar sangat cepat ke seluruh rumah-rumah yang berdenpetan.
Mereka lalu meninggalkan kampung itu yang sudah kebakar. dari kejauhan ia melihat warga-warga keluar dari rumah menyiram dengan air meredahkan api yang membakar rumah mereka.
"Hahahaha rasakan apa yang aku alami", Junior melihat dari kaca, dan mobil itu meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Ke esokan harinya, jam 07.15 wib. junior membaca info dari Koran, bahwa telah terjadi kebakaran di kampung tempatnya tinggal dan ada beberapa yang menjadi korban.