CREATION

CREATION
Sepeda Ontel Pembawa Hoki


__ADS_3

Mataku berkaca-kaca atas penghinaan ia lalu ia menendak kaki ku, dan pergi masuk ke kelas dan ku meratap sedih sambil mengigit lidi-lidian yang terjatuh (oh tuhan berat sekali cobaan ini) di hadapanya melihat yang lain ngobrol asik dengan temanya sambil tertawa ceria dan aku hanya sendiri di temani bayangan.


Lalu ku bangkit berjalan masuk ke dalam kelas, tepat di pintu masuk semua mata memandang kedatanganku tidak ada suara satupun , kaki kanan ku melangkah masuk serya secara bersama sama mereka mentertawakan keadaan ku yang di penuhi kotoran.


Aku tau mereka sebenarnya tidak berperilaku sedemikian rupa, ini karna hasutan dia... tidak memperdulikan ku duduk di baris ke dua paling depan.


Melihat jarum jam yang berada di tangan kiri seperti berjalan begitu cepat tidak seperti biasa hari ini ku berangkat lebih telat setengah jam, pengguna lalu lintas sangat begitu padat suara kelakson berbunyi begitu irama (teeet....) membuat bagi siapa yang mendengar akan kebisingan.


Ku ayunkan sepeda ontel yang sangat tua ini, begitu cepat melihat dari kejauhan petugas sedang mendorong gerbang, sambil ku pencet bell (kring...) sepeda ini seraya berteriak sangat keras ‘jangan di tutup dulu pak’ namun ia tak mendengar suara teriakan dan mengabiakan.


Akhirnya sampai juga di depan gerbang sekolah namun kerja keras ku pagi ini sia-sia karna petugas telah menselotkan pagar itu.


Ia berdiri tegak dengan wajah sanggarnya, melihat ekpresinya tak sanggup ku tutup wajah ini dengan sebelah telapak tangan yang kiri sambil mengintip ke arah beliau lalu berkata ‘pak masih di buka’ dengan ekpresi tersenyum memaksa.


Dan ia ‘hem...hem...hem... tidak mengucapkan kata hanya memberikan sebuah pertanda. Lalu ku ulangkan saja barang kali hati ia terketuk oleh tuhan sambil membaca ‘bismilah dalam hati’ lalu kedua mata ini melirik ke dia dengan penuh harapan namun apa yang terjadi ia mengucapkan apa yang sebelumnya ‘hem..hem...hem.


Tak mendapatkan jawaban, aku teringat kata-kata orang bijak, yang berbunyi.. diam itu emas ku praktekan saja detik ini jua, ku pandang wajahnya sambil kedua bola mata ini melotot tajam bibir ini manyun ala-ala korea, dan hasilnya tidak beberapa lama ia mengeluarkan ucapanya dari mulutnya yang terkunci itu dengan tegas dan singkat padat


‘'Kamu enggak lihat... pagar di hadapan mu sudah menghadang?", tanya hartono penjaga sekolah.


"Ya, saya kira bapak punya sedikit hati", jawab Junior dengan ketus.


"Apa kata kamu?... saya ini salah satu pejabat di instansi ini menjabat sebagai security... kamu tau kan security?", tanya Hartono penjaga sekolah.


"Tau pak... security atau satpam yang suka berdiri di gerbang", sahut Junior.


"Bukan itu aja artinya dik... security kalau diartikan dalam bahasa inggris ke bahasa indonesia adalah pengaman, jika sekolah ini tidak aman, maka ini tanggung jawab besar di bebani terhadap saya dan itu adalah orang terpilih bukan sembarang orang", penjaga sekolah pak Harton dengan ekpresi bangga.


"Bapak segitu amat... ", Junior dengan ekpresi meremehkan


"Jika tak mentaati peraturan saya akan di remehkan keredibilitas kemampuan saya", pak Hartono dengan ekpresi semangat penjaga sekolah.


"Ya sudah pak, terserah bapak. saya terima hukuman atas kelalaian", ucap Jimi yang merasa bersalah.

__ADS_1


Penjaga sekolah itu memfokus kembali dalam bertugas, tidak beberapa lama berhenti mobil sedan berwarna merah di depan gerbang lalu pintu paling belakang terbuka dengan keras keluarlah wanita yang ia kemarin lihat di gerbang ini juga.


Ku sambil memegang sepeda tua ini berdiri. terpanah tersenyum melihat ia berjalan mendekat lalu ia menyapa petugas gerbang.


'‘pak saya boleh masuk?", tanya wanita baru sampai di depan gerbang.


(Beliau pun dengan wajah agak melamun tidak menjawab)


"Halo bapak ganteng", sapa wanita itu menegur kembali.


Security itu lalu merespon sapaanya lalu berkata dengan singkat "Kalian berdua telat", tanya pak Hartono kepada mereka berdua.


(Mendengar ucapan petugas, si wanita itu berbicara dengan suara kecil


"Yah percuma dong", jawab perempuan itu dengan bibir mengigit.


'‘Tidak ada yang telat kita ambil hikmahnya aja", jawab junior dengan tersenyum.


"Apa yang diambil... kita ini berdiri dihukum", wanita itu melirik ke arah Junior.


Wanita itu yang melihat lelaki itu ingin berkenalan lalu ia mengulurkan tanganya.


"Nama aku cinta kelas 3 C", jawab cinta yang menatap Junior.


"Cinta ?... baru kenalan udah ngomong cinta... gampangan banget sih...", ucap Junior dengan tersenyum.


(Mensuntrungi kepala cowok itu)


"Junior nama asli ku Cinta, bukan cinta menyukai seseorang. Pede banget si...lo", jawab Cinta dengan agak jengkel.


"Harus pede lah... karna cinta berawal dari saling percaya", sahut junior dengan berekpresi memainkan alis kananya.


"Ku tunggu. Sambil ketawa kecil hehe...", Cinta menjawab dengan ketawa kecil

__ADS_1


"Oh ya... aku boleh enggak minta nomer kamu... itu juga kalau boleh", tanya Junior.


"Kataya percaya diri, kok jadi sinis gitu....", tanya kembali Cinta.


"Ya... aku orangnya gerogian kalau sma cewe...", ucap Junior.


"Kamu emang enggak pernah deket sma cewe?", tanya cinta yang tak percaya.


"Enggak pernah , kalau pernah ini yang paling pertama dan terakhir", jawab Junior sambil merayu.


"Cie... mulai ngegombal... btw kamu setiap hari naik sepeda tua in?", tanya cinta yang kagum.


"Ia.. emang kenapa?...", tanya Junior dengan wajah polos.


"Keren kamu... biasanya cowok jaman sekarang gengsinya gede...", tanya Cinta wajahnya makin penasaran.


"Gengsi itu hak milik orang kaya, kalau kaya aku mah, ngapain gengsi hidup susah begini . Udah makan aja alhamdulilah....", sahud Junior dengan merendahkan bicaranya.


Kring... akhirnya bell belrbunyi menandakan jam pertama telah selesai. Petugas itu akhirnya datang menghampiri mereka dan mendorong selot mempersilahkan ke dua siswa itu masuk ke kelasnya.


Mereka akhirnya masuk ke kelas masing-masing, Junior pun melirik dan tersenyum ke arah cinta dan sebaliknya.


"Tuhan sudah mempersiapkan suatu yang sangat indah, kitapun tidak tau rencananya bagaimana berakhir. Kemarin ku berfikir-fikir bagaimana cara bisa kenalan sama ia tapi sekarang hal itu sudah tidak berfikir lagi", Junior yang berbicara sendiri.


Berjalan masuk ke kelas pas di depan pintu kelas semua mata menatapku seakan akan melihat warga asing dan tidak seperti biasa melihat mereka sedikit malu ku balas sapaan dengan senyuman dari salah satu mereka yang bernama deni.


"Getap banget datangnya", mengucapkan kata sindiran.


(Beberapa dari mereka tersenyum sinis)


"Deni..deni lo jail banget dia mah anak sultan jadi wajar aja masuknya suka-suka", Andrea menyindir.


"Lo enggak tau aja di mah anak orang kaya, tuh lo emang enggak perhatiin di kesini jah -jauh bawa motor harley sepeda ontel brem..brem.brem... hahaha", Budi menambahkan sindiran dan meniru suara motor.

__ADS_1


Semua siswa di dalam ruangan itu mentertawakan ku dengan lulucon mereka.


Ku hiraukan apa apa yang mereka bicarakan dan lakukan . Dan aku duduk di barisan paling depan di bangku barisan ke dua membuka peralatan tulis yang di taro di dalam tas dengan rapi, ku ambil botol air minum yang berisi air minum sumur di ambil asli di rumah.


__ADS_2