
"Bagus... bagus...Tinggal 1 cicak lagi, yaitu aparat 1 kepala polisi suruhan pak Asep Dia adalah yang membuat ibuku tiada hingga saat ini aku sangat merasakan sakit hati", ucap Junior sambil merencanakan pembunuhan.
(Datanglah di hadapan Junior, orang kepercayaanya untuk melapor)
“Selamat pagi tuan Junior, ma’af menganggu, saya ada informasi bahwa jaringan barang yang kita pasok, makin meluas. Dari remaja hingga kalangan pejabat mengkonsumsinya dengan rutin", lapor orang kepercayaan itu yang bernama Zeko.
“Bagus... bagus... dan kita akan memperluas semua jaringan. Dan Black white akan di takutin di dunia hitam. Dan ada tugas lagi untuk kamu, kamu harus mencari informasi lengkap tentang ketua polisi yang bernama Pak Kasutri, Kamu mengenalnya kan?", tanya tuan Junior.
“Saya mengenalnya tuan, siapa si yang tak mengenal beliau dengan aparat yang hobi di sogok", jawab Zeko dengan percaya diri.
“Saya, akan menghabisinya karna dendam masa lalu, tapi bagaimana bisa mengahbisinya, sedangkan ia kemana-mana selalu di kawal oleh anak buahnya", ucap junior sambil memikirkan.
“Saya punya saran, mudah-mudahan cocok bagi tuan", ucap Zeko.
“Bagaimana caranya ?...; tanya Junior dengan wajah penasaran.
“Bagaimana kita habisinya di kantornya langsung, karna tuan di remehkan di sana juga. ini pasti akan membuang tuan puas", ucap Zeko.
“Bagaimana bisa, masuknya banyak di jaga anggota lainya", Junior dengan wajah penasaran.
“Ku ada kenalan, cewenya jago acting kita suruh untuk pura-pura korban pemerkosaan di dampingi tuan yang beroura-pura sebagai anak korban dan melapor ke kantor polisi. Pas sudah masuk ruangan kepala. Aku akan bawakan parfum pembius, jadi ketika ia mengobrol dengan wanita itu dengan jarak dekat dan ia tak akan tersadar diri dan kita mengikatnya dan sekaligus membom kantor polisi. bagaimana tuan, cerdaskan pemikiran ku", Zeko sambil menawarkan ide.
“Berilian ide kamu, kapan kamu bawa wanita itu ke hadapan saya", tanya tuan Junior.
“Sebelum jam 1, wanita itu sudah ada di hadapan tuan dengan penampilan yang sudah siap", jawab Eko.
Orang kepercayaan itu meninggalkan bos White black, untuk mendatangi wanita bayaran itu.
Sekitar jam 1 lewat 15 menit, orang kepercayaan itu datang dengan wanita bayaran. Dan menghampiri di depan wajah tuan Junior.
“Permisi tuan, saya mau melaporkan, ini di samping saya wanita yang saya ceritain", Zeko sambil memperkenalkan.
__ADS_1
“Bagus sudah siap untuk hari ini", tanya tuan Junior.
“Kapan pun, yang anda inginkan saya hanya bisa berkata, siap", sahud wanita bayaran tersebut.
“Yaudah sekarang kita berangkatnya, kamu tunggu di dalam mobil, aku akan menyusul, mau mengganti pakian yang pas, agar mereka tidak curiga", ucap tuan Junior.
"Oh ya.. aku belum memperkenalkan diri, nama saya Junior", Junior memperkenal kan diri dengan mengulurkan tanggan.
“Senang berkenalan dan bisa berjabat orang sukses seperti anda, perkenalkan nama saya Alexa.
Mereka menuju di perjalanan ke kantor polisi. Dengan mobil di parkir agak jauh jaraknya dengan kantor polisi, junior dan Alexa menyamar menjadi pelapor pemerkosaan dengan mendatangi kantor polisi berjalan kaki.
Petugas sedang berdiri di kantor polisi, berdiri dengan tegak dan siagap
“Permisi pak, saya mau melapor...", sapa Junior
“Melapor apa“, tanya polisi dengan ketus.
“Saya membawa ibu saya, atas korban pemerkosaan", ucap Junior.
"Siap Pak, jangan lama pak", Junior menanyakan.
Petugas itu melaporkan ke komandanya yang berada di ruangan.
“Lapor... komandan, ada yang mau ngelapor, atas dugaan pemerkosaan", ucap anggota polisi itu.
“Persilahkan mereka untuk masuk", jawab Pak Kasturi.
Petugasnya itu lalu keluar untuk menemui pelapor dan mengantarkanya ke dalam.
“Makasih ya pak polisi", ucap Junior ke petugas polisi itu.
__ADS_1
Junior dan wanita itu tersenyum kepada polisi itu dan di persilahkan duduk.
“Ada yang bisa saya bantu", ucap Pak Kasturi.
“Saya ingin melapor, bahwa ibu, saya di perkosa tadi sekitar jam 10 pagi", ucap Junior.
“Ibu bisa ceritakan keronologinya", tanya Pak Kasturi itu kepada ibunya.
“Saya, lagih pagi sekitar jam 9 pagi habis dari warung, terus saya masuk ke dalam rumah, saya tidak tahu ada yang mengikuti saya dari luar. Ma’ lum saya ini wanita lemah tak berdaya, melawan lelaki. Dan di situlah saya di nodai pak. Saya berteriak namun tak ada yag mendengar. Karna mungkin rumah saya agak jauh dari pemukiman warga", tutur wanita bayaran itu.
(Polisi itu mencatat apa yang di laporkan pengadu)
“Baik bu, laporan ibu dan adik. Kami peroses. Tinggal tunggu informasi kami, nanti anak buah saya akan menelphone terkait tindakan selanjutnya. Tapi tenang bu. Secepatnya akan kami segera proses", jawab Pak Kasturi.
“Beneran pak", tanya ibu bayaran itu.
“Sial polisi kampret, dulu ibuku melapor tidak di tanggapi, mentang-mentang ia di bayar oleh pak Asep orang terkaya, dengan seenaknya dia merendahkan saya orang miskin", ucap Junior sambil memandang.
Junior mengedipkan mata kepada wanita bayaran itu, dan wanita itu lalu menyemprotkan parfum bius, kepada polisi itu. Dengan respon cepat polisi itu tak tersadarkan diri.
Junior yang sudah mempersipkan dari awalnya, membawa bom. Ia taro peledak itu di dalam tubuh polisi sambil mengikatnya dengan gambang di bangku. Setelah itu ia keluar dari ruangan itu.
Petugas itu dengan siagap berdiri menjaga keamanan, ku tersenyum dan pergi meninggalkan kantor polisi itu. Setelah kami keluar waktu bom meledak itu, sekitar 2 menit.
Lagih Junior dan wanita itu memasuki mobil nya melihat detik-detik kantor polisi itu meledak. kantor polisi itu meledak oleh bom yang di siapkan Junior, api-api menyeruluh semua gudang beserta polisi yang ada di kantor tersebut.
Di dalam mobil ia tertawa sambil mengoleskan tangganya, dengan cerurit dan menjilati darahnya hingga mengoleskan ke wajahnya.
Sesampai di markas para anggota gang black white menyapa ke datanganya dan ia sambil berjalan menari-nari dengan kebahagian. Balas dendam terselesaikan semua.
“Hahahahaha....”, Junior tertawa. Yang menyakitiku semua sudah mati masuk ke dalam neraka jahanam, tinggal misi ku yang lain memperluas jaringanku, dari anak kecil hingga orang tua, pejabat maupun ulama. Harus kecanduan narkoba. Karna tuan Junior adalah menguwasi dunia dan menghancurkan masa depan", Junior ketawa dengan lepas.
__ADS_1
Ke esokan harinya di televisi suwasta memberitakan, telah terjadi pemboman di kantor polisi, tak tau apa yang menyebabkanya. Untuk saat ini polisi sedang mendalami kasusnya dan mencari penyebab dan pelakunya yang sangat misterius keberadaanya dan kasus ini terjadi begitu bersih di lakukan, hanya orang-orang profesional yang dapat melakukanya.
(TAMAT NANTIKAN DI NOVEL CREATION 2 SELANJUTNYA)