
Sekitar jam 9 malam ku, menunggu di depan diskotik ghot di jalan siliwangi, mendapat informasi dari para anak buahku mereka bertiga sedang mengadakan pesta di clab malam itu. Ku menungu di dalam mobil yang berada di parkiran sambil mendengarkan musik.
Melihat jarum jam di tanganku yang berjalan seakan-akan sangat lambat, penjaga clab ini mengawasi dengan berjalan mondar mandir melihat seluruh tamu yang akan memasuki. Ku matikan lampu mobil , agar tidak menambah curiga petugas.
Rasa jenuh akhirnya menghampiri ku putuskan untuk masuk ke dalam mendekati mereka dan satu persatu di selesaikan dengan dingin.
Ku buka pintu bagian depan, turunkan sepatu panthopel kulit yang berwarna hitam sangat kelimis, ku berdiri dan menutup pintu. Malam ini aku seperti biasa, ciri khas dengan menggunakan jas se setel berwarna hitam. Dan ku selipkan cerurit di celana tepatnya di bagian belakang.
Ku berjalan menghampiri petugas penjaga. Dan ia mengijinkan untuk masuk di dalam. Suara musik mengilingi dengan sangat bising, suasana sangat gelap, hanya sorotan lampu kelab yang menerangi.
Mata ini menyoroti ke seluruh ruangan melihat sudut, namun ia belum menemukan mereka. Ku berjalan ke arah pelayan untuk meminum segelas kecil sambil duduk memperhatikan pintu masuk dan ruangan pusat dugem.
Ku tegukan minuman ini perlahan-lahan, dari pintu masuk ada beberapa orang dengan pasangan dengan ekpresi bahagia dan ketawa, ternyata akhirnya datang juga yang di tunggu. Ku menunduk dengan memakai topi agar ia tidak melihat.
Memesan minuman, tepat di sampingku. Tetap ku meminum sambil menundukan pandangan. Kaki gemeter, namun hati ini udah tidak mampu lagih menampung kesabaran. Ingin rasanya menusuk-nusuk tubuh mereka hingga terkapal ke lantai tak berdaya, yang akan membuat hati ini bahagia.
Setelah pelayan itu memberikan pesanan minumanya kepada mereka, dengan santai menikmati minuman di iringi musik malam.
“Hay bersulang", Andrea menyapa dan mengajak.
Dan ku balas dengan menyentuh gelasnya, namun pandangan ku tetap ke bawah menatap sepatu ini.
“Hay broo, ada apa, kaya banyak masalah, nunduk terus ?", tanya Daniel.
“Tidak", jawab Junior dengan singkat.
“Di tempat ini, kita semua ingin bahagia heppy-heppy, masalah di luar ya jangan di bawa-bawa, lupakan saja, dunia ini di ciptakan untuk bersenang-senang", ucap Budi dengan santai.
Junior hanya menganguk-nganguk, sambil menikmati minumanya perlahan-lahan.
“Kalian betul sekali", ucap Junior dengan singkat.
“Kamu ke sini sendirikan, mending ngedugem bareng kita”, ucap Daniel.
__ADS_1
“Yaudah kalian duluan, ku ingin minum sambil menyendiri", jawab Junior
Mereka semua menuju area dugem, ku melihat cinta bersamanya juga. Terus memperhatikan mereka dalam menikmati suasana kecerian malam. Beberapa saat deni keluar dari area mereka, tak tau kemana ku mendekatinya perlahan-lahan dalam suasana gelap, ternyata ia ke toilet.
Ku menunggu beberapa sa’at, namun tak keluar. Ku masuk ke dalam toilet itu juga. Di dalam ruangan toilet itu tidak ada orang, ku berjalan memasuki dan mencari, pas di pintu toilet ke 5. Ada suara desahan, ku intip dari pintu itu dengan selah yang amat kecil. Ternyata budi sedang memakai barang haram.
Dan ini kesempatan ku, untuk menghabisinya. Ku , pakai topeng khas ku, mengeluarkan cerurit dan ku membuka pintu yang tertutup dengan tendangan keras.
Ia masih dalam keadaan sakaw, dan terkaget melihat kedatanganku yang memaki topeng horor dan ku hantamkan cerurit ke perutnya. Dan ku, bekap mulutnya yang mau teriak, agar tidak terdengar oleh orang lain. 1 orang sudah tewas tinggal yang selanjutnya.
Pintu toilet itu ku tutup kembali dengan rapat-rapat. Dan ku tuliskan (jangan di sentuh, toilet ini sedang di perbaiki ) agar orang lain tak membukanya.
Ku keluar dari toilet, melihat lagih sasaran berikutnya. Deniel melihat ada seorang wanita cantik nan sexy sedang minum sendirian. Ku melihat ia menghampiri gadis itu dan mengajak mengobrol. Sepertinya percakapan ya berbuah manis, mereka menjadi akrab dan sekitar 30 menit.
Ku menunggu kesempatan yang pas. Mulai mendekati mereka berjalan pelan-pelan, menghempit kerumuhan pengunjung. Beberapa sat ke arah mereka sedang mengobrol. Ternyata sudah hilang. Dalam fikiranku, cepat sekali mereka hilang. Mata ini menatap dengan tajam ke seluruh ruangan.
Namun dengan pencahayaan yang sangat minim, agak susah menemukan mereka. Apalagih suara musik yang sangat kencang terdengar di telingga. Membuat kosentrasi ku menjadi pecah berantakan.
Ku melangkah sambil mencari mereka, ku melihat baju berwarna biru muda kelangitan sedang berjalan, nah aku tau itu baju yang di kenakan denial malam ini, ku kejar seseorang itu. Dan ku lambatkan langkahku, karna mereka berdua sudah tidak jauh dari hadapanku.
Tak tau apa yang di bicarakan dan di bahas, ku melihat dari celah pintu yang kecil, mereka berdua sedang kencan. denial menendang pintu dari arah belakang, dan ia dan wanita sexy itu masuk ke dalam toilet.
Sekitar 2 menit, ku menunggu dari luar. Penasaran apa yang di lakukan mereka, ku buka pintu ruang toilet dan di kamar toilet yang berukuran kecil no. 8. Melihat mereka sedang melakukan layaknya hubungan suami -istri.
Ku tarik cerurit yang berada di belakang badan ku, sambil memakai topeng dan secara bersamaan ku dorong dan ku hempaskan tubuh mereka dengan cerurit ku. Sempat denial melawan, namun dengan kesiagapan ku. Ia kalah dan mati menyusul budi.
Ku tiliskan kembali pintu kamar mandi itu dengan tulisan yang sama.
(Jangan sentuh kamar toilet ini, sedang di perbaiki).
Setelah menghabisi mereka. Ku menatap seluruh ruangan termasuk sudut atas melihat cctv sedang bekerja. Dan ku hancurkan agar rekamanya tidak ada bukti. Yang akan menjeratkanku kepada penjara.
Melihat dari kejauhan andrea dan cinta sedang berjoget dengan asik. Ku sabar untuk menunggu karna ini adalah santapan terakhir malam ini.
__ADS_1
“Ada apa sayang", tanya cinta kepada andrea.
“Oh, ma’af handphone ku ketinggalan di mobil, yaudah aku ambil dulu, kamu tunggu disini aja, enggak lama kok", ucap andrea lalu mengecupkan di keningnya.
“Jangan lam-lama ya. Sayang“, ucap Cinta.
“ok", Membalas dengan senyuman dan berjalan meninggalkan kekasihnya si Cinta, menuju parkiran mobil.
Dengan sigap, ku membuntutinya pelan-pelan agar ia tidak menoleh ke belakang, apalagi para penjaga diskotek ini selalu menjaga dan memperhatikan.
Di mobil super car berwarna merah itu, andrea membuka pintu, mencari sesuatu barang. Ku mendekat pas di belakangnya, ku dorong tubuhnya. Dan ia bangun dan menoleh ke hadapanku dan bertriak.
“Sial, apa yang anda lakukan", tanya Andrea Melihat kedatangan dengan wajah orang tersebut bertopeng.
“Junior, berani-beraninya lo, dorong gue... hem udah lama baru nongolin muka, kayanya udah siap, ngerasain kaya dulu. Belum kapok ?", tanya Andrea.
“Hahahaha kata itu, layaknya untuk kamu", ucap Junior.
Lalu Andrea menendang kaki junior, dan ia pun terjatuh. Amarahnya makin naik, lalu kembali berdiri dan mendekati wajah Andrea dan memukul wajahnya kembali dan menghantamnya dengan cerurit. Andrea melawan atas serangan Junior dengan cerurit sambil teriak.
Akhirnya andrea tewas di dalam mobil dengan pintu yang terbuka. Dengan teriakan Andrea, membuat petugas mendatangi suara itu, Junior lalu memakai topengnya agar tidak di kenali.
Ia berlari masuk ke mobilnya, dan mengas kendaraanya. Petugas melihat perginya lelaki bertopeng yang sangat mencurigakan dan di hadang oleh penjaga diskotik. Namun tak berhasil, karna mobil itu tetap melaju dan menabrak penjaga tersebut.
Di dalam mobil Junior sambil memegang ceruritnya yang di lumuri darah dan menjilat-jilatnya, terus di oleskan darah itu kewajahnya. Hari ini adalah hari bahagia ku... terbayar semua balas dendam ku.
Penjaga diskotek itu mendatangi mobil super car itu Yang pintunya terbuka, melihat sosok lelaki yang telah meninggal di tusuk. Dan ia melapor ke dalam di diskotek. Dan pihak informasi mengumumkan kepada pengunjung. Dan para pekerja diskotek memeriksa seluruh ruangan.
Bukan hanya, menemukan andrea di dalam mobil, melainkan 2 orang lelaki dan 1 perempuan di dalam toilet. Dan 1 orang mati sedang menelphone di pojok dengan luka yang sama dengan yang lainya, seperti tusukan cerurit beetubi-tubi.
Dengan mengumpulkan korban, sang pacar Cinta dan wanita lainya, menjerit histeris .
“Hahahaha.... ", Junior tertawa sedang menonton berita.
__ADS_1
Pagi hari ia, menonton berita, telah terjadi pembunuhan berantai di discotek.