CREATION

CREATION
Masuk zona hitam


__ADS_3

Mendengar ucapan tuan itu, yang menawarkan kekayaan dan kemewahan, ia di buat binggung dengan pilihan yang sangat cepat untuk di jawab dalam kondisi ini.


Junior menundukan kepalanya melihat dari sepatu tuang yang mengkilap hingga melihat sampai ke atas, bukan main. Dia adalah orang yang pertama kali ku melihat dari dekat dan benar-benar dekat.


"Dia adalah orang sukses, siapa sih yang enggak mau di dunia menjadi orang yang di segani", Junior terpana dengan sosok tuan itu.


"Saya, mau pak... dan sangat-sangat mau", ucap Junior berbicara agak gerogi.


"Kamu hebat", ma goceng Sambil memberikan jempol di depan wajah.


Tuan itu melangkah berjalan, telat di tengah-tengah ruangan yang di setiap sudut berdiri dengan siap penjaga.


"Hay kalian semua, yang ada disini dan hari ini, waktu ini juga. Kalian harus patuh kepada anak muda ini, yang bernama Junior. Mulai besok ia akan menjadi anggota kita dan suatu saat akan menjadi ketua disini. Kalian mengerti", sahud ma goceng ketua mafia.


Mereka semua, mendengar ucapan atasanya. Berkata ia. Secara bersama-sama. Melihat hal itu hati Junior sangat senang, karn hal ini adalah hal pertama kalinya ia di terima dan di hormatin.


"Cukup, untuk hari ini. Dan besok, kau akan tau apa yang harus di kerjakan", ucap ma goceng berkata dengan nada pelan tertahan.


"Tugas apa tuan?", tanya Junior dengan wajah penuh keheranan.


"Jangan terlalu bersemangat kawan, karna kerjaanya tidak bisa di lakukan dengan semangat, tapi dikerjakan dengan santai", ucap Ma goceng ketua Mafia.


"Tapi besok saya sekolah, setelah sekolah jam 1, (mengaruk-garuk kepala) tapi...dari sekolah ke tempat ini lumayan jauh... apalgih sepedaku telah hancur.. bagaimana bisa datang tepat waktu", Ucap Junior yang wajahnya bimbang.


"Hahahaha... ngapain kamu sekolah?.... kamu tau enggak, mereka yang bersekolah hingga tinggi menjadi pejabat itu ujung-ujungnya menjadi penjahat, merampas yang bukan haknya, korupsi harta orang-orang miskin yang kelaparan", tuan itu menundukan pandanganya ke arah wajah Junior sambil menunjuk jarinya.


Melihat hal itu, Junior masih berpegang teguh, kepada nasihat ke dua orang tuanya, yaitu bersekolah lah yang tinggi maka dunia akan kau raih.

__ADS_1


"Tidak tuan hal ini saya tidak setuju, kata almarhum bapak dan ibu, kuncinya di ilmu, maka kau akan kuasai dunia", ucap Junior dengan percaya diri.


"Baru kali ini ada orang yang menantang ucapan ku ini", Tak terima dengan penentangan Junior, ia melayangkan tanggan kirinya sebelum mengayun ke arah wajah.


Asiten kepercayaanya menahan tangan tuanya itu, dan berbicara dengan membisikan ke kuping ke kiri.


"Tuan jangan marahin ia, dia masih kecil tak tau apa-apa, jangan suruh anak kecil ini, untuk berhenti sekolah", ucap asisten tuan itu.


"ini adalah momentum emas, di mana barang surga ini, bisa main ke sekolah tanpa banyak rintangan. Melalui jalur anak-anak ini", asisten tuan itu.


"Cerdas juga pemikiran mu", Wajanya menganguk-nganguk, berfikir sejenak.


"Ma'afkan bapak, ya", ucap tuan itu meminta pengertianya kepada Junior.


"Assistant dan pengawal, kamu anter orang ini ke depan rumahnya dan ingat jangan telat kalian jemput . Siap pak", ucap Ma goceng ketua Mafia.


Asistent dan pengawal mengantarkan anak itu, hingga ke depan rumahnya sendiri.


Hai ini tampak sangat hambar, aktifitas yang tidak biasanya di lakukan dan ku lakukan. Melihat sangat lebar gerbang pintu yang terbuka, ku masuk saja ke dalam kelas yang masih kosong. Sambil menunggu ke datangan yang lain, ku ambil kesempatan ini untuk tidur sejenak.


Beberapa menit kemudian, ku paksa untuk mata ini mengintip, ternyata kelaa imi sudah ramai di masuki teman-teman.


Jam pelajaran hari ini selesai, berjalan dengan seksama, ku menunggu di depan gerbang sambil menyender di tembok, mobil sedang berwarna hitam itu berhenti dan seorang lelaki besar berpakaian seragam keluar dan membuka pintu jendela belakang. Berjalan laj selangkah-selangkah, ku menoleh ke arahnYa, dan ternyata ia adalah cinta mantan pujaanya. Membalikan pandangnya, agar ia enggak melayang perasaanya, karna aku lihatin.


Suara kelakson tiiiit, lalu mobil itu berjalan dan meninggalkan pagar depan sekolah, di balik kelakson mobil itu, sudah menunggu berhenti mobil berwarna hitam, di barisan terdepan membuka kaca jendelanya, tersenyum kepadaku dengan menggunakan kaca mata hitam berdasi layaknya seragam orang-orang mau bisnis.


Oh ternyata, ia adalah pengawal tuan yang kemarin ku bertemu, lalu ku mendekati mereka dan berjalan masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Berjalan mobil ini dengan kencang, berhenti tepat di depan rumah tuan itu. Lalu pintu gerbang utama terbuka oleh para penjaga yang sudah menunggu.


Di dalam ruangan sudah ada lelaki yang sedang duduk mengangkat kakinya, tak menoleh ke datanganya sambil menepruk kedua tanganya lalu membalikan badan


"Selamat datang tuan muda", sapa Ma goceng memberi salam.


Hari ini aku di buat makin heran, merasa anak keturunan sultan. begitu ramah mereka memperlakukan ku, tak mau memboroskan waktu yang tak berguna. Tedu poin aja", tanya Junior.


"Aku suka dengan gayamu. Kamu sekolah kelas brapa?", tanya Ma goceng.


Sekarang aku kelas 3 sma", jawab Junior.


Bagus...bagus", ucap Tuan itu.


Tuan itu memangil asistenya yang bernama Jeko dan lalu menghampirinya tepat di samping orang itu. dengan gerakan tangan kiri tuan itu memberikan kode ke pada orang kepercayaan. dan lalu jeko mengeluarkan sesuatu barang di dalam sebuah kotak kecil yang berwarna hitam. tidak sedikit pun ku mengedipkan mata melihat apa yang tuan lihatkan kepadaku.


Lalu ia mendorong penutup kotak itu dan mengambil sebuah bungkusan yang isinya berwarna putih.


Lalu tangganya mengarah di hadapan ku, mata mengarah fokus terhadap benda itu.


" Ini namanya sabu-sabu, bentuknya kumpulan serbuk dan masih banyak lagi benda seperti ini ekstasi dan lain-lain. yang akan nanti kamu jual", ucap Ma goceng.


Sebagai pembelajaran dan perdana, tugas kamu menawarkan dan menjual ke sekolahmu. dan caranya akan di ajarkan oleh jeko asisten saya ini.


"Tidak mau pak", ucap Junior sambil mengeleng-ngelengkan kepalanya dengan wajah agak ketakutan.


(Tuan itu, mendekat ke Junior dan lalu memegang kedua pundaknya)

__ADS_1


"Apakah kamu tidak ingin membelas dendam di masa lalu, kalau kau seperti ini? kau akan selalu di remehkan oleh semua orang. ingatlah masa lalu mu", Junior mendengar perkataan itu di kedua bola matanya meneteskan air mata.


"Saya siap", Termenung atas ucapan bapak itu, ia menjawab dengan nada tinggi dan seluruh tubuh bergetar, emosinya menyalah.


__ADS_2