CREATION

CREATION
Titik kebencian dan dipungut bos mafia


__ADS_3

Kembali ke rumahnya, sambil berjalan penuh dengan ke kesalan. Menatap jasad ibunya. Bebarapa menit kemudian, ada suara gesekan sendal dari luar, menoleh ke arah pintu, ada beberapa orang yang datang ke kediamanya untuk melakukan bela sungkawa terhadap junior.


"Assalamualaikum", sapa pak rt.


"wa'alaikum salam", jawab junior sambil berlinang air di dalam ke dua bola mata ini yang bersinar-sinar.


''Ma'afkan kami junior, yang tadi tidak membuka pintu, saya mewakili dari teman-teman, minta ma'af sebesar-besarnya, hal itu kami lakukan amat sangat terpaksa karna pak ahmad orang terpandang disini mengancam kepada semuanya, yang jelas benar-benar kita tidak berdaya", ucap pak rt meminta ma'af.


Ini juga kami memberanikan diri dan sebagai penghormatan terakhir", ucap pak Rt kembali.


"Pak Rt dan para warga, kalian ngapain takut dengan ciptaan tuhan dan sudah jelas-jelas ia telah melakukan kesalahan besar, menodai ibuku, hingga saat ini kalian bisa melihat dengan mata telanjang. Ibuku ini sekarang sudah menjadi jenazah", sahud junior dengan menagis.


"Apakah kalian tidak malu dan termasuk pak Rt. Ini memiliki kedudukan yang tinggi, ngapain takut. Karna dengan harta kalian di butakan", tambah ucap junior.


"Ya, kami sekali lagih minta ma'af junior", ucap pak Rt, mereka juga yang hadir lalu meminta ma'af.


Setelah itu, jenazahnya di mandikan dan di sholatkan di rumah gubuk yang mungil itu. Lalu mereka mengkuburi di depan halaman rumahnya.


Beberapa saat, yang membantu pemakaman, melangkah meninggalkan junior. Ia masih di atas liang lahat ibunya, dengan posisi duduk membisikan ke batu nisan almarhum orang tuanya.


"Ibu tenanglah, pasti sekarang lagih di surga, junior akan membalas dendam kepada yang telah menodai ibu", ucap junior dalam hati.


Sebelah tangganya mengepal tanah merah kuburan ibunya dengan wajah dan tatapan tajam yang kosong penuh dengan kebencian.


Ke esokan harinya junior berangkat sekolah seperti biasa menggunakan sepeda melewati jalan yang penuh dengan kemacetan.


Dan menaru sepeda ontel tua itu di parkir bersampingan dengan kumpulan sepeda motor lainya. Berbalik badan meninggalkan tempat itu .


"Junior..junior...junior" ada suara memangil namanya, ia tak mendengar suara panggilan itu, junior...junior...junior suara itu memanggil ia kembali, dan ia mendengar seruan suara tersebut dan menoleh kerahnya, melihat cinta menghampiri dengan berlari.


Ia tak memperdulikanya dan berjalan melangkah kembali, junior...junior, memanggil kembali.


"Ada apa, kamu marah ya", tanya cinta yang sudah berada di sampingnya.

__ADS_1


"Tidak, jawab junior dengan tegas.


"Mengapa kau acuh, di saat ku panggil, biasanya kau menghampiri, namun hari ini berbeda?", tanya cinta yang ke heranan.


"Tidak ada yang berbeda, keadaan ini sama seperti biasanya, cuma kau yang mengubahnya", sahut junior.


"Aku tak mengerti apa yang kau bicarakan?", cinta dengan wajah ke heranan.


"Ya sudah jangan di fikirkan, dan seterusnya, jangan di fikirkan tentang aku... anggap saja kita tidak pernah bertemu, dan anggap saja aku hanya butiran debu yang telah usang", junior menahan sakit hati.


"Junior... kata-katamu, membuat aku semakin rancu, jelaskan lah padaku... apa maksudmu...", tanya cinta yang semakin di buat pusing.


"Baiklah, Jujur Aku Sangat Mencintaimu", teriak junior dengan lantang.


"Apa?", Cinta yang mendengar ucapanya itu.


"Tapi", berbicara menahan sejenak.


"Sudah, jangan berbicara lagi, aku sudah tahu jawabanya, pacar kamu bernama andrea kan?...", tanya junior dengan nada kesal.


"Aku mencintai orang yang salah", junior menundukan pandangan.


"Ma'afkan aku jun, aku tak bermaksud memainkan perasaan kamu, dan aku tak tau isi hati kamu. Aku deket kamu merasakan ketenangan. dan aku, mengangap kau adalah sahabat, tidak lebih dari itu", cinta berusaha meyakinkan.


"Seterah kamu aja, mau anggap apa aku.. terpenting aku tak mau mengenal mu lagi..", ucap tegas junior.


Setelah jam pelajaran berakhir, junior mengoes sepedanya menuju tempat kerja,tidak beberapa goesan, terdengar suara bisikan motor semakin terdengar kencang, kreng..., namun ku tak memeperdulikan suara itu, ia pun tersungkur bersama sepedanya itu, menoleh ke belakang ternyata, sekelompok gang dari andrea, budi dan daniel, yang sengaja membuatnya terjatuh.


Dari salah satu mereka, yaitu andrea pacarnya cinta mendekati, dan jongkok mengangkat kerah junior sambil mengancam


"Eh..curut udah gue bilangin jangan deketin pacar gue cinta. Tapi kenapa otak lo nih, udah kaya batu, Susah di bilangin", andrea dengan nada gertak.


Andrea mengedipkan matanya, sebagai simbol memberi tahu budi, dan daniel untuk bereskan", ucap andrea.

__ADS_1


Dan mereka yang di suruh andrea, bersama-sama, menendang dan menghancurkan sepeda ontel tua itu berkeping-keping.


Junior melihat sepedanya itu, tak berdaya, karna ia di pukuli dan di injak-injak kepalanya oleh andrea.


Setelah sepedanya hancur, mereka meninggalkan junior yang terkapar di aspal.


Menangis melihat kendaraanya hancur berantakan, ia mengebuk-gebuk aspal menahan hati yang tak kuasa.


Tidak beberapa lama, mobil sedan berwarna hitam berhenti di depanya, lalu keluarlah 2 pengawal turun dari kanan dan kiri dari mobil itu yang menggunakan kaca mata hitam. Membuka pintu bagian belakang, kelihatan kakinya menggunakan sepatu panthofel yang berwarna hitam mengkilap seperti bos mafia jepang.


Pintunya di geprak dan keluar dengan jelas orang itu, tatapan ketakutan melihat peria tua itu yang kelihatanya seperti orang sukses.


Melangkah dia mendekat, lalu jongkok, kedua tanganya membersihkan dan merapihkan seragam yang ku pakai, yang sudah robek dan kotor, setelah di hajar anggota gang andrea.


"Hay anak muda, sial sekali nasibmu yang tertulis di takdirkan", sahud bos mafia ke junior.


"A..ku..memang... sial...", ucap junior berbicar dengan berpatah-patah sambil menahan sakit.


"Aku bisa membalikan nasibmu ini, menjadi aku, dan ap-apa yang kau mau, seperti balas dendam akan terlaksana begitu sangat cepat", mafia itu dengan tajam menatap junior.


Junior melongo atas ucapan orang tersebut.


"Apakah kamu bersedia menjadi aku", ucap bos mafia itu kembali


"Aku sangat-sangat bersedia", Jawab junior dengan berbatah-batah.


"Nah gitu, ..", lelaki tua itu mengulurkan tangganya untuk bersalaman dengan anak itu.


Lalu junior di bawa oleh bapak yang bermobil sedan hitam dan meninggalkan lokasi itu.


Di dalam mobil, bapak itu menawarkan minuman alkohol dan rokok namun anak itu menolaknya yang menbuat kesan bos mafia itu.


Mobil itu berhenti di perkebunan yang di dalamnya memiliki vila yang sangat besar. Mata junior melirik kemawahan bangunan yang indah dan mewah.

__ADS_1


Pintu gerbang itu terbuka, oleh para penjaga yang menyapa kedatanganya (pagi bos) dan bapak tua itu membisikan kata ke junior.


"Para wanita di sini dan beserta se isinya, suatu saat akan milik kamu. Asalkan kamu mau ta'at dan berani atas tugas yang akan saya berikan", ucap ma goceng bos mafia.


__ADS_2