CREATION

CREATION
Balas dendam dengan yang nodai


__ADS_3

Malam itu pak Asep dan keluarga sudah tidur jam 22.30 wib. Suasana sangat sunyi, hanya ada suara jangkrik yang terdengar.


Para tetangganya juga sudah menutup pintu dan jendelanya dengan rapat-rapat, yang sedang asik dalam menikmati tidur, dalam melepas lelah.


Beberapa anggota mafia white black menyirami keseluruhan rumah, dan mengesek korek api yang menyalah, menyambar ke seluruh bagian kediaman.


Api makin cepat menyambar merembet ke atas hingga di dalam rumah.


"Pah kayanya malam ini , panas banget udah kaya di neraka?..",tanya istrinya.


"Ah kamu perasaan aja, makanya jangan keseringan minum es, siang hari. Nah gini efeknya jadi kamu sakit tenggorokan", ucap pak Asep menengkan istrinya.


"Ya udah kita lanjutkan tidurnya", Pak Asep berbaring dengan istrinya.


"Kok mah tembok-tembok menyala, kaya api gitu, yaudah aku periksa dulu", pak Ahmad memeriksa jendela.


"Tidak...... (langsung menoleh ke arah istrinya)


Kebakaran, rumah kita ke bakar mah", wajah pak Ahmad langsung panik.


Mendengar suaminya berteriak istrinya melakukan hal yang sama, ia berteriak. "Histeris...tolong...tolong...tolong", teriak pak Ahmad meminta pertolongan.


(Mondar-mandir, dengan rasa panik )


Lalu suaminya, menenagkan istrinya, "Tenag-tenag mah", suaminya mengusap pundak istrinya.


Lalu mereka keluar dari kamar peribadinya itu. Dan seluruh sudut terkunci semua, sambil mengosok-gosok kepalanya dengan rasa penuh ketakutan.


Lalu pak Asep, mengambil semua kunci rumahnya yang berada di atas lemarinya yang terletak di kamarnya itu, ia kembali dan api mulai naik merambah ke atas rumahnya, ia bergegas untuk membuka pintu dengan kunci yang ia ambil, namu tak bisa. Dan ia membuka pintu lainya hingga ke semua pintu, namun tak ada satu kunci yang mampu membuka pintu.


Kewalahan di buatnya, matanya melirik ke arah samping kiri, ada jendela, tak mau ambil pusing ia mengeser slot jendela itu, namun sama jendela itu seperti ada yang mengunci dari luar.


Pak Asep menendang tembok yang di bawah kaca itu, meluapkan rasa ke kesalanya terhadap semua ini. Lalu matanya melihat keliking ruangan, dan ada satu kotak yang biasanya tempat berisi perkakas. Dan ia membuka kotak itu dan mendapatkan martil.


Ia ambil benda itu, lalu di hantamkan martil itu ke arah jendela, akhirnya kaca-kaca itu pecah.

__ADS_1


Karna kotak jendela itu kecil. Hanya bisa di lalui satu orang dan mereka berdua turun satu persatu. Istri pak asep yang lompat dari jendela itu, melihat jatuh ke bawah dengan selamat.


Giliran pak asep yang menyelamatkan diri dan melompat, saat dia melakukanya, istrinya yang dari bawah melihat suaminya, seperti tak turun. Ia merasa ke heranan.dan berteriak.


"Pah turun...pah turun...pah turun", Namun suaminya nampak tak turun juga.


Api semakin bekorbar makin besar, dan menghanguskan rumah yang sangat megah itu. Jeritan minta tolong istrinya itu, tak satupun terdengar hingga warga tidak ada yang keluar membantu.


Setelah rumah terlalap oleh si jago merah, barulah para warga keluar untuk melihat keadaan dan menyirami. Namun usahanya semua gagal. Karna bangunan sudah runtuh menjadi abu.


Di dalam ruangan yang begitu gelap di gedung tua tepatnya di depan peninggalan rumah keluarga Junior .


Ia di sekap dan tak bisa berteriak meminta pertolongan kepada warga. Di dalam, beberapa anak buah Junior mengilingi di seluruh sudut. Dan satu orang berdiri dengan mamakai sebuah topeng di hadapan pak Asep.


"Selamat malam pak Asep, ada yang bisa saya bantu dan mungkin ada yang bisa membantu anda di saat semua bungkam ?", tanya Junior dan lalu ketawa lepas.


"Hem..hem..hem..", pak Ahmad berbicara dengan mulut di lem.


"Oh, ma'afkan saya, orang paling kaya di kampung ini, astaga... saya lupa, kamu kan tidak bisa berbicara karna di lakban mulutnya... hahahah.... tenang Ja, akan saya buka , karna saya creation orang paling baik sejagat raya. tapi dulu.... bukan sekarang. Dan sekarang berubah menjadi monster yang sangat menakutkan", Junior melepaskan lakban.


"Hahaha... nyenengin diri ya, boleh-boleh saja ngak apa-apa, wajarlah kata orang kalau mau mati ya, kaya gitu... aneh-aneh kaya bayi", junior mergakan dengan gaya bayi minum susu.


"Kamu siapa ?... ", tanya pak Ahmad dengan kesal.


"Baiklah saya akan memberi tahu, tapi sebelum itu, saya akan mengigatkan anda kepada masa lalu silam. Ingatkah anda dengan kasus pemerkosaan seorang janda yang memiliki anak yabg di beri nama Junior", tanya lelakk bertopeng itu.


Pak Asep termenung sambil mengigat-ngigat masa lalunya, dan berbicara pelan", Junior".


"Cak...cak..cak.. anda akan mendapatkan nilai 100%. Karena pengingat anda cukup baik. Ya, saya adalah Junior yang akan kembali menuntut balas dendam, dan akan membawa korbanya ke masa depan di neraka... hahahahah", sahut Junior dengan ketawa berbahak-bahak.


"Dasar anak ******* !... Pantes ibu kamu di gituin, dan sekarang anaknya menyusul menjadi penjahat", dengan nada kekesalan.


Dengan ucapan pak Ahmad yang berkata kasar kepada almarhum ibunya, matanya sangat tajam, wajahnya kelihatan gemetaran, tangganya mengepal ingin melayangkan ke arah wajah orang itu.


Junior yang tak bisa menahan emosinya, lalu mengambil cerurit dari belakng badanya dan di hempaskan ke kepala pak asep hingga putus.

__ADS_1


Darah korban itu, tercecer ke wajah dan seluruh tubuh Junior. Namun tak puas dengan hal itu, ia juga memotong seluruh bagian tubuhnya ke dalam beberapa bagian. Yang di masukan ke dalam kantong keresek yang berwarna hitam. Hanya tersisa bagian kakinya yang di sisakan.


"Hay kamu sini?...", Junior memanggil salah satu anggota


"Kaki bapak ini, kamu kembalikan ke keluarganya dan ku sisipkan ktp, agar istrinya tau, suaminya telah mati mengenaskan, bukan karna faktor kebakaran tapi karna kasus pembunuhan", ucap Junior sambil memerintah.


"Hahaha... aku puas... aku... puas sekali malam ini, dendam yang paling menyakiti ku, kini sudah terbalas", Junior sambil mengebuk badanya.


Dan anak buah itu dengan mengendarai sepeda motor membawa kantong kesek. rumah pak ahmad sudah ludes kebakar dan sang istri berada di rumah tetangganya. Mereka warga kampung sambil menengakan istri pak Ahmad.


Lalu lelaki berkendara motor mendekati mereka dan melemparkan kresek berwarna hitam dan berputar meninggalkan.


Dari salah satu warga, meneriaki pengendara itu,.


"Dasar orang gila, bukanya permisi, malah buang sampah sembarangan ; ucap salah satu warga yang bernama Toni.


Lalu ia membuka kantong keresek itu.


"Astagfirullah", ucap lelaki itu.


Yang lain dengan penasaran, mendekat dan semua bertanya kepada pak Toni.


"Ada apa pak Toni?..., itu isinya apah pak...", tanya sakah satu warga bernama aisah


Pak Toni, mengeluarkan yang di dalam kantong itu yang berisikan kaki, dan semua warga ikut tercengang semua. Dan lalu Toni merogoh kembali kantong itu dan menemukan ktp yang bertandakan pak asep selaku suami bu Tnah yang menjadi korban kebakaran.


"Tidak...tidak..tidak mungkin itu kaki suami saya, suami saya mati kebakar, bukan di bunuh secara tragis.


(Namun Pak Toni mendekati kaki buntung itu mendekat ke bu Tina)


"Coba ibu lihat dan ingat ini kaki suami ibu bukan ?", tanya pak Toni.


"Bener ini, kaki suami saya pak, tidak...tidak..tidak... suami saya orang baik... tidak mungkin mempunyai musuh ", ucap bu Tina sambil menangis.


Dari kejauhan Junior mengintip di mobil yang di buka kaca jendelanya,

__ADS_1


"Hahaha...selamat menikmati kaki ayam bakar... dan inilah hukuman tepat bagi orang yang melukai dan menindas orang miskin yang tertimpa musibah", ucap Junior dengan meneteskan air mata.


__ADS_2